iklan

Bedah Buku “Dibalik Krisis Ekosistem”

Persoalan kehutanan dan lingkungan hidup saat ini diakibatkan oleh akumulasi dari banyak faktor penyebab dengan banyaknya ketidakpastian dan kepentingan dengan berbagai motif. Karakteristik persoalan seperti itu, seringkali penanganan persoalannya tidak dapat dikerjakan hanya oleh lembaga tertentu, kelompok masyarakat tertentu, bahkan tidak dapat ditangani hanya dengan cara pikir dan ilmu pengetahuan yang terbatas. Kondisi mendasar di balik krisis ekosistem adalah krisis cara berpikir dan cara bertindak yang kurang tepat.Kumpulan pemikiran dalam buku ini mendorong dilaksanakannya kegiatan  Bedah Buku “Dibalik Krisis Ekosistem” yang ditulis Prof. Dr. Ir. Hariadi Kartodihardjo, MS. sehingga menjadi referensi dalam mewujudkan tata kelola sumber daya alam yang lebih baik.

Nur Suhada selaku ketua panitia menyampaikan bahwa Kegiatan bedah buku “Dibalik Krisis Ekosistem” ini di Inisiasi oleh Forum mahasiswa Pascasarjana Ilmu Pengelolaan Hutan bersama dengan rekan rekan di Manajemen hutan dan teman teman di Forum Mahasiswa Pascasarjana Program Studi Pengelolaan Sumberdaya Alam dan Lingkungan “Ecologica”. Kegiatan ini Insha Allah akan dilaksanakan pada hari Sabtu, 11 November 2017 di Ruang Sidang Sylva Fakultas Kehutanan Institut Pertanian Bogor. Menarik ketika buku ini dibedah karena Buku ini berisi kumpulan pemikiran dan kekritisan penulis dalam melihat persoalan kehutanan dan lingkungan sehingga mampu mereduksi kita para pembaca dalam menangkap fenomena dan fakta yang terjadi selama ini, Imbuhnya. Sedikit saya ingin menggambarkan bahwa kegiatan ini akan  membahas isi buku yang terdiri dari empat bagian yaitu bagian pertama “Ungkapan Persoalan Nasional” pada bagian kedua “Ttransdisiplin tata kelola lanskap” sedangkan pada bagian ketiga “ Tenurial dan kawsan hutan adat” dan pada bagian akhir yaitu tentang “ Menyoal Bad Governance” dengan pembahas oleh mahasiswa baik di tingkat sarjana (S1) maupun Pascsarjana (S2 dan S3) serta praktisi di bidang kehutanan, tentunya kita menginginkan bahwa banyaknya masukan yang konstruktif oleh mahasiswa sebagai bagian untuk merebut optimisme tata kelola hutan yang lebih baik di masa depan, kehadiran praktisi kehutanan juga akan membawa perspektif berbeda dalam melihat buku ini dengan berbagai pendekatan empiris sehingga akhirnya pembahasan akan dilanjutkan dengan diskusi dan tanya jawab yang berujung pada pemaparan dan conclusion oleh Prof Hariadi untuk memberikan pencerahan kepada audience tentang buku “ Dibalik Krisis Ekosistem” ini.

Rifqi Rahmat Hidayatullah selaku Ketua Umum Ecologica mengungkapkan bahwa “bedah buku Dibalik Krisis Ekosistem” yang akan dilaksanakan tanggal 11 November 2017 adalah titik tolak kebangkitan budaya diskusi Himpunan Mahasiswa Pascasarjana IPB. Harapannya Himpunan/Forum Mahasiswa Pascasarjana program studi lain yang ada di IPB dapat mengikuti jejak bedah buku ini, khususnya terkait sinergi antar forum mahasiswa program studi di Pascasarjana IPB. Selanjutnya menurut Rifqi bahwa buku yang telah ditulis oleh Prof. Hariadi Kartodihardjo, MS merupakan sebuah karya kritis tentang bagaimana tata kelola kehutanan dan lingkungan di Indonesia. Hal ini tentu harus diketahui dan direnungkan khususnya oleh mahasiswa, sehingga tidak terjadi kesalahan tipe tiga yaitu salah menganalisis masalah. Jika salah menganalisis masalah, maka salah juga memberi solusi atas masalah tersebut” pungkasnya.

