iklan

Dampak Pemupukan terhadap pertanian berkelanjutan

Kebutuhan produksi pangan yang meningkat secara cepat akibat pertambah an penduduk serta pertumbuhan sektor industri telah mendorong munculnya system pertanian modern dengan ciri memiliki ketergantungan yang tinggi terhadap terhadap pupuk anorganik. Kondisi ini telah menyebabkan kemerosotan sifat-sifat tanah, percepatan erosi tanah, penurunan kualitas tanah dan kontaminasi air bawah tanah.  Usaha pertanian dengan mengandalkan bahan kimia seperti pupuk anorganik dan pestisida kimiawi yang telah banyak dilakukan pada masa lalu dan berlanjut hingga ke masa sekarang serta banyak menimbulkan dampak negatif yang merugikan.  Penggunaan input kimiawi dengan dosis tinggi tidak saja berpengaruh menurunkan tingkat kesuburan tanah, tetapi juga berakibat pada merosotnya keragaman hayati dan meningkatnya serangan hama, penyakit dan gulma. Dampak negatif lain yang dapat ditimbulkan oleh pertanian kimiawi adalah tercemarnya produk-produk pertanian oleh bahan kimia yang selanjutnya akan berdampak buruk bagi kesehatan. Menyadari akan hal tersebut maka diperlukan usaha untuk meniadakan atau paling tidak mengurangi cemaran bahan kimia ke dalam tubuh manusia dan lingkungan.

Sejak zaman purba sampai saat ini, pupuk organik diketahui banyak dimanfaatkan sebagai pupuk dalam sistem usaha tani. Pupuk organik dapat memperbaiki sifat fisik tanah melalui pembentukan struktur dan  agregat  tanah  yang mantap dan berkaitan erat dengan kemampuan tanah mengikat air, infiltrasi air, mengurangi resiko terhadap ancaman erosi, meningkatkan kapasitas pertukaran ion dan sebagai pengatur suhu tanah yang semuanya berpengaruh baik terhadap pertumbuhan tanaman ( Kononova, 1999).

Pertanian Berkelanjutan dapat diartikan sebagai “menjaga agar suatu upaya terus berlangsung” dapat pula “ kemampuan untuk bertahan dan menjaga tidak merosot”.  Dalam  kontek  pertanian, keberlanjutan pada dasarnya berarti kemampuan untuk tetap produktif sekaligus tetap mempertahankan basis sumber daya. Technical Advisory Committee of the CGIAR (TAC/CGIAR), 1988 dalam  Reijntjes  C  (2002) menyatakan bahwa Pertanian Berkelanjuta  adalah  pengelolaan sumber daya yang berhasil untuk usaha pertanian guna membantu kebutuhan manusia yang berubah sekaligus mempertahankan atau meningkatkan kualitas lingkungan dan melestarikan sumber daya alam.

Namun demikian, banyak orang yang menggunakan definisi yang lebih luas dan menilai pertanian berkelanjutan jika mencakup hal-hal berikut ( Soetanto, 2006) :

  1. mantap secara ekologis, yang berarti mampu mempertahankan kualitas sumber daya alam dan kemampuan agroekosistem secara keseluruhan,
  2. bisa berlanjut secara ekonomis, yang berarti dapat mengembalikan biaya dan tenaga yang dikeluarkan serta meningkatkan penghasilan,
  3. manusiawi, yang berarti menghargai semua bentuk kehidupan, dan
  4. luwes, yang mana para petani mampu menyesuaikan diri dengan perubahan kondisi usaha tani yang berlangsung terus.

