iklan

Dampak Impor Kedelai yang Dilakukan Pemerintah Terhadap Petani Kedelai

Sektor pertanian Indonesira memegang peranan perekonomian Indonesia, bahkan saat krisis moneter terjadi sektor pertanianlah yang paling tahan mendapatkan goncangan tersebut. Indonesia merupakan salah satu negara dengan jumlah penduduk terbanyak di dunia, yakni mencapai 237,6 juta jiwa. Dengan angka pertumbuhan yang tinggi, yakni mencapai 1,49 % per tahun, menjadikan negara agraris ini sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia. Banyaknya jumlah penduduk di Indonesia pada akhirnya mempengaruhi besarnya sumber-sumber pangan yang harus disediakan, salah satunya adalah kedelai. Kedelai adalah salah satu tanaman jenis polong-polongan yang menjadi bahan dasar banyak makanan dari Asia Timur seperti kecaptahu, dan tempe. Belakang ini harga kedelai yang menjadi bahan baku bagi beberapa makanan di Indonesia melonjak naik. gejolak harga kedelai disebabkan oleh masalah klasik yakni turunnya produksi dalam negeri dan naiknya harga di pasar global. Ada banyak penyebab  turunnya produksi kedelai nasional diantaranya gagal panen, menciutnya lahan tanaman pangan, dan bencana alam.

 Namun yang paling vital adalah dikarenakan kebijakan yang keliru. pemerintah  dengan kebijakan pasar bebasnya mulai membuka keran impor kedelai dan menurunkan bea masuk. Saat itu pasar nasional dibanjiri kedelai impor, akibatnya harga kedelai di tingkat petani tertekan, petani banyak yang merugi, kebijakan tersebut membuat petani hengkang dari budidaya kedelai. Keadaan itu diperparah dengan kebijakan pembangunan pertanian yang keliru. Pemerintah lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit, disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai. 

            Tempe dan tahu adalah lauk pauk utama masyarakat Indonesia, walaupun demikian Indonesia belum bisa mencukupi kebutuhan kedelai dalam negerinya yang mengakibatkan harus mengimpor kedelai dari Argentina,Chili,Brazil dan Amerika. Hal ini dapat terjadi karena permintaan kedelai dalam negeri sebanyak 2,7 juta ton tidak sebanding dengan produksi dalam negeri yang hanya sebesar 500.00 ton. Amerika Serikat adalah negara pengekspor kedelai terbesar di Indonesia sebanyak  2,38 juta ton.

            Setiap tahunnya jumlah produksi kedelai dalam negeri memurun karena setiap tahunnya lahan pertanian berkurang dan digantikannya dengan industry hal ini dapat terjadi sebab saat ini Indonesia sedang mengalami masa transisi dari negara agraris ke negara industry  ditambah lagi dengan banyak petani yang awalnya berkosentrasi menanam kedelai namun belakangan ini beralih menanam komoditas lainnya seperti jagung,padi,buah-buahan. Hal ini dapat terjadi karena dampak negative impor kedelai yang berlebihan yang berakibat kedelai lokal kalah saing dalam segi harga dan kualitas.

            Rendahnya produksi kedelai dalam negeri salah satu penyebabnya yaitu ketidak berpihakan pemerintah seperti lebih mengutamakan usaha-usaha agrobisnis perkebunan yang berlahan luas seperti kelapa sawit, disisi lain pembangunan tanaman pangan terbengkalai, sedangkan infrastruktur irigasi tidak dibangun bahkan yang sudah ada pun tidak dipelihara sehingga kuantitas dan kualitasnya menurun. Sementara itu, lahan pertanian pangan terus menyusut dan tidak dijalankan pembaruan agraria.  Untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi kedelai dalam negeri perlunya peran aktif pemerintah dalam pemberian bantuan berupa bibit unggul,pupuk, pembangunan sarana dan prasarana pertanian serta pembatasan impor agar kedelai local dapat bersaing dengan kedelai impor.

Oleh : Ivan FS