 

Kopi Bulan Madu

Bodowoso dideklarasikan sebagai kabupaten Republik kopi. Menurut bupati Bodowoso merupakan salah satu penghasil kopi terbaik dunia. Kopi Bondowoso, merupakan salah satu kopi Nusantara yang telah mendapatkan Sertifikat Indikasi Geografis “Java Ijen Raung” dari Kementerian Hukum dan HAM. Kopi yang dijadikan icon kopi Arabika. Pak mukhlis sebagai salah satu warga bondowoso ingin ikut andil untuk mempromosikan Bodowoso sebagai Republik kopi. Salah satu upaya yang dilakukan oleh pak mukhlis adalah membuat satu produk kopi dengan merek “Kopi Bulan Madu”. Kopi bulan madu dihasilkan dari ijen, rawu, argopuro. Kopi yang berasal dari Ijen dan rawu merupakan kopi terbaik di Bondowoso. Menurut pak mukhlis “Kopi Bulan Madu” mempunyai rasa yang lebih asam dan  ada seperti rasa coklatya. “Kopi Bulan Madu” semakin lama di kecap rasanya akan terasa seperti ada rasa pedas. Berdasarkan hasil Skor cup test dengan metode penyangraian menengah (medium roast) berkisar antara 80, 27-84, 88 menempatkan kopi Bondowoso masuk dalam jajaran kopi specialty menurut standar Specialty Coffee Asosiation of America dengan cita rasa spesifik sweetness (manis) dan spicy (pedas).

Kopi bulan madu diolah dengan tangan terampil oleh kelompok tani. Jumlah kelompok tani yang mengelola kopi sebanyak 43 kelompok tani yang di bina oleh Puslit koka Jember dan diawasi bank Indonesia yang memberikan​ bantuan. Berikut ini adalah standar operasional procedure (SOP) Pengolahan kopi yang dilakukan oleh kelompok tani mulai dari berbunga hingga siap seduh. Beberapa proses memang membutuhkan waktu dan tenaga. Setelah buah ranum kemudian dilakukan petik merah, hal ini dilakukan agar kopi yang dihasilkan adalah kopi yang terbaik. Setelah itu, buah kopi tersebut dibawa ke Unit Pengolahan Hasil (UPH) di Bondowoso tepatnya di Kecamatan Sumber Wrigin ada lebih dari 40 UPH yang menaungi sekitar 2000 lebih petani kopi.

Di UPH buah yang sudah dipetik disortasi kembali agar buah kopi yang masih hijau atau belum matang tidak ikut diproses. Kemudian dilakukan perendaman buah kopi di dalam air atau yang biasa disebut  proses perambangam. Proses perambangam dilakukan untuk memisahkan antara biji kopi yang bagus dan tidak. Biji kopi yang bagus adalah biji kopi yang tenggelam. Kemudian biji kopi yang lolos seleksi akan dikupas menggunakan mesin pulper.

Proses tidak hanya dilakukan dengan memilih biji kopi yang tenggelam akan dilakukan lagi sortasi setelah pulper. Hal ini sangat penting dilakukan untuk memastikan tidak ada kulit kopi yang ikut terfermentasi. Kopi – kopi ini kemudian difermentasi dengan durasi selama 36 jam di dalam karung. Setelah mencapai 36 jam, kopi akan dijemur di bawah sinar matahari. Lamanya penjemuran tergantung cuaca berkisar antara 10-15 hari hingga mencapai kadar air yang pas yakni 11%.

Setelah itu kopi kemudian akan dikupas menggunakan huller untuk memisahkan horn skin (HS) dengan biji kopi (green bean). Kopi yang akan diekspor biasanya dijual dalambentuk HS kering. Untuk produk hikir, petani akan kembali mensortasi green bean yang ada untuk kemudian dijual atau diproses menjadi roasted bean ( biji sangrai) atau ground coffee (biji bubuk). Level roasting yang kerap dipakai petani adalah light to medium atau medium. SOP pengelolaan kopi yang dilakukan oleh kelompok tani harus sesuai dengan SOP yang telah ditetapkan. Apabila ada kelompoktani yang melanggar maka kelompok tani tersebut akan dikeluarkan dari kelompok tani yang dibina oleh Puslit Koka Jember.