Sugito. Y, (2003) menyatakan bahwa yang perlu diperhatikan dalam penerapan pertanian berkelanjutan antara lain:

  1. Mempertahankan dan memperbaiki kesuburan tanah melalui penerapan teknologi budidaya yang tepat untuk meningkatkan hasil panen.
  2. Mengurangi tingkat   kerusakan  lahan  sebagai akibat pengelolaan lahan yang tidak memperhatikan kaidah-kaidah konservasi.
  3. Mempertahankan proses-proses seperti yang terjadi pada ekosistem alami, misalnya mengusahakan terjadinya siklus bahan organik dan unsur hara.
  4. Dapat meningkatkan daya pegang tanah
  5. Mengurangi penggunaan  input  dari  luar  yang bersifat kimiawi, salah satunya adalah mensubstitusi pupuk anorganik dengan pupuk organik.
  6. Memberdayakan petani   untuk   meningkat-kan rasa percaya diri atas keberhasilan usaha taninya
  7. Meningkatkan efisiensi  proses  produksi  yang pada akhirnya dapat meningkatkan keuntungan dan pendapatan.

Teknik budidaya kimiawi seperti yang dicanangkan pada Revolusi Hijau dapat meningkatkan produksi pada waktu pendek,  namun untuk jangka panjang dapat menurunkan kesuburan kimia, fisik dan biologi tanah, sehingga akan menambah jumlah lahan kritis dan marginal di Indonesia. Selain itu juga akan berakibat pada merosotnya keragaman hayati dan meningkatnya serangan hama, penyakit dan gulma/ dampak negatif juga akan tampak pada timbulnya hama resisten, berkembangnya organisme parasit, meningkatnya ancaman bagi organisme predator, ikan, burung bahkan bagi kesehatan dan keselamatan manusia. Pengaruh racun tidak hanya terbatas pada daerah pemakaian, tetapi dapat menjadi makin luas melalui komponen rantai makan, seperti air minum, sayuran, buah-buahan dan produk lain yang terkontaminasi. (Zulkarnain,2009).  Introduksi varietas unggul padi yang responsif pada pemupukan, pembangunan jaringan irigasi, pengendalian hama dan penyakit tanaman menjadi andalan program Bimas. Di satu sisi, Revolusi Hijau terbukti mampu meningkatkan produksi pangan nasional, tetapi menyebabkan permasalahan lingkungan sebagai dampak dari aplikasi pupuk dan pestisida berlebihan. Penerapan Revolusi Hijau juga memiliki beberapa dampak negatif, antara lain kecenderungan penggunaan input yang tinggi, terutama pupuk dan pestisida, karena mencemari sumber daya lahan, air dan lingkungan. Sekitar air yang mengairi sebagian sawah di Jawa mengandung 54 mg/l nitrat atau 20% lebih tinggi dari batas toleransi yaitu 45 mg/l (Las et al,2006).

Pupuk   anorganik   dapat   dibedakan   menjadi pupuk tunggal, pupuk majemuk dan pupuk lengkap. Pupuk tunggal adalah pupuk yang hanya mengandung satu macam unsur hara saja, misalnya pupuk urea yang mengandung unsur N, pupuk TSP yang mengandung unsur P dan pupuk KCl yang didominasi oleh unsur K. Pupuk majemuk adalah pupuk yang mengandung lebih dari 1 unsur hara, misalnya N+K, N+P,P+K, N+P+K dan sebagainya. Sedangkan pupuk lengkap adalah pupuk  yang mengandung unsur  hara  makro  dan mikro. Pemberian pupuk anorganik  ke  media tanam sangat digemari petani, hal ini disebabkan karena kelebihan-kelebihan yang dimiliki pupuk anorganik antara lain

  1. pemberiannya dapat terukur dengan tepat,
  2. kebutuhan tanaman akan hara dapat dipenuhi dengan perbandingan yang tepat dan dalam waktu yang cepat,
  3. kadar unsur yang dikandungnya   tinggi,   sehingga   dengan pemberian    yang sedikit dapat memenuhi kebutuhan tanaman,
  4. banyak diperjual bellikan sehingga mudah didapat,
  5. proses pengangkutan ke lahan lebih mudah karena jumlah yang diangkut lebih sedikit
  6. tanaman memberikan respon yang sangat tinggi terhadap pem-berian pupuk anorganik.

