iklan

Nikmatinya kopi “Bulan Madu”

Nikmatnya Kopi Bulan Madu Racikan Alumni Bata-Bata Bondowoso, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur menjadi salah satu daerah penghasil kopi terbaik dunia. Kopi ini tumbuh di atas 1000 dpl di kawasan lereng Gunung Ijen, Raung dan Argopuro. Kopi yang tumbuh di sekitar lereng Gunung Ijen dan Raung ini juga telah diproses secara organik oleh petani dengan menggunakan pola tanam dan perawatan sesuai standar Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (Puslitkoka) Indonesia.

Kopi ini memiliki cita rasa khas yakni beraroma coklat dengan rasa manis dan pedas jika dikecap lama – lama. Selain itu kadar keasaman juga pas dan tak berbahaya untuk lambung. Cita rasa yang khas inilah yang juga mengantarkan kopi Bondowoso memperoleh sertifikat indikasi geografis dengan nama “Java Ijien Raung” dari Kementerian Hukum dan HAM RI. Kini  kopi Bondowoso juga telah di ekspor ke berbagai negara di Asia, Eropa dan Amerika.

Peluang bisnis ini kemudian ditangkap oleh Muhlis Adi Rangkul, alumni Pondok Pesantren Mambaul Ulum Bata-Bata, Pamekasan, Madura, Jawa Timur yang kini tinggal di Perumahan Taman Mutiara, Blok AA-15, Pejaten Bondowoso.

Bondowoso dideklarasikan sebagai sebagai “Republik Kopi” pada Mei 2016 kemarin oleh Drs. H. Amin Said Husni Bupati Bondowoso, yang juga Presiden Republik Kopi. “Jadi sejak Bondowoso dideklarasikan sebagai Republik Kopi, saya kemudian membuka usaha kopi. Saya menjualnya dalam bentuk bubuk kopi murni. Namun demikian, kopi Bulan Madu ini hanya khusus untuk oleh oleh. Saya tidak buka cafe,” ujar Muhlis.

Menurut Muhlis, saat ini ia masih belum memiliki alat yang memadai untuk memproduksi sendiri. Sehingga ia kemudian bekerjasama dengan sejumlah kelompok tani kopi di Kecamatan Sumber Wringin dan Kecamatan Pakem. Kelompok petani kopi ini merupakan binaan DInas Koperasi dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso. Mereka mengolah kopi mulai dari menanam hingga memetik sesuai dengan Standart Operasional Prosedur (SOP).

“Jadi saya membeli bubuk kopi murni dari para petani yang sudah bekerja secara professional itu. Lalu saya mengemas kopi bubuk murni itu dengan kemasan yang menarik. Adapun harga per bungkus adalah Rp. 50.000 dengan berat bersih 200 gram,” terangnya. Kopi-kopi yang sudah ia kemas itu, lanjut Muhlis kemudian ia jual ke sejumlah daerah semisal Jember, Situbondo, Banyuwangi, Malang, Bangkalan, Pamekasan, Sumenep, Sampang, Jakarta dan beberapa kota lainnya.

Dalam setiap harinya, rata-rata ia mampu menjual antara 5-10 bungkus. “Biasanya kopi bulan madu itu dijadikan oleh-oleh. Selain itu juga untuk konsumsi pribadi dan juga keluarga,” terangnya. Menurut dia, kopi bulan madu tidak berbahaya di lambung. “Salah satu cara efektif untuk mengetahui kopi itu baik untuk pencernaan adalah melalui bau kencing. Kalau kita minum kopi kemudian ketika buang air kecil kita berbau kopi, itu biasanya tidak baik untuk pencernaan.

Namun jika tidak bau, maka itu dapat diartikan baik untuk pencernaan,” katanya. Untuk menghasilkan rasa yang lebih baik, cara penyeduhan kopi bulan madu adalah dengan cara memasukkan 10 gram bubuk kopi murni kopi bulan madu ke dalam gelas atau cangkir. Kemudian air dimasak hingga mendidih dan diamkan beberapa saat. Setelah itu masukkan air ke dalam gelas atau cangkir perlahan-lahan. Selanjutnya seduh ke kiri, bukan kekanan agar aromanya naik ke atas. Baru kemudian dimasukkan gula sesuai selera.