Begitu lah jenis kopi dan SOP bahan baku yang digunakan oleh pak mukhlis untuk membuat “Kopi Bulan Madu”.  Saat ini kopi dijual dalam bentuk bubuk dan merupakan salah satu oleh khas Bondowoso. Varian kopi bulan madu adalah sebagai berikut (1) biasa (kopi Arabika asalan tanpa disortir) dengan harga 25.000/100g , spesial (kopi yang disortir) dengan harga 40.000/100g, blue (ada proses fermentasi) dengan harga 65.000/100g. Salah satu yang menarik dari kopi bulan madu menurut pak mukhlis adalah ketika kita meminum kopi ini nikmatnya seperti orang lagi berbulan madu. Kopi yang nikmat seperti ini lah yang membuat orang akan menjadi ketagihan dan ingin terus meminumnya. Satu cangkir kopi bulan madu rasanya sama seperti 10 cangkir kopi biasa saking nikmatnya tutur pak mukhlis.

 

 

Pendidikan Kritis Kehutanan

Pendidikan Kritis

Lembaga pendidikan berpotensi menjadi lembaga penerus hipotesis masal, propaganda dan berbagai doktrin serta tidak mampu membangunkan jiwa peserta didiknya sehingga gagal menyiapkan lulusannya untuk berani bangun, sadar, memiliki daya gugat dan akhirnya berani hidup menjadi dirinya sendiri yang terbebas dari penindasan, pembodohan dan ketertinggalan (Soedomo 2013). Sistem pendidikan seperti itu oleh Paulo Freire seorang pencetus pemikiran pendidikan kritis disebut sebagai pendidikan tradisional dengan sistem pendidikan yang bergaya bank (bank concept of education) yang dijalankan melalui model bercerita (narrative), menggurui dan hafalan sehingga menumbuhkan kebudayaan bisu (submerged in the culture of silent) yang tidak mampu menerjemahkan pengetahuan ke dalam realitas sosial (Freire 2002, Yunus 2007, Hidayat 2012, Freire 2016). Freire adalah penganut filsafat pragmatisme yang berpandangan bahwa sesuatu dikatakan baik/ benar apabila mampu mewujudkan yang diharapkan/berfungsi. Dalam pendidikan, filsafat ini dikembangkan oleh John Dewey yang merupakan salah satu tokoh yang menginspirasi pemikiran-pemikiran Freire tentang pendidikan. Dari situlah freire mengembangkan kritik terhadap proses pendidikan yang berlangsung secara tradisional namun tidak mampu mewujudkan pembebasan masyarakat dari kondisi ketertinggalan dan ketertindasan. Atas kritik tersebut, Freire mengembangkan konsep pendidikan populer melalui pendidikan hadap masalah (berbasis realitas sosial) yang menggabungkan antara pikiran dengan tindakan yang disebut sebagai suatu praksis. Melalui pendidikan populer atau dikenal dengan pendidikan kaum tertindas, sistem pendidikan ditempa dan dibangun kembali bersama dengan dan bukan diperuntukkan bagi, sehingga pendidikan harus menjadi proses pemerdekaan bukan penjinakan sosial budaya, melalui sebuah proses penyadaran dengan hati. Menurut Freire pendidikan harus terdiri minimal 3 unsur dialektis dalam prosesnya yaitu pengajar, peserta didik dan realitas sosial.

Proses pendidikan yang hanya mengedepankan guru sebagai obyek aktif dan peserta didik sebagai bejana kosong tanpa melibatkan dialog atas kesadaran realitas sosial hanya akan memelihara keberlangsungan penindasan, hipnotis massal dan berbagai propaganda yang melegitimasi kekuasaan. Gambaran proses pendidikan yang seperti itu disusun oleh Freire dalam daftar antagonisme pendidikan gaya bank sebagai berikut (Freire 2002):

  1. Guru mengajar, murid belajar
  2. Guru tahu segalanya, murid tidak tahu apa-apa
  3. Guru berpikir, murid dipikirkan
  4. Guru bicara, murid mendengarkan
  5. Guru mengatur, murid diatur
  6. Guru memilih dan memaksakan pilihan, murid menuruti
  7. Guru bertindak, murid membayangkan bagaimana bertindak sesuai dengan tindakan guru
  8. Guru memilih apa yang akan diajarkan, murid menyesuaikan diri
  9. Guru mengacaukan wewenang ilmu pengetahuan dengan wewenang profesionalisme dan mempertentangkannya dengan kebebasan murid
  10. Guru adalah subyek, murid adalah obyek.