Selain kelebihan yang dimilikinya, pupuk anorganik juga memiliki kelemahan, yaitu :

  1. selain unsur hara makro, pupuk anorganik sangat sedikit atau hampir tidak mengandung unsur hara mikro,
  2. pemberian pupuk  anorganik  melalui akar harus diimbangi dengan penggunaan pupuk daun yang mengan-dung unsur hara mikro,
  3. Pemberian pupuk anorganik secara terus menerus dapat merusak tanah,
  4. Dosis yang berlebihan dapat mengakibatkan kerusakan dan kematian tanaman
  5. dapat mengakibatkan pencemaran dan kerusakan lingkungan.

Kerusakan tanah secara garis besar dapat digolongkan menjadi tiga kelompok utama, yaitu kerusakan sifat fisik, kimia dan biologi tanah. Kerusakan kimia tanah dapat terjadi karena proses pemasaman tanah, salinisasi, tercemar logam berat dan tercemar senyawa organik dan xenobiotik seperti pestisida atau tumpahan minyak bumi (Djajakirana, 2001). Terjadinya pemasaman tanah dapat diakibatkan oleh penggunaan pupuk nitrogen buatan secara terus menerus dalam jumlah besar. Kerusakan tanah secara fisik dapat diakibatkan karena kerusakan struktur tanah yang dapat menimbulkan pemadatan tanah.

Kerusakan srtuktur tanah ini dapat  terjadi akibat pengolahan tanah yang salah atau penggunaan pupuk kimia secara terus menerus. Kerusakan biologi ditandai oleh penyusutan populasi maupun berkurang nya biodiversitas organisme tanah, dan biasanya terjadi bukan karena kerusakan sendiri, melainkan akibat dari kerusakan lain ( fisik dan atau kimia). Sebagai contoh penggunaan pupuk nitrogen (ammonium sulfat dan sulfur coated urea) yang terus menerus selama 20 tahun dapat menyebab-kan pemasaman tanah dan menurunnya populasi cacing secara drastis.

Pemupukan berlebih dapat berakibat sama buruknya dengan kekurangan nutrisi.  Gejala seperti fertilizer burn terjadi karena pupuk diberikan terlalu banyak, sehingga menyebabkan daun mengering hingga menyebabkan kematian tanaman. Tingkat gejala memar terkait dengan indeks kadar garam pada pupuk dan tanah.  Penggunaan pupuk yang berlebihan, cenderung tidak efektif dan banyak mengeluarkan biaya. Selain itu untuk zat hara yang tidak diserap tanaman akan terbawa oleh air tanah dan terbuang ke sistem perairan misal ke selokan, sungai, waduk atau danau. Zat hara ini justru akan dimanfaatkan oleh gulma di selokan dan sungai seperti rumput liar, gulma, tanaman air seperti kiambang, eceng gondok dan lain-lain. Akibatnya sistem perairan akan tertutup dengan tanaman liar ini dan produksi perikanan mungkin terganggu, keseimbangan ekosistem perairan juga akan terganggu.

Amerika Serikat, 317 miliar kaki kubik gas alam dikonsumsi untuk memproduksi amonia setiap tahunnya. Secara keseluruhan di seluruh dunia, konsumsi gas alam untuk produksi amonia diperkirakan mencapai 5% dari total gas alam yang dikonsumsi, yang kurang lebih setara dengan 2% total kebutuhan energi dunia. Amonia diproduksi dengan memanfaatkan gas alam dalam jumlah besar dengan kebutuhan energi yang tinggi pula untuk meningkatkan tekanan dan temperatur dalam prosesnya. Biaya pembelian gas alam memakan biaya produksi amonia sebesar 90%. Peningkatan harga gas alam tidak terlepas dari peningkatan permintaan komoditas ini untuk memproduksi pupuk sehingga ikut meningkatkan harga pupuk.

