iklan

Ajeran Sebagai Pestisida Nabati

Ajeran merupakan jenis tanaman yang termasuk kedalam Divisi : Spermatophyta, Sub Divisi : Angiospermae, Kelas : Dicotyledonae, Bangsa : Asterales, Suku : Asteraceae, Warga : Bidens, Jenis : Bidens pilosa L. Ajeran memiliki beberapa sinonom dalam penamaannya yaitu Bidens sundaica Blume, Bidens leucorrhiza (Lour.) DC. Nama daerahnya antara lain Hareuga (Sunda), Jaringan, Ketut (Jawa) sedangkan nama Inggrisnya adalah Spanish needle.

Ajeran termasuk tumbuhan liar dan banyak ditemui di pinggir jalan. Kadang-kadang ditanam di halaman sebagai tanaman hias. Tumbuhan ini tingginya dapat mencapai 150 cm. Batang berbentuk segi empat, warna hijau. Daun bertiga-tiga, masing – masing berbentuk bulat telur, pinggir bergerigi. Bunga bertangkai panjang, mahkota bunga berwarna putih dengan putik berwarna kuning.

Ajeran merupakan jenis asing dan bukan asli dari indonesia. Ajeran berasal dari dari Amerika Selatan menyebar ke Afrika dan Asia. Ajeran merupakan tanaman liar, dan sering dianggap sebagai gulma pada ladang sayuran. Bagian tanaman yang digunakan adalah biji dan seluruh bagian tanaman yang berada di atas tanah (herba). Bahan kimia yang terkandung dalam ajeran adalah flavonoid, terpen, fenilpropanoid, lemak dan benzenoid.

Ajeran dapat digunakan sebagai insektisida nabati yang dapat kita peroleh dengan mudah dan ada disekitar kita. Selain itu ajeran mempunyai khasiat lainsebagai obat demam, pencernaan tidak baik, rematik (nyeri persendian), selesma, usus buntu dan wasir.

Ekstrak biji Ajeran dapat digunakan sebagai insektisida untuk Kutudaun, ulat tanah dan tungau. Cara membuat insektisida alami ini yaitu dengan Masukkan biji ajeran ke dalam panci tambahkan air, didihkan selama 5 menit setelah itu di saring. Bahan tambahan yang diperlukan untuk membuatnya adalah sabun/diterjen secukupnya. Penggunaannya cukup mudah yaitu dengan cara menambahkan air sebanyak satu liter dan sabun setelah itu diaduk sampai rata, lalu  Semprotkan ke seluruh bagian tanaman atau siram ke tanah di sekitar tanaman. Larutan ajeran ini sangat baik untuk digunakan sebagai pestisida nabati karena aman untuk organisme yang berguna.

Sumber : Prima Tani Balitsa (2008)

Petunjuk Umum Penggunaan Pestisida Nabati

Secara umum penguasaan teknologi dalam pembuatan pestisida nabati, mulai dari teknik penyediaan bahan baku sampai produksi masih terbatas. Cara sederhana pemanfaatan pestisida nabati yang umum dilakukan oleh petani di Indonesia dan di negara berkembang lainnya adalah penyemprotan cairan hasil perasan tumbuhan (ekstraksi menggunakan air), pengolahan sederhana, penempatan langsung atau penyebaran bagian tumbuhan di tempat – tempat tertentu pada lahan pertanaman, pengasapan (pembakaran bagian tanaman yang mengandung bahan aktif pestisida), penggunaan serbuk tumbuhan untuk pengendalian hama di penyimpanan, dan pembuatan pestisida nabati dengan cara fermentasi.

Proses pembuatan pestisida nabati

Bagian tanaman seperti daun, bunga, biji dan akar bisa digunakan untuk pengendalian OPT dalam bentuk bubuk (bahan dikeringkan kemudian digiling atau ditumbuk) dan larutan hasil ekstraksi.

Proses ekstraksi sederhana dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu

  1. Ekstraksi bahan segar dengan air :
  2. Pengumpulan bahan/penyortiran
  3. Pencucian
  4. Penghancuran
  • diblender
  • ditumbuk
  1. Perendaman dalam air selama (1 – 3 hari)
  2. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi
  3. Larutan hasil ekstraksi siap pakai
  4. Ekstraksi bahan kering dengan air :
  5. Pengumpulan bahan/penyortiran
  6. Pengeringan
  • daun dikeringanginkan
  • biji/bagian yang lebih tebal dijemur di bawah sinar matahari
  1. Pencucian
  2. Penghancuran
  3. digiling atau ditumbuk
  4. Perendaman dalam air selama (1 – 3 hari)
  5. Penyaringan/pemerasan larutan hasil ekstraksi
  6. Larutan hasil ekstraksi siap pakai
  7. Ekstraksi dengan pelarut alkohol :
  8. Proses seperti di tersebut atas
  9. Ethanol diuapkan

Pembuatan pestisida nabati skala kecil secara sederhana bisa dilakukan oleh petani biayanya lebih murah dan memberikan nilai lebih dalam menekan biaya produksi usahatani.

Petunjuk pembuatan dan aplikasi pestisida yang berasal dari ekstrak tanaman:

  1. Pilih tanaman/bagian tanaman yang yang sehat (bebas dari serangan OPT)
  2. Apabila bahan pestisida akan disimpan dalam jangka waktu yang relatif lama, pastikan bahwa bagian tanaman yang akan digunakan tersebut benar-benar kering dan disimpat pada tempat yang mempunyai ventilasi. Jangan disimpan dalam tempat yang terbuat dari plastik. Apabila bahan pestisida tersebut akan digunakan pastikan bahan tersebut tidak berjamur
  3. Untuk membuat ekstrak tanaman, gunakan peralatan khusus. Bersihkan peralatan tersebut setelah digunakan
  4. Pada saat pembuatan dan aplikasi ekstrak tanaman, usahakan jangan kontak secara langsung dengan ekstrak tanaman tersebut
  5. Simpanlah sediaan pestisida nabati di tempat khusus, tidak terjangkau oleh anak – anak dan
  6. Bila akan menggunakan biji tanaman, pastikan bahwa biji tersebut benar – benar kering
  7. Sebelum ekstrak tanaman digunakan dalam skala luas, buat percobaan dahulu pada skala yang lebih kecil
  8. Gunakan pakaian pelindung diri pada saat aplikasi pestisida nabati
  9. Jangan menyemprot berlawanan dengan arah angin dan saat angin kencang
  10. Jangan menyemprot ketika turun hujan
  11. Basuh tangan setelah aplikasi pestisida nabati
  12. Cucilah pakaian kerja setelah menggunakan pestisida nabati

Sumber : Prima Tani Balitsa (2008)