Pebisnis agri, kini.

Teknologi membuat dunia berubah sangat cepat, semua sektor bisnis terimbas, tak terkecuali bisnis sektor pertanian.  Saya alumni Fakultas Pertanian yang cukup lama menjauh dari bidang studi saya.  Setengah tahun terakhir, saya kembali tersambung dengan para sahabat aktivis sektor pertanian.  Mereka masing-masing sudah memiliki domain bisnis, mulai dari tanam menanam komoditas pertanian, beternak sapi, kambing, domba, lele dan aneka hidupan lain, membuat produk olahan pertanian dan peternakan, memproduksi sarana pertanian, pupuk, obat-obat pertanian dan sejenisnya.  Mereka masing-masing bertumbuh menjadi ahli di bidang usahanya masing-masing.

Saya tidak memiliki pengalaman apapun yang bersentuhan dengan bidang pertanian dan peternakan.  Pengalaman saya bercocok tanam, sebatas masa lalu di lahan praktikum dan beberapa tetumbuhan pot di rumah.  Selepas kuliah, pengalaman saya lebih banyak bersentuhan dengan bisnis ritel, komunitas belajar bisnis, komunitas Usaha Kecil Menengah (UKM), website, ecommerce dan start-up.   Selain dari saya pernah bekerja sebagai wartawan, bekerja di konsultan Public Relations dan Penulis di sebuah organisasi non pemerintah nir laba.

Sehingga, saat saya terhubung dengan teman-teman pelaku bisnis sektor agri, dan aktif berdiskusi di komunitas Incagri.  Saya serupa tamu, yang melihat sektor pertanian dan pelakunya dari luar.  Saya memiliki sudut pandang yang berbeda, dari teman-teman yang berkecimpung di dunia agri.

Ada yang harus diubah – mindset kita.

Teman saya si pegiat peternakan sapi dan pemilik rumah potong, sibuk memikirkan naik turunnya harga daging, produksi susu dan semua hal terkait seluk beluk usaha ternaknya.  Teman lain,  si peternak kambing, sibuk mendampingi para peternak kambing, sambil bingung bagaimana mendapatkan pasar bagi usaha kambingnya.  Katanya, kebutuhan kambing tinggi, tapi harga jual kambing tidak pernah tinggi.  Kesulitan cari pembeli, kambing yang sudah digemukkan dengan susah payah, ditawar dengan harga murah.

Disebelah sana, Teman yang berkebun bunga Krisan, perlu modal untuk memperluas lahan. Sambil masih meraba-raba, kemana arah pemasaran hasil panen krisan-nya kelak, apalagi jika melimpah.  Dijual sebagai bunga potong, harganya murah, mau dipasok ke industri, jumlah panennya belum mencukupi kuota.  Kawan yang lain, menawarkan gagasan berkebun kelapa pandan wangi, konon ini jenis kelapa yang paling enak untuk sajian welcome drink.  Gagasannya menguap di udara, tidak tersambut. Teman lain lagi, menawarkan investasi berkebun sorghum.  Teman pegiat hidroponik, ingin mengembangkan usahanya.  Teman satunya lagi lagi, memproduksi olahan susu, memproduksi bawang goreng dalam kemasan, kopi hijau siap seduh dan lain-lain. Kemana produk akan dipasarkan ?

Sebagian teman lain, berhasil berinovasi menemukan produk-produk sarana pertanian organik.  Penyubur tanah, penyehat tanaman dan pembasmi hama penyakit yang sangat ramah lingkungan.  Tapi terkendala perijinan, perlu uang untuk mengurus ijin edar.  Persis dialami  oleh  teman yang ingin memproduksi sabun dan produk lain dari susu, terhambat perijinan.

Semuanya memiliki potensi, semua sibuk merintis bisnis, dan berjuang mempertahankan nyawa bisnis. Sendiri-sendiri.  Bagaimana mensinergikan semua potensi itu ?  bagaimana saling terhubung dan tumbuh bersama ?  Diluar sana, derap startup dengan beraneka kisah investasi skala triliun membuat tercengang.  Teknologi sedang mendisrupsi semua sektor, juga sektor agri.  Dan para aktivis agri-pun, tergagap-gagap menatap perubahan.

