iklan

Pemanfaat Lahan Kurang produktif Menggunakan Fast Growing Species

lahan yang tidak produktif bukan berarti lahan tersebut tidak dapat digunakan atau dimanfaatkan menjadi lahan yang mengahasilkan. Lahan yang tidak produktif dapat dimanfaatkan dengan cara menanam tanam yang mampu tumbuh baik yaitu dengan menanam jenis yang cepat tumbuh. Beberapa jenis tumbuhan yang cepat tumbuh dan bernilai ekonimis yaitu sengon, jabon dan balsa.

Sengon merupakan salah satu jenis tanaman hutan tanaman industri (HTI) di Indonesia . sengon adalah jenis pohon yang pertumbuhannya yang sangat cepat, mampu beradaptasi pada berbagai jenis tanah, karakteristik silvikulturnya yang bagus dan kualitas kayunya dapat diterima untuk industri panel dan kayu pertukangan. Kegunaan Kayu sengon antara lain yaitu untuk bahan konstruksi ringan (misalnya  langit-langit, panel, interior, perabotan dan kabinet), bahan kemasan ringan (misalnya paket, kotak, kotak cerutu dan rokok, peti kayu, peti teh dan pallet), korek api, sepatu kayu, alat musik, mainan, bahan baku triplex dan kayu lapis, serta sangat cocok untuk bahan papan partikel, papan blok bahan rayon dan pulp untuk membuat kertas dan mebel (krisnawati et al. 2011).

Pertumbuhan sengon rata-rata pertahun 3-4 cm. Di beberapa lokasi pertumbuhan sengon contohnya  di kediri pohon sengon yang pada tegakan berumur 3–5 tahun di areal memiliki diameter rata-rata 11,3–18,7 cm dan tinggi rata-rata 11,7–20,5 m. Di ciamis, jawa barat rata-rata diameter berkisar antara 8,7-40,1 cm dan tinggi 9,9 – 27,9 m dengan tegakan umur 5-10 tahun. Berdasarkan hasil penelitian suamrna (1961) rata-rata pertumbuhan diameter sengon sangat fluktuatif sampai dengan umur 6 tahun sekitar 4-5 cm, setelah itu terjadi penurunan pada umur 8-9 tahun menjadi 3-4cm.

Kayu jabon juga merupakan salah satu jenis tanaman yang cepat tumbuh. Jabon mampu beradaptasi pada berbagai kondisi tempat tumbuh, perlakuan silvikulturnya yang relatif mudah, serta relatif bebas dari serangan hama dan penyakit yang serius. Kayu jabon memiiki Kelebihan yaitu tidak mudah bobok di makan serangga, mudah dikeringkan, permukaan kayu halus, mudah dipaku maupun dibor, dan juga tingkat susut kayu bila dikeringkan termasuk rendah. Kualitas kayu jabon yang bagus diperkirakan akan andalan industri perkayuan. Kayu jabon dapat digunakan sebagai kayu lapis. Kayu jabon dapat tumbuh lebih cepat dari sengon, Batang silinder dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus, tidak memerlukan pemangkasan karena pada masa pertumbuhan cabang akan rontok sendiri (self purning)

Pertumbuhan kayu jabon tergolong cepat, berdasarkan hasil penlitian krisnawati jabon di kalimantan Selatan dapat tumbuh berkisar 6,0–16,4 cm dengan diameter maksimum 25,3 cm. Tinggi rata-rata untuk tegakan tersebut berkisar 4,1–14,6 m dengan nilai maksimum 17,1 m. Di jawa pertumbuhan jabon yang berumur 10 tahun mencapai 8,6-42,3cm dengan rata-rata 29,3cm, sedangkan di jawa barat umur 10,5 tahun diameter rata-rata 40,5 cm.

Selain dari jabon dan sengon salah satu jenis kayu cepat tumbuh juga yaitu balsa. Balsa (ochroma pyramidale) merupakan jenis tanaman pioner di tropis yang cepat tumbuh di tanah terganggu baik dalam keadaan basah maupun kering dan hutan hujan sekunder (Whitmore & Wooi Khoon, 1983; Kammesheidt, 2000 dalam Marenco et. all, 2003). Balsa dapat tumbuh dengan baik dengan suhu antara 25 – 30 oC dan curah hujan antara 1.500 – 2.000 mm (Francis, 1991; Butterfield, 1996 dalam Marenco et. all, 2003). Tanaman balsa merupakan jenis tanaman yang potensial untuk dijadikan tanaman pioner dalam penghutanan kembali di area yang kurang subur (Marenco et. all 2003). Menurut bebeja (2012) kayu balsa umur 4 tahun mempunyai ukuran yang sama dengan jabon atau sengon umur 5 tahun. Hal ini dikarenakan pertumbuhan kayu balsa rata-rata 7,5 cm pertahun.

Kegunaan kayu balsa yaitu kemasan khusus untuk makanan yang mudah basi, ruang, kabin pesawat, insulasi atap, mobil penyimpanan kereta api, lemari es, pendingin air, lapisan helm empulur, dan kemasan untuk plat baja di kapal perang, rakit, pelampung, mengapung untuk jaring ikan dan tambang, air peralatan olahraga, pelampung, dan mengapung terbang air, lapisan untuk bilik telepon, studio siaran, pesawat, bilik fonograf, dan subflooring dan bantalan untuk berat mesin dan peralatan lainnya dengan bagian yang bergerak, pesawat perampingan, model pesawat terbang, mainan, model layar, splints bedah, dan teater dan film yang set dan aksesoris, kemasan pelindung untuk kaca, keramik, halus instrumen, dan mebel.

Semua jenis kayu cepat tumbuh tersebut sangat adaftif dan mampu untuk hidup dilahan yang kurang subur. Sehingga sesuai untuk dikembangkan dalam rangka reboisasi atau kegiatan penghutan kembali. Selain itu juga dari segi ekonomi semua jenis kayu tersebut dapat membantu perekonomian petani dengan menanam pohon tersebut.

E. Hadiwijoyo