Pendidikan seperti itu hanya akan menjadikan murid sebagai duplikasi guru dan pada saatnya mereka mengajar akan mengulangi lagi penindasan-penindasan seperti itu. Pada akhirnya pendidikan hanya menjadi wadah untuk menyalurkan agenda-agenda penguasa tanpa daya gugat dan tanpa mampu menghadapi realitas sosial dengan sadar sehingga pada akhirnya pendidikan hanya akan menjadi masalah baru bagi masyarakat (Illich 2015). Freire beranggapan bahwa pendidikan harus menekankan pada penyadaran dan salah satu prasyarat utamanya adalah dialektika dan emansipasi dalam proses pendidikan untuk menghasilkan suatu praksis yang terus menerus.

 Pendidikan popular di kehutanan belum terlambat

Pendidikan secara umum dan pendidikan tinggi secara khusus dimana didalamnya termasuk pendidikan tinggi kehutanan merupakan sebuah institusi sosial yang tidak bisa dianalisis terpisah dari konstalasi sosial, politik dan ekonomi masyarakat yang melingkupinya, oleh sebab itu gagalnya peran pendidikan tinggi dalam menjawab berbagai tantangan bangsa dan kemanusiaan akan membuahkan krisis yang serius kepada masa depan bangsa, negara dan umat manusia (Afiff 2005). Kerusakan sumberdaya hutan Indonesia oleh berbagai sebab yang saling berkaitan menunjukkan telah terjadinya kegagalan kebijakan, kegagalan institusi, kegagalan pasar dan kegagalan politik bangsa dalam mengelola sumberdaya hutannya, termasuk di dalamnya adalah kegagalan pendidikan (fOReTIKA 2005). Dengan adanya doktrin scientific forestry yang berkembang di pendidikan tinggi, pengelolaan hutan kehutanan menjadi seperti menutup diri dari berbagai kenyataan persoalan yang ada.

Pengajar lebih banyak menekankan pengetahuan ilmiah dari aspek teknis untuk menyelesaikan persoalan yang secara narative memberikan pengetahuan dalam bentuk konsep dan hukum-hukum kepada peserta didik seperti sebuah bejana kosong. Kondisi tersebut sudah saatnya untuk di reform total. Pengajar harus mampu membangkitkan kesadaran peserta didik terhadap berbagai realitas sosial yang ada dalam ruang lingkup bidang kehutanan yang tidak dapat lepas dari berbagai aspek lainnya. Peserta didik harus diajak untuk berdialog dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan kehutanan dari berbagai sudut pandang dan ilmu pengetahuan harus mampu dibumikan melalui dialog yang berlangsung. Sudah saatnya pendekatan dalam menghadapi persoalan adalah transdisciplinary yaitu dengan sadar sejak awal telah mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu untuk memahami masalah yang kompleks (Syafitri 2013). Hal tersebut hanya dapat dilakukan dengan kemauan pengajar untuk melepaskan ego dirinya untuk mengajak bersama-sama membangkitkan kesadaran peserta didik dan mau membuka diri terhadap berbagai disiplin ilmu pengetahuan lain atas kesadarannya bahwa ilmu kehutanan tidak mampu berdiri sendiri mengatasi berbagai persoalan yang ada sehingga perlu berbagai kebaruan-kebaruan yang dimunculkan melalui didialektikakan antara pengajar dengan peserta didik.

Perlu dipahami bahwa tidak ada pengetahuan yang absolut sehingga sangat mungkin dilakukan pembaruan terus menerus. Kehidupan ini juga akan terus berlanjut apapun situasi yang terjadi, oleh sebab itu perbaikan melalui pendidikan masih sangat mungkin untuk dilakukan dalam rangka menuju kondisi ideal umat manusia sebagaimana Hegel telah menyatakan bahwa sejarah umat manusia merupakan proses dari sebuah ide yang universal yaitu menuju terbentuknya sebuah masyarakat manusia yang ideal. Oleh karenanya, kehidupan manusia akan jauh lebih baik sepanjang sejarahnya seperti biji mangga yang akan tumbuh menjadi pohon mangga, sebagaimana sesuatu yang ada menjadi tidak ada yang akan ada.