Apapun jenis bisnis yang sedang kita geluti saat ini, tidak bisa dilihat dalam proyeksi linier.  Perilaku pelanggan berubah, pola konsumsi berubah, yang dulunya lapak ramai pembeli, sekarang sepi.  Semakin banyak orang membuat produk, semakin ramai orang berjualan.  Semakin sibuk orang-orang dengan gawai masing-masing, melakukan berbagai aktifitas dan pemenuhan kebutuhan dengan perantara gawai.

Para pebisnis agri lapis baru -yang bergelar sarjana-, harus mau belajar,  bertukar pikiran memperluas jaringan.  Bukan lagi belajar bercocok tanam, bukan lagi belajar pemijahan.  Mereka harus belajar, bagaimana pertanian dijalankan di era teknologi.  Bagaimana pengetahuan dan penguasaan akan data, menjadi penentu penting bagi masa depan bisnisnya.   Bisnis yang kita jalani, produk yang kita buat, tidak lagi bergerak, seperti air mengalir pada sebuah pipa.   Produk yang kita buat, harus berupa produk yang memberi nilai tambah bagi penggunanya.  Produk kita harus berinteraksi dengan penggunanya.  Produk kita berkolaborasi dengan produk lain, membentuk nilai tambah baru.  Ada inovasi, ada pembaruan, ada solusi atas masalah.  Bahkan sebuah masalah, yang dulu belum pernah ada.

Para pebisnis agri, harus membuka diri, mengkoneksikan diri dengan derap perubahan diluar.  Memperkuat nilai diri, dan mengambil posisi dalam ekosistem bisnis.  Memikirkan bisnis yang memiliki potensi untuk bertumbuh multi arah, bukan tunggal. Yang menurut kita tak mungkin hari ini, biasanya karena kita belum tahu, bahwa dibelahan dunia lain, para pelaku agri disana sudah melakukannya.  Pengetahuan sudah lintas batas, kita harus membongkar sekat-sekat pikir.  Berjejaring, belajar dan berupaya menemukan formulasi bagi tumbuhnya ekosistem bisnis agri modern. Teman-teman di komunitas incagri adalah pebisnis agri lapis baru, hanya dengan terus belajar maka kita akan punya tangan dan kaki yang kuat untuk menarik gerbong besar pertanian Indonesia.

Caranya bagaimana? Mari kita pikirkan dan kita temukan cara itu.

Sumber : Ines Handayani (2017)

Konsep Berwirausaha Ala Mister Kentang Kriwul

“Berdaganglah engkau, karena sembilan dari sepuluh pintu rejeki ada dalam perdagangan.” Inilah dia pareto rejeki dimana sebagian kecil manusia menguasai sebagian besar rezeki. Berdaganglah di sini, dimaksudkan bisa berwirausahalah, berbisnislah dan sering disebut orang di jaman sekarang adalah menjadi entrepreneur.

Mencoba refleksi ke masa nan silam, boro-boro berwirasusaha dengan cara bukak lapak, memikirkanya pun tak sempat di memori otak apalagi masuk ke hati. Masa-masa itu yang didengungkan oleh lingkungan terdekat kita baik keluarga maupun kerabat, bahkan sahabat kecil bermain, saat ada pertanyaan ketika sudah dewasa ingin menjadi apa nak? dan saya gak perlu tulis jawabannya, andapun pasti sudah tahu di luar kepala jawabannya, yang pasti jawabannya buka kata pertama di paragraf pembukaan yang saya tulis.

Terus apakah salah menunda mengambil peran memperoleh rejeki, dari sumber yang tidak pernah kita pikirkan sedari kecil, misalkan jalur kerja sendiri membuat produk sendiri lalu didistribusikan ke pasar? sangat boleh bahkan sangat penting dan patut anda coba, sekali dalam waktu hidup anda. Agar anda tidak memiliki kemutlakan jalan mendapatkan rejeki hanya dari satu pintu saja yaitu dengan hanya bekerja ikut orang, cara lainnya tidak mungkin dan anda sampai memiliki keyakinan tidak bisa. Minimal dengan menciptakan sendiri pekerjaan itu, menjadi pengalaman nyata bukan hanya mendengar cerita kesuksesan orang lain semata. bahwa menjadi penting memiliki keyakinan, anda pun bisa menghasilkan uang  dengan membauat usaha secara mandiri.

