iklan

Memperbanyak Tanaman Succulent dengan Teknik Propagasi

Succulent merupakan tanaman yang dapat beradaptasi di lingkungan kering serta dapat bertahan pada musim kemarau dengan menyimpan banyak air pada batang atau daun tanaman tersebut. Tanaman succulent biasanya memiliki daun, batang, atau akar yang tebal dan banyak sehingga dalam perbanyakan tanaman succulent sangat mudah dan menghasilkan banyak anak tanaman baru dengan cepat. Tanaman succulent dapat bertahan pada musim kemarau namun tidak dapat terkena cahaya matahari langsung, sehingga harus berada pada tempat terang yang tidak terkena cahaya matahari langsung atau ternaungi, untuk itu banyak sekali orang yang menyimpan tanaman succulent di dalam rumah sebagai tanaman hias. Selain itu, tanaman succulent tidak sulit untuk dirawat karena hanya memerlukan sedikit air. Teknik perbanyakan tanaman ada yang menggunakan perbanyakan secara vegetatif, vegetatif, dan stek. Pada perbanyakan tanaman succulent, cara yang dilakukan yaitu dengan propagasi atau stek daun. Teknik propagasi atau stek daun merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan mengambil bagian tanaman yang ingin diperbanyak yaitu daun dan ditanam pada media tanam hingga tumbuh akar pada daun tersebut dan menjadi tanaman baru yang sifatnya sama dengan induknya. Manfaat menanam tanaman succulent yaitu dapat membersihkan udara, menjadikan udara yang kering menjadi lebih lembab, hiasan, serta sebagai anti radiasi. Tanaman succulent yang dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik propagasi atau stek daun salah satunya yaitu tanaman succulent Echeveria, Haworthia, Aloe, Crassula, dan lainnya.

            Tanaman succulent dapat diperbanyak dengan teknik propagasi atau stek daun. Sebelum melakukan stek pada tanaman succulent, dilakukan pengecekan tanaman terlebih dahulu. Tanaman succulent yang akan dipropagasi harus dalam keadaan sehat dan daunnya tidak rusak, sehingga perbanyakan succulent dengan teknik propagasi atau stek daun dapat berjalan dengan lancar. Setelah itu, hal yang harus dilakukan untuk memperbanyak tanaman succulent ialah mengambil daun succulent yang berada di batang paling bawah, jangan mengambil daun yang masih muda karena masih dapat melakukan pertumbuhan, lalu dicek kembali kondisi daun tersebut agar daun yang akan ditanam merupakan daun yang sehat. Jangan mengambil daun yang warnanya berubah, adanya bitnik-bintik pada daun, atau daun yang robek untuk ditanam, ambilah daun succulent dengan memetiknya secara pelan-pelan agar tidak rusak, selanjutnya taruh daun tersebut pada tempat hangat yang tidak terkena cahaya matahari langsung hingga luka pada daun succulent tersebut mengering karena apabila langsung diletakkan pada media tanam maka daun tersebut akan mati dan mengkerut, setelah luka mongering, agar pertumbuhan tanaman succulent berjalan dengan cepat, maka ujung daun dicelupkan pada hormon pertumbuhan akar, lalu letakkan daun pada media tanam dengan membuat lubang kecil pada tanah dan letakkan ujung daun tersebut ke lubang kecil tersebut, tempatkan daun yang sudah berada di media tanam tersebut pada tempat terang yang tidak terkena cahaya matahari langsung, lalu basahi daun succulent setiap hari dengan botol semprotm, hindari penyiraman yang berlebihan agar daun yang ditanam tidak membusuk karena terlalu banyak air.

Pada minggu ke-4 setelah penanaman maka akan ada tanaman baru yang tumbuh pada ujung daun, tutupi akar yang keluar dengan tanah, selanjutnya daun induk akan menjadi layu dan harus dilepaskan dari tanaman baru secara hati-hati, siapkan pot kecil yang memiliki lubang pot agar drainasenya baik, tanaman succulent lebih baik ditanam di pot kecil dibandingkan dengan ditanam dalam pot besar. Masukkan media tanam ke dalam pot kecil tersebut, lalu buatlah lubang dengan jari dan tanam tanaman succulent baru ke media tanam tersebut, setelah itu, taruh kerikil-kerikil diatas permukaan media tanam agar air dapat mudah mengalir, apabila media tanam berupa tanah terlihat kering, maka siramlah tanaman succulent tersebut hingga tanahnya basah dengan merata, lalu pindahkan pot yang berisi tanaman succulent tersebut ke tempat yang terang namun tidak terkena cahaya matahari langsung, tanaman succulent juga dapat diletakkan pada tempat yang ternaungi seperti di bawah pohon, apabila ingin menaruhnya di dalam rumah, tanaman succulent dapat diletakkan di dekat jendela agar tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Penyiraman tanaman succulent dilakukan sekali dalam seminggu atau sekali dalam dua minggu. Lakukan propagasi atau stek daun kembali apabila tanaman succulent sudah berukuran cukup besar.

oleh: Fresa F

Kisah Inspiratif (Petuah Kopi)

《PETUAH KOPI》

 

Berikut ini merupakan dialog antara seorang kyai dengan seorang santri. Yang memberikan pelajaran hidup kepada seorang santri dengan menganalogikan kehidupan yang ada di dunia.

Kyai : Tolong buatkan kopi dua gelas untuk kita berdua, tapi gulanya jangan engkau tuang dulu, bawa saja ke mari beserta wadahnya.

Santri : Baik, kyai.

Tidak berapa lama, sang santri sudah membawa dua gelas kopi yang masih hangat dan gula di dalam wadahnya  beserta sendok kecil.

Kyai : Cobalah kamu rasakan kopimu nak , bagaimana rasa kopimu?

Santri : rasanya sangat pahit sekali kyai

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah mulai berkurang, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahitnya sudah berkurang banyak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa manis mulai terasa tapi rasa pahit juga masih sedikit terasa, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Rasa pahit kopi sudah tidak terasa, yang ada rasa manis, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : sangat manis sekali, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : Terlalu manis. Malah tidak enak, kyai.

Kyai : Tuangkanlah sesendok gula lagi, aduklah, bagaimana rasanya?

Santri : rasa kopinya jadi tidak enak, lebih enak saat ada rasa pahit kopi dan manis gulanya sama-sama terasa, kyai.

Kyai : Ketahuilah nak.. pelajaran yg dapat kita ambil dari contoh ini adalah.. jika rasa pahit kopi ibarat kemiskinan hidup kita, dan rasa manis gula ibarat kekayaan harta, lalu menurutmu kenikmatan hidup itu sebaiknya seperti apa nak?

Sejenak sang santri termenung, lalu menjawab.

Santri : Ya kyai, sekarang saya mulai mengerti, bahwa kenikmatan hidup dapat kita rasakan, jika kita dapat merasakan hidup seperlunya, tidak melampaui batas. Terimakasih  atas pelajaran ini, kyai.

Kyai : Ayo santriku, kopi yg sudah kamu beri gula tadi, campurkan dengan kopi yang belum kamu beri gula, aduklah, lalu tuangkan dalam kedua gelas ini, lalu kita nikmati segelas kopi ini.

Sang santri lalu mengerjakan perintah kyai.

Kyai : Bagaimana rasanya?

Santri : rasanya nikmat, kyai…

Kyai : Begitu pula jika engkau memiliki kelebihan harta, akan terasa nikmat bila engkau mau membaginya dengan yang memerlukan.

Santri : Terima kasih atas petuahnya, kyai.

 

Selamat ngopi….

sumber : anonim