Oleh : Evy Latifah

 

Ashwagandha Sebagai Obat Kanker

Penyakit kanker merupakan salah satu penyakit yang paling mematikan. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Jemal et. al (2011) kanker merupakan salah penyebab utama kematian di negara industri dan penyebab kedua kematian di negara berkembang. Setiap tahunnya kasus kanker di seluruh dunia sebesar 12,7 juta dengan angka kematian 7,6 juta (Al-Dimassi, 2014). Kanker adalah sel-sel jaringan tubuh yang tumbuh tidak normal sehingga terjadi mutasi dan perubahan struktur biokimia (Wijaya dan Muchtaridi, 2017).

Saat ini biaya yang harus dikeluarkan untuk melakukan proses penyembuhan penyakit kanker tergolong sangat mahal. Beberapa kejadian di indonesia masyarakat atau pasien yang terkena panyakit kanker harus melakukan operasi dengan biaya yang sangat mahal. Biaya yang sangat mahal tentunya tidak semua pasien dapat membayarnya untuk melakukan operasi atau pengobatan. Sehingga perlu ada alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengobati kanker dengan biaya yang murah.

Pengobatan kanker yang relatif murah dan terjangkau, salah satunya dengan menggunakan bahan alami yang mudah didapat. Obat alami yang dapat digunakan sebagai obat kanker adalah ashwagandha. Ashwagandha merupakan tanaman semak atau gingseng india yang umunya digunakan di ayurveda dan sudah di gunakan di india sejak 5000 tahun lalu  yang dikenal dengan “herbal untuk awet muda dan memperpanjang usia”.

Penelitian Ashwagandha sudah banyak dilakukan oleh beberapa peneliti, salah satunya penelitian widodo et. al (2007). Penelitian yang dilakukan menggunakan menggunakan tikus sebagai bahan percobaan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tikus yang sudah diinjeksi dengan ekstrak daun Ashwagandha pada hari ke-20 tumornya hilang. Hal ini menunjukkan bahwa ekstrak daun Ashwagandha sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tumor pada tubuh tikus.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Ashwagandha dapat digunakan sebagai salah satu obat alami dan murah. Pengembangan atau budidaya Ashwagandha saat ini masih sangat kurang, sehingga bisa menjadi sebuah peluang untuk dijadikan sebagai budidaya tanaman obat-obatan. Sebagai negara yang sangat kaya dengan keanekaragaman hayati, indonesia harusnya dapat menjadi sebagai sentra tanaman obat.

Manfaat dan Keunggulan Pupuk Organik Cair

Tren penggunaan pupuk organik cair berkembang cepat pada era kekinian. Para petani, ibu rumah tangga, tak jarang terlihat anak sekolah mulai menyukai pemanfaatan pupuk organik. Penggunaan pupuk organik cair mulai menjadi tren ketika dampak pemanfaatan pupuk kimia yang dapat menyebabkan berbagai kendala, khususnya kendala terhadap masalah kerusakan lingkungan dan kesehatan, mulai dari rusaknya rantai makanan, degradasi lahan, kesehatan manusia, hingga ketergantungan petani terhadap pupuk murah di pasaran. Hal tersebut diatas membuat pupuk organik cair mulai menjadi alternatif solusi dewasa ini ditengah-tengah kompetisi global, khususnya diantara berbagai macam jenis pupuk.

Terdapat banyak sekali pupuk organik yang digunakan oleh para petani di lahan. Pupuk organik secara teoritis dibedakan berdasarkan bentuk serta bahan penyusunnya. Berdasarkan dari aspek bentuk, terdapat pupuk organik cair dan pupuk organik padat. Adapun berdasarkan dari bahan penyusunnya terdapat pupuk hijau, pupuk kandang dan pupuk kompos. Pada tulisan ini, posisi pupuk organik cair terdapat dalam macam/jenis pupuk adalah terletak pada segi bentuk.

Pada prinsipnya pupuk organik cair memiliki fungsi tidak berbeda dengan pupuk lainnya (pupuk kompos atau pupuk kandang dan jenis pupuk organik lainnya). Pupuk cair organik dapat bersumber dari bahan baku  kotoran ternak dan atau atau sisa-sisa tanaman yang kemudian dilakukan proses pemilahan dan pengomposan melalui keterlibatan mikro-organisme.

