iklan

Jenis-jenis Kefir

KEFIR PRIMA (KP)

Kefir Prima beraroma asam sedang, yang secara umum dapat diterima oleh setiap orang, sehingga baik disajikan sebagai minuman yang menyegarkan. Kefir Prima merupakan minuman/makanan dengan gizi paling lengkap. Kefir ini dibuat dengan menggunakan Kefir Grains dengan konsentrasi 2-8% grain untuk 1 liter susu, yang difermentasi selama 2 x 24 jam. Jadi, merupakan turunan pertama (mother culture) sehingga dapat dijadikan sebagai bibit praktis.

Kefir ini cukup kental, karena pada saat produksi, bagian yang bening dipisahkan menjadi produk tersendiri, yaitu Kefir Bening (Kefir Whey). Semua khasiat Kefir terdapat pada Kefir Prima ini, dengan fokus pada penanggulangan masalah pencernaan, menjaga fungsi liver, diet standard penderita diabetes, dan peningkatan kebugaran.

KEFIR BENING (KB)

Kefir Bening terbuat dari whey yang terbentuk pada saat proses pembuatan Kefir. Kefir ini dikenal di Indonesia sebagai obat diabetes. Kefir Bening merupakan minuman isotonik dengan kualitas SUPER, karena paling sesuai dengan cairan tubuh manusia dan hewan pada umumnya. Untuk penderita diabetes, Kefir ini sekaligus berfungsi sebagai asupan insulin, karena seperti kita ketahui, insulin yang digunakan oleh penderita diabetes juga ada yang berasal dari insulin sapi. Kefir ini sangat cepat mengatasi dehidrasi, baik akibat panas, keluar keringat berlebihan maupun sebagai pengganti oralit, karena lebih bagus dan seimbang daripada oralit.

Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan asinan (sauerkraut) dan pengganti cuka dapur yang aman terhadap iritasi lambung.

Kefir Bening Super, adalah kombinasi antara Whey Kefir yang didapat dari penyaringan saat pembuatan kefir prima ditambah dengan Whey Kefir Kolostrum (15%) yang didapat dari penyaringan Kefir Kolostrum. Serum yang dihasilkan dari kombinasi ini sangat baik untuk menjaga daerah sensitif kewanitaan, mempercepat perbaikan pankreas dan pembentukan insulin tubuh, mempercepat pemulihan pada penyandang stroke, lupus, auto imun, hipertensi, Anxiety, GERD, dan bahan dasar dalam pembuatan cleanser, toner wajah, toner rambut, conditioner, anti-jerawat, peremajaan dan perbaikan struktur kulit.

KEFIR MEDIKA (KM)

Kefir Medika mempunyai aroma dan rasa asam yang tajam. Kefir ini mempunyai efek pengobatan yang kuat. Konsumsi Kefir ini sebaiknya diikuti dengan konsumsi makanan berserat. Kefir jenis inilah yang digunakan untuk menunjang pengobatan tuberculosis di sanatorium Rusia, karena mempunyai efek antibiotika yang kuat. Cocok untuk mengatasi penyakit infeksi seperti hepatitis, DBD, Herpes dsb.

Ekstrak Kefir ini digunakan sebagai bahan untuk membuat obat luar, seperti untuk mengobati sengatan matahari, dan untuk beberapa jenis infeksi kulit, seperti eksim, kutu air dan sejenisnya. Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dasar dan campuran untuk pembuatan kosmetika, seperti cleansing cream, foundation, anti ketombe dsb.

Tampilannya sepintas sama dengan Kefir Prima, hanya lebih encer, namun rasa lebih asam. Beda pada saat pembuatan digunakan Kefir Grains dengan konsentrasi 20%, dibuatnya juga sama dalam 2 x 24 jam. Digunakan pada penyakit yang mengandung infeksi, baik bakteri maupun virus.

Kefir Medika Super, adalah produk kombinasi dari kefir medika dengan kefir kolostrum (35%), yang bermanfaat untuk penanganan berbagai jenis penyakit, pengembalian fungsi tubuh, pengembalian fungsi indera tubuh, perbaikan imun tubuh, perbaikan genetika, perbaikan metabolisme, peningkatan kebugaran, anti virus, anti tumor, anti kanker, perbaikan menyeluruh terhadap sub sistem tubuh.

