iklan

Budidaya Jamur Tiram

Deskripsi Jamur Tiram

Nama jamur tiram (Pleurotus sp.) diberikan karena bentuk tudung jamur ini yang agak membulat, lonjong dan melengkung menyerupai cangkang tiram. Ukuran diameternya mencapai 3-15 cm. Warna jamur tiram, ada bermacam-macam, tetapi yang umum dibudidayakan adalah jamur tiram putih (Pleurotus florida).

Jamur tiram memiliki inti plasma dan spora yang berbentuk sel-sel lepas atau bersambungan membentuk hifa dan miselium. Hifa membentuk jaringan yang disebut dengan miselium dan miselium menyusun jalinan–jalinan semu menjadi tubuh buah (fruiting body). Pada titik-titik pertemuan miselium akan terbentuk bintik kecil yang disebut pin head atau calon tubuh buah jamur.

Nilai Gizi Jamur Tiram

Selain rasanya yang lezat, jamur tiram juga mengandung gizi yang cukup besar manfaatnya bagi kesehatan manusia sehingga jamur tiram dapat dianjurkan sebagai bahan makanan bergizi tinggi dalam menu sehari-hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan pakar jamur di Departemen Sains Kementrian Industri Thailand beberapa zat yang terkandung dalam jamur tiram atau Oyster mushroom adalah protein 5,94 %; karbohidrat 50,59 %; serat 1,56 %; lemak 0,17 % dan abu 1,14 %. Selain itu, kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mengobati berbagai penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi, anti-tumor, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan polio dan influenza serta mampu menanggulangi kekurangan gizi (malnutrisi).

Bila dihitung dari berat kering jamur tiram, kandungan proteinnya adalah 19 – 35 % sementara gandum hanya 7,3 %, kedelai  13,2 %, dan susu sapi 25,2 %. Jamur tiram juga mengandung 9 asam amino esensial yang tidak bisa disintesis dalam tubuh yaitu Lisin, Metionun, Triotofan, Threonin, Valisin, Leusin, Isoleusin, Histidin dan Fenilanin. Kandungan lemak jamur tiram sebagian besar merupakan asam lemak tak jenuh. Jamur tiram juga mengandung sejumlah vitamin penting terutama kelompok Vitamin B, Vitamin C dan provitamin D yang akan diubah menjadi Vitamin D dengan bantuan sinar matahari.

 Syarat Tumbuh

Tempat tumbuh jamur tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organik yang ada didalamnya. Pembudidayaan jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai media tanamnya. Serbuk gergaji yang digunakan sebaiknya berasal dari kayu yang tidak bergetah, sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat pertumbuhan miselium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan serbuk kayu sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu serbuk kayu yang digunakan tidak busuk dan tidak ditumbuhi jamur jenis lain (kontaminan).

Untuk meningkatkan produksi jamur tiram, maka dalam campuran bahan media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan lain berupa bekatul dan tepung jagung. Dalam hal ini harus dipilih bekatul dan tepung jagung yang mutunya baik dan masih baru. Kegunaan penambahan bekatul dan tepung jagung sebagai sumber karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu perlu ditambahkan bahan-bahan lain seperti kapur (Calsium carbonat) sebagai sumber mineral dan pengatur pH.

Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya. Kadar air diatur 60 – 65 % atau sesuai dengan kapasitas lapang. Sebaiknya air yang digunakan dalam proses pencampuran media adalah air yang bersih.

Tingkat keasaman (pH)

Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan miselium jamur akan terhambat, bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mengganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 – 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).

 Suhu udara

Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 – 28 0C dengan kelembaban 60 – 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 – 22 0C dengan kelembaban 70-90 0C.

 Cahaya
Pertumbuhan miselium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar, sebaiknya selama masa pertumbuhan miselium (masa inkubasi), baglog ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya, maka badan buah tidak dapat tumbuh. Oleh karena itu pada masa penumbuhan badan buah, kumbung jamur perlu di atur sedemikian rupa sehingga intensitas sinar matahari yang masuk berkisar antara 60 – 70%.Proses Budidaya Jamur

Budi daya jamur tiram terdiri dari beberpa tahap yang harus dilalui, antara lain :

1. Pencampuran Media

Media yang digunakan terdiri dari; serbuk kayu, bekatul, kapur, tepung jagung dan air. Serbuk kayu berguna sebagai sumber selulose bagi pertumbuhan jamur tiram, sedangkan bekatul adalah sumber vitamin B kompleks yang dibutuhkan dalam pertumbuhan jamur tiram. Langkah awal pembuatan media adalah pengayakan serbuk gergaji. Pengayakan dilakukan dengan alat pengayak biasa berdiameter 0,5 x 0,5 cm yang dilakukan oleh 2 orang. Kemudian, serbuk gergaji dicampur dengan bekatul, kapur, tepung jagung secara merata. Adapun komposisi serbuk kayu : bekatul : gipsum (kapur) : tepung jagung adalah 7 : 1 : 1 : 0,5 (gambar 1). Media yang telah tercampur, kemudian disiram air sampai agak lembab dan di aduk rata. Media yang telah disiram air, lalu ditutup dengan menggunakan terpal (plastik) selama 1 hari dengan tujuan dekomposisi.