Adapun pupuk organik cair menurut jenisnya terdapat dua jenis pupuk cair yang dapat diproduk skala kecil (rumah tangga), yaitu melalui metode pelarutan dan pupuk cair dari hasil fermentasi. Kandungan nutrisi yang terkandung dari keduanya tidaklah jauh berbeda namun proses pembuatannya yang berbeda. Penggunaan daripada pupuk organik cair memiliki beberapa keunggulan dan kelemahan yang dapat membedakan dengan jenis pupuk lainnya.

Pada dasarnya, penulis mengambil kesimpulan bahwa kandungan pada pupuk organik cair cocok digunakan pada berbagai macam karakteristik tanah. Pupuk organik cair memungkinkan tanah dan tanaman dapat menyerap nutrisi (yang terdapat pada tanah) dengan lebih cepat dan mudah. Keunggulan pupuk organik cair lain0lainnya yaitu mengandung berbagai mineral, serta zat-zat esensial yang dibutuhkan tanah dan tanaman, dan hormon pertumbuhan tanaman yang keseluruhnya juga tidak menyebabkan kerusakan atau degradasi kualitas lingkungan, malah justru membudidayakan sistem pertanian ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Oleh : Aulia Nur Mustaqiman

Banyak makan, tapi kurus.

Makan banyak bukan berarti Anda pasti akan menjadi gemuk seketika, karena banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang bisa menjadi gemuk/ kurus. Faktor yang mempengaruhi berat badan seseorang adalah :

1. Banyaknya aktivitas fisik.
2. Genetik.
3. Penyakit kronis seperti TBC / vlek paru, Diabetes, Penyakit jantung, Penyakit hati, gangguan tiroid.
4. Stress psikis.
5. Obat obatan.
6. Faktor istirahat.
7. Faktor lingkungan keluarga.
8. Pola diet yang salah.

Penyebab di atas, bisa jadi benar. Tapi ada dua hal utama yang tidak disebutkan, yang selama ini mengganggu pikiran saya mengenai penyebabnya, yaitu :

1. Konsumsi makanan yang sebenarnya bukan makanan, atau salah menilai kualitas makanan.

Kolostrum segar, dan kolostrum yang sudah direbus, nilai gizinya kalau diukur dengan metoda saat ini bisa dikatakan sama persis. Tapi memberi bayi dengan kolostrum yang sudah direbus, bisa menyebabkan bayi (manusia maupun hewan) mati seketika. Ikan kering dan ikan segar, bisa jadi kandungan gizinya lebih tinggi ikan kering, tapi dampaknya terhadap kesehatan sangat jauh berbeda. Menelaah “The miracle of enzymes” karya Prof Hiromi, intinya : Makanan tanpa kelengkapan enzimnya (enzim dari makanan tersebut atau enzim “pasangan”nya yang diproduksi tubuh manusia) adalah sampah. Enzim adalah protein yang sensitif terhadap panas. Padahal sebagian besar makanan kita diolah dengan panas tinggi.

2. Gizi dan nutrisi yang benar-benar dikonsumsi, bukanlah yang masuk mulut, melainkan yang diserap oleh usus dan diedarkan oleh darah.

Coba telah beberapa butir jagung pipil yang kering. Lihat apa yang dibuang keesokan harinya : tetap butiran jagung ! Efisiensi pencernaan untuk menyerap jagung pipil adalah NOL !. Jadi, kata kuncinya adalah seberapa tinggi efisiensi pencernaan kita dalam menyerap makanan. Kalaupun makanannya sudah benar, tapi pencernaan kita buruk, maka makanan cuma lewat saja.

Kesimpulan.

Untuk mengantisipasi dua hal tersebut, Kefir memegang peranan penting.