“Kesalahan tidak menjadi kebenaran karena propaganda berulang-ulang, Kebenaran tidak menjadi kesalahan karena tidak ada yang melihatnya.” (Mahatma Gandhi)

“If you only have a hammer, you tend to see every problem as a nail.” (Abraham Maslow)

“If I don’t love the world, if I don’t love life, if I don’t love people, I can’t enter into dialogue.” (Paulo Freire)

Baca dan gugatlah!

Oleh : Mutiono, Geo Septianella, Ike Rosmanita, Dodi Ginanjar

Jenis-jenis Kefir

KEFIR PRIMA (KP)

Kefir Prima beraroma asam sedang, yang secara umum dapat diterima oleh setiap orang, sehingga baik disajikan sebagai minuman yang menyegarkan. Kefir Prima merupakan minuman/makanan dengan gizi paling lengkap. Kefir ini dibuat dengan menggunakan Kefir Grains dengan konsentrasi 2-8% grain untuk 1 liter susu, yang difermentasi selama 2 x 24 jam. Jadi, merupakan turunan pertama (mother culture) sehingga dapat dijadikan sebagai bibit praktis.

Kefir ini cukup kental, karena pada saat produksi, bagian yang bening dipisahkan menjadi produk tersendiri, yaitu Kefir Bening (Kefir Whey). Semua khasiat Kefir terdapat pada Kefir Prima ini, dengan fokus pada penanggulangan masalah pencernaan, menjaga fungsi liver, diet standard penderita diabetes, dan peningkatan kebugaran.

KEFIR BENING (KB)

Kefir Bening terbuat dari whey yang terbentuk pada saat proses pembuatan Kefir. Kefir ini dikenal di Indonesia sebagai obat diabetes. Kefir Bening merupakan minuman isotonik dengan kualitas SUPER, karena paling sesuai dengan cairan tubuh manusia dan hewan pada umumnya. Untuk penderita diabetes, Kefir ini sekaligus berfungsi sebagai asupan insulin, karena seperti kita ketahui, insulin yang digunakan oleh penderita diabetes juga ada yang berasal dari insulin sapi. Kefir ini sangat cepat mengatasi dehidrasi, baik akibat panas, keluar keringat berlebihan maupun sebagai pengganti oralit, karena lebih bagus dan seimbang daripada oralit.

Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dalam pembuatan asinan (sauerkraut) dan pengganti cuka dapur yang aman terhadap iritasi lambung.

Kefir Bening Super, adalah kombinasi antara Whey Kefir yang didapat dari penyaringan saat pembuatan kefir prima ditambah dengan Whey Kefir Kolostrum (15%) yang didapat dari penyaringan Kefir Kolostrum. Serum yang dihasilkan dari kombinasi ini sangat baik untuk menjaga daerah sensitif kewanitaan, mempercepat perbaikan pankreas dan pembentukan insulin tubuh, mempercepat pemulihan pada penyandang stroke, lupus, auto imun, hipertensi, Anxiety, GERD, dan bahan dasar dalam pembuatan cleanser, toner wajah, toner rambut, conditioner, anti-jerawat, peremajaan dan perbaikan struktur kulit.

KEFIR MEDIKA (KM)

Kefir Medika mempunyai aroma dan rasa asam yang tajam. Kefir ini mempunyai efek pengobatan yang kuat. Konsumsi Kefir ini sebaiknya diikuti dengan konsumsi makanan berserat. Kefir jenis inilah yang digunakan untuk menunjang pengobatan tuberculosis di sanatorium Rusia, karena mempunyai efek antibiotika yang kuat. Cocok untuk mengatasi penyakit infeksi seperti hepatitis, DBD, Herpes dsb.

Ekstrak Kefir ini digunakan sebagai bahan untuk membuat obat luar, seperti untuk mengobati sengatan matahari, dan untuk beberapa jenis infeksi kulit, seperti eksim, kutu air dan sejenisnya. Kefir ini juga digunakan sebagai bahan dasar dan campuran untuk pembuatan kosmetika, seperti cleansing cream, foundation, anti ketombe dsb.