KEFIR SOYA (S)

Kefir Soya terbuat dari 70% susu kedelai dan 30% susu sapi. Kefir ini mengandung lecithin, yang berguna untuk memperbaiki kondisi pembuluh darah koroner di jantung. Direkomendasikan juga untuk yang membutuhkan seluruh manfaat susu dan kedelai, yaitu yang menderita myom, kista, kelenjar getah bening, diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Pembuatan Kefir soya tidak menggunakan Kefir Grain, Tapi menggunakan Kefir Prima sebagai Staternya.

KEFIR OPTIMA (O)

Kefir ini merupakan hasil fermentasi susu dengan menggunakan Kefir Prima sebagai starter. Hasilnya juga tidak dipisahkan antara curd/bagian yang putih/padatan tidak larut, dengan Kefir Beningnya. Kefir ini sangat praktis untuk dibuat sendiri, karena nyaris tidak memerlukan peralatan apapun dalam pembuatannya. Cukup campurkan satu bagian (100ml) Kefir Prima dengan 7 sampai 10 (700ml – 1 liter) bagian susu murni, maka dalam 2 x 24 jam, semuanya menjadi Kefir Optima.

Kefir Optima ini khasiatnya praktis sama dengan Kefir Prima dan Kefir Bening yang dicampurkan, dan dapat menggantikan semua varian Kefir, hanya volumenya perlu sedikit disesuaikan.

KEFIR COLOSTRUM (KC)

Kefir ini adalah berasal dari colostrum sapi yang di fermentasi dengan bibit kefir grain. Kefir Colostrum khasiatnya akan meningkat dibandingkan dengan colostrum biasa (sebelum fermentasi). Aroma kefir menjadi lebih harum dan lebih segar, bau anyir menghilang dan cita rasa menjadi lebih lezat. Colostrum yang digunakan untuk kefir mengandung sekitar 30 mg/g (3%) IgG, dan berasal dari colostrum segar.

KEFIR PRIMA SUPER (KPS)

Kefir Prima Super merupakan produk kombinasi antara Kefir Prima + Kefir Kolostrum (15%), yang membuat minum kefir menjadi lebih praktis karena anda tak perlu mengkonsumsi 2 jenis Kefir (Kefir Prima+Kefir Kolostrum). Semua khasiat Kefir terdapat pada Kefir Prima Super ini, dengan fokus pada penanggulangan masalah pencernaan, menjaga fungsi liver, diet standard penderita diabetes, keluhan penyakit berat, pemulihan pasca operasi dan peningkatan kebugaran.

Kefir Prima Super+ adalah produk terbarukan dari kefir prima super, karena menggunakan tambahan kefir kolostrum sebanyak 35%. Kefir Prima Super+ ini lebih diarahkan kepada penanggulangan imun tubuh, masalah pencernaan, perbaikan fungsi liver, perbaikan fungsi ginjal, perbaikan fungsi jantung, perbaikan fungsi otak, anti tumor dan anti kanker, perbaikan pankreas, perbaikan paru-paru, penanganan colon kanker, beragam penyakit berat, serta pemulihan pasca operasi, dan peningkatan kebugaran.

KEFIR KOSMETIK

Kefir kosmetik adalah kosmetika yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar kefir susu. Bahan dasar kefir yang dipakai bisa berasal dari kefir whey, kefir medika, atau kefir kolostrum. Kefir kosmetik ini dibuat dengan memisahkan serum (whey) dari curd (cream) nya, sehingga terdapat 2 bahan dasar yaitu bahan padat yang dapat digunakan untuk cream, creambath, masker, lulur, sunblock, lotion dan moizturizer. Sedangkan bagian yang cair dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan tonik wajah, tonik rambut, douche, antiseptik, obat jerawat, anti ketombe, dan atasi kulit yang berjamur.

Oleh : Komunitas Kefir Indonesia

Banyak makan, tapi kurus.

Makan banyak bukan berarti Anda pasti akan menjadi gemuk seketika, karena banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang bisa menjadi gemuk/ kurus. Faktor yang mempengaruhi berat badan seseorang adalah :

1. Banyaknya aktivitas fisik.
2. Genetik.
3. Penyakit kronis seperti TBC / vlek paru, Diabetes, Penyakit jantung, Penyakit hati, gangguan tiroid.
4. Stress psikis.
5. Obat obatan.
6. Faktor istirahat.
7. Faktor lingkungan keluarga.
8. Pola diet yang salah.