1. Kefir merupakan makan yang diolah tanpa pemanasan sama sekali, dan selalu diupayakan dari bahan segar. Dengan demikian enzimnya lengkap. Kefir juga menyediakan bahan baku yang memadai agar tubuh bisa membuat enzim yang dibutuhkan untuk proses metabolisme.

2. Fokus utama Kefir, selain masalah gizi/nutrisi adalah penyempurnaan kerja pencernaan, terutama menyediakan probiotik yang diperlukan agar keseluruhan proses pencernaan berjalan baik. Mikroba pencernaan (seharusnya) jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah seluruh sel dalam tubuh kita.Tidak ada pangan apapun juga yang menyediakan probiotik dalam jumlah dan jenis yang lebih banyak dari Kefir !

Tapi ingat… ingat…!

Kefir bukan segalanya dan satu-satunya.
Simak lagi bahasan tentang menjaga kesehatan secara holistik…

Salam sehat Kefir.

Oleh : Andang Kasriadi (Komunitas Kefir Indonesia)

Manfaat Kefir untuk Kesehatan Tubuh

Kefir adalah produk susu fermentasi dengan menggunakan bibit kefir grain. Kefir memiliki tekstur yang hasil fermentasinya mirip dengan yogurt. Perbedaan  ketiganya terletak pada bahan yang dipakai untuk melakukan proses fermentasi. Berikut perbedaannya :  Yogurt merupakan susu fermentasi dengan 2 jenis bakteri (Lactobacillus bulgaricus dan Streptococcus thermophillus), Yakult merupakan susu fermentasi dengan bakteri Lactobacillus casei jenis Shirota, Kefir adalah susu fermentasi dengan kefir grain yang terdiri dari berbagai jenis asam laktat dan ragi. Di dalam kefir terkandung mikroflora yaitu 18 jenis lactobacillus, 8 jenis streptococci, 14 jenis ragi dan 2 jenis acetobacter (kesemuanya ada sekitar 60 jenis mikroflora).

Kefir merupakan pangan fungsional, yang didalamnya mengandung probiotik serta mempunyai fungsi lain sebagai pengobatan. Artinya selain berfungsi sebagai bahan pangan, kefir pun juga berfungsi sebagai Probiotik dan “obat”. Bibit Kefir berasal dari pegunungan kaukasus yang mayoritas beragama Islam, yang masyarakatnya telah mengkonsumsi kefir selama berabad-abad. Mayoritas penduduk di daerah pegunungan kaukasus berumur seratus tahun lebih. Mereka percaya bahwa benih kefir diberikan kepada rakyat kaukasus oleh Nabi Muhammad saw, sehingga kefir ini disebut “The grain of prophet” (benih dari nabi). Kata kefir berasal dari kata “kaafuura” yang berarti “air dari mata air di surga yang berwarna putih, harum dan sedap rasanya”.  Surat Al Insan (QS, 76:5-6)

Beberapa macam kefir yang umum ada 3 antara lain yaitu  Kefir Prima, Kefir Bening dan Kefir Medika. Banyak laporan medis menunjukkan bahwa kefir telah membantu pengobatan psoriasis, eksim, alergi, migraine, asam urat, ramatik arthritis, candidiasis dan colitis. Bahkan WHO telah melaporkan bahwa Kefir sangat efektif mengobati TBC dan tifus. Kefir mengandung probiotik yang sangat baik untuk tubuh manusia dan berbeda dengan prebiotik. Probiotik berarti makanan atau minuman yang berisi mikroorganisme-mikroorganisme yang diharapkan begitu masuk dalam tubuh akan dapat berguna dan meningkatkan kesehatan tubuh. Makanan probiotik bisa berbentuk yogurt, keju,mentega, sari buah dan susu formula yang difortifikasi dengan bakteri asam laktat. Akhir-akhir ini probiotik juga diformulasi dalam bentuk tablet maupun kapsul suplemen. Sedangakan Prebiotik adalah karbohidrat yang tidak dicerna tubuh, namun dapat dicerna oleh mikroba yang menguntungkan dalam tubuh, sehingga meningkatkan kesehatan. Prebiotik umumnya meningkatkan komposisi mikroba yang menguntungkan (serta meningkatkan aktivitasnya) dan mengurangi mikroba yang merugikan dalam tubuh. Dapat dikatakan bahwa Prebiotik merupakan sumber makanan bagi Probiotik. Prebiotik secara alami terdapat pada biji-bijian, sayuran, dan buah-buahan. Produk olahan kedelai seperti susu kedelai, tempe, tahu, dan tauco, kaya akan prebiotik.