Tampilannya sepintas sama dengan Kefir Prima, hanya lebih encer, namun rasa lebih asam. Beda pada saat pembuatan digunakan Kefir Grains dengan konsentrasi 20%, dibuatnya juga sama dalam 2 x 24 jam. Digunakan pada penyakit yang mengandung infeksi, baik bakteri maupun virus.

Kefir Medika Super, adalah produk kombinasi dari kefir medika dengan kefir kolostrum (35%), yang bermanfaat untuk penanganan berbagai jenis penyakit, pengembalian fungsi tubuh, pengembalian fungsi indera tubuh, perbaikan imun tubuh, perbaikan genetika, perbaikan metabolisme, peningkatan kebugaran, anti virus, anti tumor, anti kanker, perbaikan menyeluruh terhadap sub sistem tubuh.

KEFIR SOYA (S)

Kefir Soya terbuat dari 70% susu kedelai dan 30% susu sapi. Kefir ini mengandung lecithin, yang berguna untuk memperbaiki kondisi pembuluh darah koroner di jantung. Direkomendasikan juga untuk yang membutuhkan seluruh manfaat susu dan kedelai, yaitu yang menderita myom, kista, kelenjar getah bening, diabetes, kolesterol tinggi dan tekanan darah tinggi. Pembuatan Kefir soya tidak menggunakan Kefir Grain, Tapi menggunakan Kefir Prima sebagai Staternya.

KEFIR OPTIMA (O)

Kefir ini merupakan hasil fermentasi susu dengan menggunakan Kefir Prima sebagai starter. Hasilnya juga tidak dipisahkan antara curd/bagian yang putih/padatan tidak larut, dengan Kefir Beningnya. Kefir ini sangat praktis untuk dibuat sendiri, karena nyaris tidak memerlukan peralatan apapun dalam pembuatannya. Cukup campurkan satu bagian (100ml) Kefir Prima dengan 7 sampai 10 (700ml – 1 liter) bagian susu murni, maka dalam 2 x 24 jam, semuanya menjadi Kefir Optima.

Kefir Optima ini khasiatnya praktis sama dengan Kefir Prima dan Kefir Bening yang dicampurkan, dan dapat menggantikan semua varian Kefir, hanya volumenya perlu sedikit disesuaikan.

KEFIR COLOSTRUM (KC)

Kefir ini adalah berasal dari colostrum sapi yang di fermentasi dengan bibit kefir grain. Kefir Colostrum khasiatnya akan meningkat dibandingkan dengan colostrum biasa (sebelum fermentasi). Aroma kefir menjadi lebih harum dan lebih segar, bau anyir menghilang dan cita rasa menjadi lebih lezat. Colostrum yang digunakan untuk kefir mengandung sekitar 30 mg/g (3%) IgG, dan berasal dari colostrum segar.

KEFIR PRIMA SUPER (KPS)

Kefir Prima Super merupakan produk kombinasi antara Kefir Prima + Kefir Kolostrum (15%), yang membuat minum kefir menjadi lebih praktis karena anda tak perlu mengkonsumsi 2 jenis Kefir (Kefir Prima+Kefir Kolostrum). Semua khasiat Kefir terdapat pada Kefir Prima Super ini, dengan fokus pada penanggulangan masalah pencernaan, menjaga fungsi liver, diet standard penderita diabetes, keluhan penyakit berat, pemulihan pasca operasi dan peningkatan kebugaran.

Kefir Prima Super+ adalah produk terbarukan dari kefir prima super, karena menggunakan tambahan kefir kolostrum sebanyak 35%. Kefir Prima Super+ ini lebih diarahkan kepada penanggulangan imun tubuh, masalah pencernaan, perbaikan fungsi liver, perbaikan fungsi ginjal, perbaikan fungsi jantung, perbaikan fungsi otak, anti tumor dan anti kanker, perbaikan pankreas, perbaikan paru-paru, penanganan colon kanker, beragam penyakit berat, serta pemulihan pasca operasi, dan peningkatan kebugaran.