Penyebab di atas, bisa jadi benar. Tapi ada dua hal utama yang tidak disebutkan, yang selama ini mengganggu pikiran saya mengenai penyebabnya, yaitu :

1. Konsumsi makanan yang sebenarnya bukan makanan, atau salah menilai kualitas makanan.

Kolostrum segar, dan kolostrum yang sudah direbus, nilai gizinya kalau diukur dengan metoda saat ini bisa dikatakan sama persis. Tapi memberi bayi dengan kolostrum yang sudah direbus, bisa menyebabkan bayi (manusia maupun hewan) mati seketika. Ikan kering dan ikan segar, bisa jadi kandungan gizinya lebih tinggi ikan kering, tapi dampaknya terhadap kesehatan sangat jauh berbeda. Menelaah “The miracle of enzymes” karya Prof Hiromi, intinya : Makanan tanpa kelengkapan enzimnya (enzim dari makanan tersebut atau enzim “pasangan”nya yang diproduksi tubuh manusia) adalah sampah. Enzim adalah protein yang sensitif terhadap panas. Padahal sebagian besar makanan kita diolah dengan panas tinggi.

2. Gizi dan nutrisi yang benar-benar dikonsumsi, bukanlah yang masuk mulut, melainkan yang diserap oleh usus dan diedarkan oleh darah.

Coba telah beberapa butir jagung pipil yang kering. Lihat apa yang dibuang keesokan harinya : tetap butiran jagung ! Efisiensi pencernaan untuk menyerap jagung pipil adalah NOL !. Jadi, kata kuncinya adalah seberapa tinggi efisiensi pencernaan kita dalam menyerap makanan. Kalaupun makanannya sudah benar, tapi pencernaan kita buruk, maka makanan cuma lewat saja.

Kesimpulan.

Untuk mengantisipasi dua hal tersebut, Kefir memegang peranan penting.

1. Kefir merupakan makan yang diolah tanpa pemanasan sama sekali, dan selalu diupayakan dari bahan segar. Dengan demikian enzimnya lengkap. Kefir juga menyediakan bahan baku yang memadai agar tubuh bisa membuat enzim yang dibutuhkan untuk proses metabolisme.

2. Fokus utama Kefir, selain masalah gizi/nutrisi adalah penyempurnaan kerja pencernaan, terutama menyediakan probiotik yang diperlukan agar keseluruhan proses pencernaan berjalan baik. Mikroba pencernaan (seharusnya) jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah seluruh sel dalam tubuh kita.Tidak ada pangan apapun juga yang menyediakan probiotik dalam jumlah dan jenis yang lebih banyak dari Kefir !

Tapi ingat… ingat…!

Kefir bukan segalanya dan satu-satunya.
Simak lagi bahasan tentang menjaga kesehatan secara holistik…

Salam sehat Kefir.

Oleh : Andang Kasriadi (Komunitas Kefir Indonesia)

Pangan dan Gizi untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan

Pangan dan Gizi untuk Pertumbuhan dan Kecerdasan Konsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman dapat memenuhi kecukupan gizi individu untuk tumbuh dan berkembang. Gizi pada ibu hamil sangat berpengaruh pada perkembangan otakjanin, sejak dari minggu ke empat pembuahan sampai lahir dan sampai anak berusia 2 tahun. Sejumlah penelitian telah menunjukkan peran penting zat gizi tidak saja pada pertumbuhan fisik tubuh tetapi juga dalam pertumbuhan otak, perkembangan perilaku, motorik, dan kecerdasan (Jalal, 2009).

Martorell pada tahun 1996 telah menyimpulkan kekurangan gizi pada masa kehamilan dan anak usia dini menyebabkan keterlambatan dalam pertumbuhan fisik, perkembangan motorik, dan gangguan perkembangan kognitif. Selain itu, akibat kekurangan gizi dapat berdampak pada perubahan perilaku sosial, berkurangnya perhatian dan kemampuan belajar sehingga berakibat pada rendahnya hasil belajar. Penelitian lain juga menyimpulkan bahwa intervensi gizi hanya akan efektif jika dilakukan selama kehamilan dan 2-3 tahun pertama kehidupan anak. Data riset kesehatan dasar (Riskesdas) yang dilakukan pada tahun 2013 dan 2015 secara konsisten menunjukkan bahwa rata-rata asupan kalori dan protein anak balita masih di bawah Angka Kecukupan Gizi (AKG).

Akibat dari keadaan tersebut, anak balita perempuan dan anak balita laki laki Indonesia mempunyai rata-rata tinggi badan masing-masing 6,7 cm dan 7,3 cm lebih pendek daripada standar rujukan WHO 2005, bahkan pada kelompok usia 5-19 tahun kondisi ini lebih buruk karena anak perempuan pada kelompok ini tingginya 13,6 cm di bawah standar dan anak laki-laki 10,4 cm di bawah standar WHO.