#Bagaimana Memulainya#

  1. Tidak perlu bermuluk-muluk untuk mengawalinya, bisa dimulai dari apa yg anda bisa. lakukanlah dan segeralah di bukak lapaknya, bisa produk kuliner atau jasa, bisa modal sendiri atau patungan silahkan saja.
  2. Kalaupun tidak bisa bikin sendiri produknya. diluaran sana banyak sekali produk bagus yang anda bisa beli dan jual lagi kepada pelanggan anda di tempat anda tinggal.
  3. Apabila itu juga masih anda anggap susah. Mengapa anda tidak beli produk franchise misalnya produk travel, ada juga kuliner banyak sekali di luaran sana tinggal sedikit tenaga anda bisa search informasi itu melalui media internet. Kalau ingin tahu dan langsung action bisa juga hubungi saya langsung di nomor 082244751976 dengan senang hati saya akan menjadi pemandu anda mengeksekusi sebuah produk yg memungkinkan anda miliki sesuai dengan yg anda sukai… keren bukan!

#Bagaimana Menjalani Usaha#

  1. Cinta, dimanapun di dunia ini tidak ada yang mampu mengalahkan energi cinta ini. pertanyaan selanjutnya untuk anda? sudahkan anda ada rasa cinta layaknya anda jatuh cinta pada pandangan pertama kepada wanita pujaan anda? apakah itu anda rasakan saat anda menjalani usaha dari produk yang anda miliki. sebagai contohnya saya sendiri terhadap produk saya salah satunya adalah Mie Mbah Joyo. saya sendiri kalau nama produk itu disebut oleh orang hati saya tergetar, bahkan ekstrimnya tak mau pisah dengannya, inginnya selalu dekat dengannya, selain saya suka mie goreng juga nasi goreng, dari Mie Mbah Joyo ini saya telah banyak di ajari bagaimana pentingnya melayani terbaik kepada pelanggan kita. selain tentunya produk-produk bisnis usaha saya yangg lainnya, kayak mister kentang kriwul & juga travel umroh haji.
  1. Buat pelanggan bak raja agung yang sebenarnya. sehingga kita dalam melayaninya selalu dengan servis sempurna. jangan terlalu menghitung untung rugi dalam melayani pembeli produk kita. kembali lagi ini saya dapat contohkan saat ngelapak.com bersama dalam even bersama Mie Mbah Joyo & Mister Kentang Kriwul. Pembeli yang beraneka ragam kasta, pendidikan, ekonomi. semuanya saya layani bak raja agung yang datang ke rumah saya. meskipun banyak orang menganggap produk saya cuma sekedar nasi goreng atau kentang goreng semata. saya sangat keras mendidik saya sendiri atau team untuk memiliki paradigma bahwa kita adalah penjual barang langka di dunia dan banyak diperebutkan oleh orang sedunia, mereka berduyun-duyun pengen makan nasi goreng Mie Mbah Joyo dan Kentang Kriwul. paradigman seperti itu harus ditancapkan dalam penjiwaan terhadap produk anda. Sudahkah anda memiliki pemikiran dan tindakan seperti itu? kalau belum mulailah sejak sekarang mindset anda di bangun dan di arahkan ke sana!
  2. Open mind dan buang malu serta gengsi yang melekat di dada juga pikiran anda. sesaat anda telah menjalani lapakan anda.

Publislah, kenalkanlah produk anda, dimanapun anda berada. Saya sendiri kalau ketemu orang saya tawarkan Mie Mbah Joyo dan Mister Kentang Kriwul, bahwa produk saya bisa dipesan juga untuk melayani hajatan sunatan atau ulang tahun. Siapa tahu ada yang berkenan, begitu antusiasanya kalau saya membicarakan produk saya. awalnya mereka tidak merespon, akhirnya close pesan juga. Segeralah buka lapak usaha anda dan mulailah edukasi calon pelanggan anda. Terus kita jangan terlalu kaku mendefinisikan produk kewirausahaan yang harus dimiliki hanya terbatas pada satu produk saja dan hanya bisa dilakukan saat anda nanti pensiun atau keluar dari pekerjaan. Anda bisa kok, di saat sekarang anda yang masih bekerja ikut orang di pabrik, pegawai Negeri Sipili (PNS), atau dosen seperti saya sekarang, tak menutup kemungkinan anda mulai memilah dan memilih salah satu produk kewirausahaan yang bisa anda jalani.

