iklan

Pertanian di Desaku “Desa Pelem Kecamatan Pare Kabupaten Kediri”

Kondisi Umum

Kondisi Pertanian di desa palem kecamatan pare kabupaten kediri memiliki tanah subur bekas letusan Gunung Kelud  dan mempunyai ketinggian 125 mdpl. Lahan ini cocok untuk ditanami tanaman jagung, padi, bawang merah, cabai, terong dan lain-lain.  Suhu udara 23̊ C – 31̊ C sangat cocok untuk kegiatan bercocok tanaman dan peternakan. Penduduk di desa desa palem banyak bekerja sebagai petani, namun ada pula yang menjadi peternak seperti peternak sapi, peternak ayam dan budidaya lele.

kegiatan pertanian ditunjang dengan adanya irigasi sebagai sumber pengairan, namun pada saat musim kemarau terjadi saluran irigasi tidak berjalan dengan baik sehingga petani susah mencari air karena kekeringan. Masalah pengairan tersebut biasanya masyarakat menggunakan bantuan pompa  air untuk mengairi sawahnya. Akan tetapi harga pompa air cukup mahal yaitu sebesar Rp. 4.000.000,-

Komoditas

Salah satu komoditas paling terkenal di Pare yaitu jagung, dengan seluas lahan 1 Ha bisa menghasilkan 7-10 ton. Biasanya hasil panen ini dijual oleh petani kepada pengepul, penjual pakan ternak, dan ke pabrik marning. Jagung biasanya dijual ke pengepul dengan harga sebesar Rp 3.000 – 6.000/ Kg. Selain jagung, Padi merupakan komoditas kedua setelah jagung, sebagian besar petani menanam padi untuk dijual kepada pengepul dengan harga berkisar Rp 4.500/Kg. Selain dibidang pertanian, masyarakat di desa palem banyak juga yang menjadi peternak. Peternak paling sedikit memiliki 3-4 ekor sapi yang dirawat sendiri oleh pemiliknya. Namun adapula peternak yang meiliki 20 ekor sapi yang dipelihara oleh orang lain atau sistem bagi hasil dengan. Sapinya dijual kepada blantik dengan harga sesuai dengan kondisi sapi tersebut, ada yang besar adapula yang kecil, masing – masing memiliki harga yang berbeda.

Masalah pertanian

Jagung sebagai komoditas unggulan di kecamatan pare dihadapkan dengan masalah hama yang dapat mempengaruhi produksi. Hama yang menyerang tanaman jagung adalah wereng jagung dan bulai. Jagung yang terserang hama wereng mempunyai gejala seperti terdapat bercak garis bewarna kuning panjang sampai dengan pelepah daun pada tanaman jagung sehingga dapat menghambat pertumbuhan jagung. Hama wereng dapat ditangulangi dengan cara menyemprotkan pestisida pada bawah daun atau dimana tempat hama wereng jagung bersarang. Sedangkan gejala pada bulai sudah mulai terserang pada umur 0 – 3 minggu dengan fase daun tanaman jagung menguning, meruncing dan kaku, pada umur 3- 5 minggu. Gejala yang ditimbulkan akibat serangan bulai adalah daun tanaman jagung yang baru membuka menguning, pertumbuhan lambat, tongkol hanya berbiji sedikit, dan bentuk tongkol pada tanaman jagung tidak berbentuk normal. pada umur lebih 5 minggu  tanaman jagung memasuki fase klorosis, dimana tanaman tidak membahayakan namun mengurangi sekitar 30% produksi. Masyarakat di desa palem biasanya menanggulangi bulai dengan cara mencabut tanaman jagung yang terkena bulai lalu di bakar, namun ada juga yang di jadikan sebagai pakan ternak sapi.

Tanaman padi juga mempunyai hama yang dapat mengganggu pertumbuhan tanaman. Adapun serangan pada padi busuk leher malai atau blas leher dengan gejala bercak berbentuk belah ketupat sehingga dapat menyebabkan tangkai pada tanaman membusuk dan patah, serangan pada padi busuk leher malai dapat di cegah dengan penyemprotan pestisida pada waktu umur 8 minggu atau sebelum tumbuh malai pada tanaman padi, setelah tumbuh malai pestisida di semprot kembali. Selain blas leher juga terdapat wereng padi, wereng padi ditandai dengan gejala daun dan tangkai pada tanaman padi tetap bewarna hijau, namun di kelilingi ratusan nimpa dan wereng dewasa, tahap selanjutnya tanaman mengering yang masih membentuk bercak – bercak yang semakin lama menyatu dan berubah menjadi warna coklat. Adapun cara penanggulannya dengan cara penyemprotan pestisida pada hama wereng yang menyerang tanaman padi.

Oleh : Bara Fakhruddin