iklan

Tumpang Sari Jagung dan Kedelai

Pada zaman saat ini yang kita ketahui sulitnya menemukan lahan yang baik untuk sektor pertanian dimana yang memiliki bahan organik 5% dan kebanyakan lahan kita di indonesia hanya memiliki bahan organik sejumlah 2% sudah terbilang baik, terlalu banyak lahan pertanian dialih fungsikan menjadi gedung-gedung,rumah,apartemen,mall dan lain lain, dikarenakan populasi manusia yang terus bertambah, dan kebutuhan tempat tinggal yang juga meningkat,secara langsung dengan semakin bertambahnya populasi manusia kebutuhan pangan kita juga ikut bertambah sebab itulah penting nya mengembangkan dan menjaga lahan pertanian di indonesia agar masyarakat tidak kelaparan dan negara  kita tidak terus menerus import dari negara tetangga.

Keterbatasannya lahan pertanian menjadikan teknik tumpang sari merupaka salah satu strategi budididaya yang baik untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, tumpangsari merupakan sistem pertanaman dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman secara serentak pada lahan yang sama dalam waktu bersamaan,seperti yang kita ketahui jagung dan kedelai merupakan tanaman pangan terpenting setelah padi di indonesia, dan negara kita juga masih mengimport jagung dan juga kedelai untuk memenuhi kebutuhan negara nya sendiri, untuk dapat mandiri dan terlepas dari ketergantungan negara lain kita masih berusaha meningkatkan produktivitas padi dan kedelai di indonesia dapat dengan menerapkan sistem tumpang sari jagung dan kedelai.

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang digunakan sebagai makanan pokok kedua setelah padi, jagung merupakan sumber protein yang penting bagi manusia. Jagung mengandung serat pangan yang dibutuhkan tubuh seperti asam lemak esensial, isoflavon, mineral (Ca, Mg, K, Na, P, Ca dan Fe), antosianin, betakaroten, komposisi asam amino esensial, dan lainnya. Tanaman penting selain jagung yaitu kedelai. Kedelai merupakan tanaman polong polongan terpenting pertama di Indonesia dan tanaman pangan ketiga terpenting setelah padi dan jagung di Indonesia. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan sumber protein nabati. Kedelai sebagai salah satu sumber protein nabati menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan protein hewani. Begitu pentingnya jagung dan kedelai bagi kehidupan manusia, dengan penerapan sistem tumpang sari ini menujukkan bahwa tumpangsari jagung dan kedelai lebih menguntungkan dibandingkan dengan pertanaman tunggal dan memberikan efisiensi dalam pemanfaatan lahan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tumpangsari kedelai dan jagung antara lain: pengaturan jarak tanam, jumlah baris tanaman kedelai dalam jarak tanaman jagung, waktu tanam antara kedelai dan jagung serta jenis varietas kedelai. Jarak tanam terlalu sempit akan menyebabkan terjadinya kompetisi air, unsur hara dan cahaya matahari yang semakin tinggi, sehingga pertumbuhan dan hasil kedelai maupun jagung tidak optimal. Juga Pada sistem tumpang sari pola pertanaman yang dianjurkan adalah mengusahakan tanaman yang responsif terhadap intensitas cahaya rendah di antara tanaman yang  menghendaki intensitas  cahaya tinggi. Selain itu,  tanaman yang ditumpangsarikan hendaknya memiliki sistem perakaran dengan kedalaman yang berbeda untuk menghindari terjadinya  persaingan penyerapan air dan unsur hara, serta untuk pemeliharaan lahan sama seperti sistem tanam lainnya tetapi harus lebih memperhatikan gulma gulma yang terdapat pada tanaman kedelai.

Dengan sistem tumpang sari kita dapat memaksimalkan lahan pertanian kita dengan menanam dua jenis tanaman dalam satu lahan, sistem tumpang sari juga menambah produktifitas panen sebab kita memanen dua jenis tanaman dalam waktu yang sama atau pun berbeda, dengan sistem tumpang sari ini juga dapat menjadi solusi keterbatassan lahan pertanian di negara kita, sehingga mengurangi ketergantungan negara kita juga dapat memulai untuk lebih mandiri, tidak terus menerus mengimport dari negara lain. Salam hangat jaya indonesia ku.

oleh: Gandi