Kefir mempunyai manfaat yang sangat banyak antara lain

  1. Sebagai sumber berbagai macam enzim pencernaan yang akan membantu meringankan proses pencernaan dalam saluran pencernaan
  2. Merangsang produksi enzim di dalam tubuh dan membantu memperbaiki fungsi empedu dan pankreas, meringankan kerja empedu, liver dan pankreas
  3. Memiliki sifat menekan berbagai macam radang organ penting bagian dalam tubuh (anti-inflammatory)
  4. Memperbaiki fungsi otot, sendi dan sistem motorik tubuh
  5. Melindungi tubuh dari infeksi virus
  6. Menyembuhkan Candidiasis (serangan jamur pada organ selaput lendir pada mulut)
  7. Mampu mencegah paru-paru basah dan radang paru-paru (pneumonia)
  8. Mencegah serangan asma, mencegah asma kambuh, mengobati asma saat sedang kambuh
  9. Mengobati masuk angin
  10. Mampu meredakan dan menyembuhkan penyakit bronkitis
  11. Mengobati infeksi saluran pernafasan atas
  12. Mampu meredakan flu dan mencegah flu babi
  13. Mampu mengobati tukak lambung (gastritis)
  14. Mencegah dan meringankan haemorrhoid (ambeien/wasir)
  15. Mencegah dan mengobati encok
  16. Memperkuat otot jantung. Mencegah jantung koroner
  17. Menyehatkan ginjal. Memperbaiki fungsi ginjal. Meringankan kerja ginjal
  18. Sangat efektif mempercepat penghentian perdarahan pada luka baru maupun lama\
  19. Melindungi tubuh dari serangan TBC
  20. Sebagai sumber bakteri probiotik yang baik bagi usus
  21. Mengendalikan berat badan
  22. Memperkuat tulang dan mencegah osteoporosis
  23. Membersihkan saluran pencernaan
  24. Sumber alternatif pengganti susu bagi penderita lactose intolerance (tidak cocok susu)
  25. Sangat efektif menurunkan kadar gula dalam darah. Sangat baik bagi penderita diabetes
  26. Baik bagi kesehatan liver, ginjal, lambung dan usus
  27. Dan masih banyak lagi lainnya

Mekanisme Pembuatan Kefir

Cara membuat kefir :

Bahan :

  1. Grain/bibit kefir
  2. Susu segar kambing/sapi, susu almond, susu kedelai dsb

Tahapan :

  1. Siapkan wadah bersih tertutup
  2. Campurkan grain dengan susu komposisi 1 : 20 (komposisi tdk saklek, bisa berapun dan berpengaruh pada lamanya proses fermentasi)
  3. Aduk rata campuran susu dan grain, simpan dalam wadah yang sudah disediakan tutup tapi jangan rapat dapat grain bisa bernafas (grain ini makhluk hidup yg butuh udara dan kasih sayang)
  4. Simpan wadah yg berisi susu tersebut di tempat kering, bersih, hangat dan terlindung dr sinar uv
  5. Fermentasikan selama 2 x24 jam dan aduk lagi pada 24 jam pertama
  6. Pada 24 jam kedua kefir bisa dipanen dengan cara saring adonan pisahkan antara grain dengan susu. Grain bisa dipakai lagi dan susu simpan dalam wadah terpisah.

Sumber : Komunitas Kefir Indonesia