Semakin anda menunda semakin anda takut terhadap bayangan anda sendiri, alias keburu umur bertambah lalu di panggil tuhan yang maha esa. lalu tak sempat membukak lapak dan tak sempat merasakan hasil dari usaha anda. Sekali lagi motivasi kewirausahaan ini tidak hanya didasarkan oleh keinginan mengumpulkan kapital pundi-pundi uang kedalam dompet kita semata. Namun motivasi lain yang lebih besar adalah, ya lewat media berwirausaha ini kita menjadi lebih dekat kepada allah swt. karena rasa ketergantungan kita yang sangat besar bahkan mutlak, berharap dapat rejeki banyak dengan larisnya dagangan di lapak yang kita buka. Kalau anda bekerja ikut orang, rasa ketergantungan kita kepadanya agak kendor bahkan lemah karena setiap tanggal satu telah siap-siap menerima amplop bayaran berupa gaji.

#Terus yang menjadi penting lagi bagi kesuksesan kita berwirausaha adalah :

  1. kita harus mencintai uang agar uang juga mencintai kita dan senang mampir kedalam dompet kita. Buang mindset bahwa uang itu jelek dan orang kaya itu jahat. Apabila kita telah memiliki mindset bisa mencintai uang sepenuh hati. Dengan caranya sendiri ada mekanisme alami pada diri kita, dimana kita sangat sensitif dalam melihat peluang. Uang tidak jahat dan jelek, karena dengan banyak uang kita bisa berkesempatan membantu banyak orang. ya minimal bisa mentraktir teman, atau nyangoni saudara kalau mampir ke rumah dan lain sebagainya. Pandangan dan konsep soal uang ini harus clear dahulu di otak jiwa kita, sekali lagi hanya sebagai alat. Apabila itu mulai anda masukkan kedalam otak dan hati anda mulai sejak sekarang semakin baik dan akan sangat membantu kinerja dan ritme anda dalam berwirausaha.
  1. Ajaklah ngobrol produk usaha anda, laksana ngobrol dengan manusia hidup. hormati produk anda kayak anda menghormati orang, perlakukan dia dengan istimewa, jiwailah saat menggoreng nasinya atau mie gorengnya juga kentang kriwulnya juga saat bersyiar mensiarkan baitullah. dengan memiliki mindset yang seperti itu , produk andapun akan iklas dimakan di terima oleh pembeli, dan insyaallah lidah pelanggan anda pun akan merasa puas membeli produk anda, apapun produknya. dan apabila pelanggan telah puas, tentunya anda juga akan tahu apa dampaknya bukan!

Saya pikir berbagi soal materi kewirausahaan, berdasarkan pengalaman nyata di lapangan, saya akhiri cukup sekian. semoga harapan saya bisa bermanfaat. dan pastikan mulai detik ini. anda mulai injek tuh virus cinta kedalam sanubari anda. Dan jangan kaget, apabila terjadi  hal luar biasa yang akan anda alami di usaha yang anda tekuni.

salam baitullah, salam dasyat, salam berwirausaha

Sumber : Agus Andi Subroto

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry

Your Family EGG and CHICKEN Farm

VISI :

“Menjadikan usaha peternakan (Farm) lokal yang mandiri, maju dan terintergrasi secara efektif serta sinergi”

MISI :

  • Meningkatkan ketahanan pangan (protein) khususnya Telur kampung dan Ayam kampung pedaging.
  • Meningkatkan perekonomian dipedesaan dan mengurangi pengangguran usia produktif.
  • Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat (Peternak) kecil dengan kepastian harga yang stabil.
  • Memanfaatkan tanah–tanah yang tidak produktif.
  • Menciptakan cara distribusi penjualan yang modern dari peternak ke konsumen.
  • Menciptakan produk olahan makanan tradisional kuliner siap saji.