KEFIR KOSMETIK

Kefir kosmetik adalah kosmetika yang dibuat dengan menggunakan bahan dasar kefir susu. Bahan dasar kefir yang dipakai bisa berasal dari kefir whey, kefir medika, atau kefir kolostrum. Kefir kosmetik ini dibuat dengan memisahkan serum (whey) dari curd (cream) nya, sehingga terdapat 2 bahan dasar yaitu bahan padat yang dapat digunakan untuk cream, creambath, masker, lulur, sunblock, lotion dan moizturizer. Sedangkan bagian yang cair dapat digunakan sebagai bahan dasar untuk pembuatan tonik wajah, tonik rambut, douche, antiseptik, obat jerawat, anti ketombe, dan atasi kulit yang berjamur.

Oleh : Komunitas Kefir Indonesia

Banyak makan, tapi kurus.

Makan banyak bukan berarti Anda pasti akan menjadi gemuk seketika, karena banyak faktor lain yang menyebabkan seseorang bisa menjadi gemuk/ kurus. Faktor yang mempengaruhi berat badan seseorang adalah :

1. Banyaknya aktivitas fisik.
2. Genetik.
3. Penyakit kronis seperti TBC / vlek paru, Diabetes, Penyakit jantung, Penyakit hati, gangguan tiroid.
4. Stress psikis.
5. Obat obatan.
6. Faktor istirahat.
7. Faktor lingkungan keluarga.
8. Pola diet yang salah.

Penyebab di atas, bisa jadi benar. Tapi ada dua hal utama yang tidak disebutkan, yang selama ini mengganggu pikiran saya mengenai penyebabnya, yaitu :

1. Konsumsi makanan yang sebenarnya bukan makanan, atau salah menilai kualitas makanan.

Kolostrum segar, dan kolostrum yang sudah direbus, nilai gizinya kalau diukur dengan metoda saat ini bisa dikatakan sama persis. Tapi memberi bayi dengan kolostrum yang sudah direbus, bisa menyebabkan bayi (manusia maupun hewan) mati seketika. Ikan kering dan ikan segar, bisa jadi kandungan gizinya lebih tinggi ikan kering, tapi dampaknya terhadap kesehatan sangat jauh berbeda. Menelaah “The miracle of enzymes” karya Prof Hiromi, intinya : Makanan tanpa kelengkapan enzimnya (enzim dari makanan tersebut atau enzim “pasangan”nya yang diproduksi tubuh manusia) adalah sampah. Enzim adalah protein yang sensitif terhadap panas. Padahal sebagian besar makanan kita diolah dengan panas tinggi.

2. Gizi dan nutrisi yang benar-benar dikonsumsi, bukanlah yang masuk mulut, melainkan yang diserap oleh usus dan diedarkan oleh darah.

Coba telah beberapa butir jagung pipil yang kering. Lihat apa yang dibuang keesokan harinya : tetap butiran jagung ! Efisiensi pencernaan untuk menyerap jagung pipil adalah NOL !. Jadi, kata kuncinya adalah seberapa tinggi efisiensi pencernaan kita dalam menyerap makanan. Kalaupun makanannya sudah benar, tapi pencernaan kita buruk, maka makanan cuma lewat saja.

Kesimpulan.

Untuk mengantisipasi dua hal tersebut, Kefir memegang peranan penting.

1. Kefir merupakan makan yang diolah tanpa pemanasan sama sekali, dan selalu diupayakan dari bahan segar. Dengan demikian enzimnya lengkap. Kefir juga menyediakan bahan baku yang memadai agar tubuh bisa membuat enzim yang dibutuhkan untuk proses metabolisme.

2. Fokus utama Kefir, selain masalah gizi/nutrisi adalah penyempurnaan kerja pencernaan, terutama menyediakan probiotik yang diperlukan agar keseluruhan proses pencernaan berjalan baik. Mikroba pencernaan (seharusnya) jumlahnya jauh lebih besar dari jumlah seluruh sel dalam tubuh kita.Tidak ada pangan apapun juga yang menyediakan probiotik dalam jumlah dan jenis yang lebih banyak dari Kefir !

Tapi ingat… ingat…!

Kefir bukan segalanya dan satu-satunya.
Simak lagi bahasan tentang menjaga kesehatan secara holistik…

Salam sehat Kefir.

Oleh : Andang Kasriadi (Komunitas Kefir Indonesia)