Kelompok ibu pendek juga terbukti melahirkan 46,7 persen bayi pendek. Karena itu jelas masalah gizi intergenerasi ini harus mendapat perhatian serius karena telah terbukti akan mempengaruhi kualitas bangsa. Anak yang memiliki status gizi kurang atau buruk (underweight) berdasarkan pengukuran berat badan terhadap umur (BB/ U) dan pendek atau sangat pendek (stunting) berdasarkan pengukuran tinggi badan terhadap umur (TB/U) yang sangat rendah dibanding standar WHO mempunyai resiko kehilangan tingkat kecerdasan atau intelligence quotient (IQ) sebesar 10-15 poin.

Air susu ibu (ASI) adalah makanan yang paling sesuai untuk bayi karena mengandung zatzat gizi yang diperlukan oleh bayi untuk tumbuh dan berkembang. Pentingnya memberikan ASI secara eksklusif pada bayi baru lahir sampai usia 6 bulan dan terus memberikan ASI sampai anak berusia 24 bulan telah memiliki bukti yang kuat. Beberapa penelitian telah membuktikan bahwa bayi yang diberi ASI eksklusif menunjukkan perkembangan sosial dan kognitif yang lebih baik dari bayi yang diberi susu formula (Michael S. dan Kramer, et al, 2003).

Efek jangka panjang dari pemberian ASI pada anak dan kesehatan mental remaja telah diteliti secara cohort pada 2900 ibu hamil yang diteliti selama 14 tahun di Australia. Penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2009 ini menyimpulkan bahwa pemberian ASI yang singkat (kurang dari 6 bulan) menjadi prediktor dari berbagai masalah kesehatan mental yang akan muncul pada masa anak dan remaja, seperti autis, kenakalan remaja, agitasi, dan lain sebagainya (Wendy H. Oddy, et al, 2009). Bahkan IQ anak yang diberi ASI ditemukan 13 poin lebih baik daripada bayi yang tidak diberikan ASI.

Kekurangan yodium pada saat janin yang berlanjut dengan gagal dalam pertumbuhan anak sampai usia dua tahun dapat berdampak buruk pada kecerdasan secara permanen. Anemia kurang zat besi pada ibu hamil dapat meningkatkan resiko bayi yang dilahirkan menderita kurang zat besi, dan berdampak buruk pada pertumbuhan sel-sel otak anak, sehingga secara konsisten dapat mengurangi kecerdasan anak.

Di Indonesia, telah lama di bukti kan bahwa kejadian anemia pada anak berhubungan dengan berkurangnya prestasi kognitif sehingga berakibat rendahnya pencapaian tingkat pendidikan pada anak sekolah (Soemantri, AG et al. 1989). Bayi dengan berat badan lahir rendah (BBLR) disertai dengan anemia, selain dapat mengakibatkan gangguan pertumbuhan fisik dan mental anak, juga dapat mengakibatkan penurunan kecerdasan sampai 12 poin. Selain itu BBLR meningkatkan resiko pada usia dewasa menderita diabetes mellitus, penyakit jantung dan pembuluh darah, kegemukan (obesity), kanker, dan stroke (James et al, 2000).

Keadaan gizi yang buruk sewaktu janin di dalam kandungan dan setelah dilahirkan, mempunyai pengaruh sangat besar terhadap perkembangan otaknya. Pada saat janin dalam kandungan sampai bayi dilahirkan, 66 persen dari jumlah sel otak dan 25 persen dari berat otak dewasa telah tercapai. Sisanya akan ditentukan oleh keadaan gizi setelah lahir. Pertumbuhan otak yang sangat cepat terjadi pada minggu ke 15-20 dan minggu ke 30 masa kehami lan, serta bulan ke 18 setelah kelahiran. Penelitian pada BBLR menunjukkan penurunan berat otak besar 12 persen dan otak kecil 30 persen, juga mengalami penurunan jumlah sel otak besar 5 persen dan otak kecil 31 persen. Pengukuran tingkat kecerdasan pada anak umur tujuh tahun yang sebelumnya pernah menderita kurang energi protein (KEP) berat memiliki rata-rata IQ sebesar 102, KEP ringan adalah 106 dan anak yang bergizi baik adalah 112. Hal ini menunjukkan bahwa keadaan gizi pada masa lalu dapat mempengaruhi kecerdasan di masa yang akan datang.