PRODUK TELUR :

  • Telur Kampung Original
  • Telur Kampung Omega
  • Telur Bebek
  • Telur Puyuh

TURUNAN (Olahan) :

  • Telur Asin (Bebek)
  • Telur Pindang (Kampung)

AYAM KAMPUNG POTONG

  • Ayam Kampung
  • Bebek
  • Puyuh

TURUNAN (Olahan) :

  • Menu ungkep Presto (Ayam dan Bebek)
  • Menu betutu Presto (Ayam dan Bebek)

JALUR DISTRIBUSI PEMASARAN

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry

 Setia Usaha Bersama Farm adalah peternakan mandiri, sehingga produk yang dihasilkan tidak melalui Pengepul (bandar), Gudang, Pasar tradisional & Agen telur serta Toko Telur & Warung sembako.

Distribusi pemasarannya adalah langsung (Direct) kepada Konsumen, sehingga kualitas produk yang diberikan kepada konsumen sesuai keinginan dan masih segar “Fresh”.

Dari cara distribusi ini pelanggan konsumen mendapatkan banyak manfaat dan Setia Usaha Bersama Farm bertanggung jawab langsung atas kualitas produk yang dijual dan dapat langsung menyampaikan informasi masukan, keluhan kepada Customer Service kami.

Tagline Kami : “Your Family Eggs and Chicken Farm” (Peternakan keluarga Anda). Sehingga budaya yang kami terapkan adalah “Pelanggan kami adalah bagian dari keluarga besar kami” dan Pelanggan kami berhak mengunjungi peternakan Setia Usaha Bersama Farm.

STRATEGI PENJUALAN(SALES)

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Setia Usaha Bersama farm & Poultry adalah ibu-ibu rumah tangga berusia antara 20-35 tahun, terutama yang memiliki pergaulan aktif di media sosial ataupun ibu-ibu cerewet yang peduli kesehatan dan senang jajan. Biasanya kami menemui ibu-ibu tersebut di sekolahan TK ataupun SD. Guru sekolah TK dan SD, aktivis di tempat ibadah, Guru Pengajian, Sekolah Minggu, perkumpulan religi agama atau Ketua kelompok Doa yang sudah berkeluarga dengan usia 20-55 yang memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan senang berbicara atau bercerita. Tukang keliling (Penjual keliling), Ibu–Ibu bisnis Online atau MLM atau Agen Asuransi, Kelompok Ibu-ibu yang telah memiliki usaha dagang; Baju anak2/baju Muslim Wanita, Multi Level Marketing suplemen kesehatan, Asuransi pendidikan anak. Dari ke semua segmen marketing focus, kami menggunakan sarana brosur lipat, kemasan unik, program promo, dan dengan referensi konsumen (terstimony and mouth to mouth clue inform), serta penggunaan website interaktif dan bazar serta apps (new prospek dan merawat pelanggan).

Manfaat (Benefit) untuk Konsumen

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry

  1. “SeSaMa Farm” memiliki peternakan (kandang) sendiri sehingga produk dapat diketahui asal usulnya.
  2. “SeSaMa Farm” mempunyai waktu singkat (dari Peternakan ke Konsumen). kualitas telur fresh/segar.
  3. “SeSaMa Farm” memiliki rumah administrasi sendiri sehingga Konsumen dapat berkunjung dan melakukan audit sistem kualitas dan FIFO.
  4. “SeSaMa Farm” memberikan Garansi produk, jika ditemukan produk tidak sesuai (Reject) maka dapat penggantian secara gratis.
  5. “SeSaMa Farm” memiliki sumber daya (SDM) untuk pelayanan antar pesanan (Transporter) hingga ke rumah Konsumen tanpa dikenakan biaya. Konsumen dapat menanyakan tentang product Knowledge yang ada di Peternakan dan Sistem Distribusi kepada Transporter Kami.
  6. “SeSaMa Farm” menyediakan harga telur yg competitive dengan harga flat (tdk naik/ fluktuasi) karena tidak diatur oleh distribusi cara konvensional yang menjadikan harga mahal.
  7. “SeSaMa Farm” menawarkan program–program pembelian ke Konsumen (marketing Program) sehingga Konsumen mendapatkan harga terbaik sesuai kebutuhan tanpa harus membeli banyak. Dan memberikan bonus(Reward) tahunan kepada Konsumen Terbaik dan Loyal.