Gambar 1. Pencampuran Media Baglog

2.Pembuatan dan Pengemasan Baglog

Pembuatan log dilakukan setelah medianya siap. Ciri media jamur yang baik antara lain: menggumpal saat dikepal dan air tidak menetes.  Media dimasukkan ke dalam kantung plastik PP yang tahan panas berukuran 2 kg. Pada saat proses pemasukan ke dalam plastik, media ditekan agar agak padat. Selain menggunakan tangan, pemadatan media dapat dibantu dengan alat berupa kayu. Kepadatan media berpengaruh terhadap kualitas pertumbuhan miselium. Setelah itu, ujung plastik di beri cincin sebagai jalan keluar badan buah jamur dan di tutup dengan kertas, kapas atau plastik (gambar 2).

Gambar 2. Pengemasan Media Baglog

3. Sterilisasi Media

          Sterilisasi media dilakukan setelah proses pembuatan baglog selesai. Sterilisasi ini bertujuan untuk mematangkan media dan membunuh mikroorganisme lain (selain bibit jamur tiram) agar tidak terjadi kontaminasi. Adapun alat-alat yang digunakan untuk menyeterilkan media terdiri dari drum berkapasitas 200 liter atau ruangan (kamar) dengan kapasitas 1000 log, kompor dan termometer (gambar 3). Sedangkan bahan yang dibutuhkan yaitu: minyak tanah, air bersih dan media log itu sendiri. Setelah semua log dimasukkan dalam ruangan sterilisasi, kemudian ruangan ditutup rapat agar steaming (penguapan) berjalan efektif. Pengukusan (penguapan) dilakukan selama 4-5 jam dengan suhu berkisar antara 90-110 oC. Kisaran suhu 90-110 oC menyebabkan mikroorganisme yang terbawa media log menjadi mati. Kenaikan suhu diukur dengan termometer. Sebelum dikeluarkan dari tempat sterilisasi, biasanya log dibiarkan selama 24 jam (overnight) agar media sudah dingin pada saat di keluarkan.

Gambar 3. Alat Sterilisasi Media Baglog

4. Inokulasi Bibit Jamur

Sebelum dilakukan inokulasi bibit jamur, terlebih dahulu disiapkan media log yang akan diinokulasi, bibit jamur, alat penyemprot, alkhohol, bunsen, dan lain sebagainya (gambar 4). Proses inokulasi bibit jamur ke dalam media Log dilakukan pada suatu ruangan khusus yang steril.

Gambar 4. Proses Inokulasi Bibit Jamur Tiram ke Baglog

    Sterilisasi dilakukan dengan menggunakan alkohol 70% yang disemprotkan pada seluruh bagian ruangan, alat dan bahan yang digunakan selama proses inokulasi berlangsung. Langkah pertama, ambil bibit jamur pada media botol dengan pinset atau stik inokulasi, lalu dimasukkan dalam log yang kemudian tutup kembali cincin baglog dengan kertas atau kapas. Selama proses inokulasi sebaiknya dilakukan dekat dengan bunsen agar tetap steril.

5. Inkubasi

Inkubasi merupakan waktu yang dibutuhkan mulai inokulasi hingga jamur siap ditumbuhkan. Inkubasi dilakukan setelah inokulasi Log Media selesai. Baglog dipindahkan ke ruang inkubasi untuk menumbuhkan miselium jamur, suhu yang diharapkan 22 – 28 0C.

6. Penumbuhan Badan Buah

Setelah miselium memenuhi seluruh permukaan baglog. Kemudian baglog dipindahkan ke ruang produksi (kumbung jamur) dengan membuka tutup cincin log dan diletakkan dengan posisi horizontal dan berselang-seling tiap barisnya (Gambar 5).

Gambar 5. Kumbung Jamur Tiram (kiri) dan Tahapan Perkembangan Badan Buah Jamur Tiram (kanan)

 Selama  penumbuhan badan buah dibutuhkan penyemprotan dengan air bersih secara teratur pada lantai dan Log Media untuk menjaga suhu mikro di sekitar baglog jamur, namun diusahakan agar air tidak sampai masuk ke dalam baglog agar tidak mengganggu proses pembentukan pin head dan menghindari kebusukan. Pemanenan sebaiknya di lakukan pada pagi hari untuk mempertahakan kesegarannya dan mempermudah pemasaran

7. Pemanenan

Kegiatan (cara dan waktu) pemanenan ikut menentukan kualitas jamur tiram putih yang di panen. Panen di lakukan setelah pertumbuhan jamur tiram putih mencapai tingkat yang optimal yakni cukup besar, tetapi belum mekar penuh. Pemanenan ini biasanya di lakukan 3 hari setelah tumbuh calon badan buah jamur (pin head). Pada saat itu, ukuran jamur tiram putih sudah cukup besar dengan diameter rata-rata 5-10 cm. Pemanenan perlu dilakukan dengan mencabut keseluruhan rumpun hingga akar-akarnya untuk menghindari adanya akar atau batang jamur yang tertinggal pada saat pemanenan.

8. Sortasi dan Penyimpanan

Sortasi merupakan pemisahan hasil panen ke dalam kategori-kategori yang berbeda berdasarkan karakter fisiknya seperti ukuran, bentuk, dan warna. Biasanya jamur tiram yang berwarna kuning (kualitas rendah) tidak perlu di buang, sedangkan jamur yang kondisinya baik atau segar bisa langsung di packing untuk kemudian di pasarkan. Biasanya jamur tiram yang sudah di panen dapat disimpan lemari es.

Oleh : Fery Abdul Choliq