iklan

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry

Your Family EGG and CHICKEN Farm

VISI :

“Menjadikan usaha peternakan (Farm) lokal yang mandiri, maju dan terintergrasi secara efektif serta sinergi”

MISI :

  • Meningkatkan ketahanan pangan (protein) khususnya Telur kampung dan Ayam kampung pedaging.
  • Meningkatkan perekonomian dipedesaan dan mengurangi pengangguran usia produktif.
  • Meningkatkan Kesejahteraan masyarakat (Peternak) kecil dengan kepastian harga yang stabil.
  • Memanfaatkan tanah–tanah yang tidak produktif.
  • Menciptakan cara distribusi penjualan yang modern dari peternak ke konsumen.
  • Menciptakan produk olahan makanan tradisional kuliner siap saji.

PRODUK TELUR :

  • Telur Kampung Original
  • Telur Kampung Omega
  • Telur Bebek
  • Telur Puyuh

TURUNAN (Olahan) :

  • Telur Asin (Bebek)
  • Telur Pindang (Kampung)

AYAM KAMPUNG POTONG

  • Ayam Kampung
  • Bebek
  • Puyuh

TURUNAN (Olahan) :

  • Menu ungkep Presto (Ayam dan Bebek)
  • Menu betutu Presto (Ayam dan Bebek)

JALUR DISTRIBUSI PEMASARAN

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry

 Setia Usaha Bersama Farm adalah peternakan mandiri, sehingga produk yang dihasilkan tidak melalui Pengepul (bandar), Gudang, Pasar tradisional & Agen telur serta Toko Telur & Warung sembako.

Distribusi pemasarannya adalah langsung (Direct) kepada Konsumen, sehingga kualitas produk yang diberikan kepada konsumen sesuai keinginan dan masih segar “Fresh”.

Dari cara distribusi ini pelanggan konsumen mendapatkan banyak manfaat dan Setia Usaha Bersama Farm bertanggung jawab langsung atas kualitas produk yang dijual dan dapat langsung menyampaikan informasi masukan, keluhan kepada Customer Service kami.

Tagline Kami : “Your Family Eggs and Chicken Farm” (Peternakan keluarga Anda). Sehingga budaya yang kami terapkan adalah “Pelanggan kami adalah bagian dari keluarga besar kami” dan Pelanggan kami berhak mengunjungi peternakan Setia Usaha Bersama Farm.

STRATEGI PENJUALAN(SALES)

Strategi pemasaran yang dilakukan oleh Setia Usaha Bersama farm & Poultry adalah ibu-ibu rumah tangga berusia antara 20-35 tahun, terutama yang memiliki pergaulan aktif di media sosial ataupun ibu-ibu cerewet yang peduli kesehatan dan senang jajan. Biasanya kami menemui ibu-ibu tersebut di sekolahan TK ataupun SD. Guru sekolah TK dan SD, aktivis di tempat ibadah, Guru Pengajian, Sekolah Minggu, perkumpulan religi agama atau Ketua kelompok Doa yang sudah berkeluarga dengan usia 20-55 yang memiliki hubungan baik dengan masyarakat dan senang berbicara atau bercerita. Tukang keliling (Penjual keliling), Ibu–Ibu bisnis Online atau MLM atau Agen Asuransi, Kelompok Ibu-ibu yang telah memiliki usaha dagang; Baju anak2/baju Muslim Wanita, Multi Level Marketing suplemen kesehatan, Asuransi pendidikan anak. Dari ke semua segmen marketing focus, kami menggunakan sarana brosur lipat, kemasan unik, program promo, dan dengan referensi konsumen (terstimony and mouth to mouth clue inform), serta penggunaan website interaktif dan bazar serta apps (new prospek dan merawat pelanggan).

Manfaat (Benefit) untuk Konsumen

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry

  1. “SeSaMa Farm” memiliki peternakan (kandang) sendiri sehingga produk dapat diketahui asal usulnya.
  2. “SeSaMa Farm” mempunyai waktu singkat (dari Peternakan ke Konsumen). kualitas telur fresh/segar.
  3. “SeSaMa Farm” memiliki rumah administrasi sendiri sehingga Konsumen dapat berkunjung dan melakukan audit sistem kualitas dan FIFO.
  4. “SeSaMa Farm” memberikan Garansi produk, jika ditemukan produk tidak sesuai (Reject) maka dapat penggantian secara gratis.
  5. “SeSaMa Farm” memiliki sumber daya (SDM) untuk pelayanan antar pesanan (Transporter) hingga ke rumah Konsumen tanpa dikenakan biaya. Konsumen dapat menanyakan tentang product Knowledge yang ada di Peternakan dan Sistem Distribusi kepada Transporter Kami.
  6. “SeSaMa Farm” menyediakan harga telur yg competitive dengan harga flat (tdk naik/ fluktuasi) karena tidak diatur oleh distribusi cara konvensional yang menjadikan harga mahal.
  7. “SeSaMa Farm” menawarkan program–program pembelian ke Konsumen (marketing Program) sehingga Konsumen mendapatkan harga terbaik sesuai kebutuhan tanpa harus membeli banyak. Dan memberikan bonus(Reward) tahunan kepada Konsumen Terbaik dan Loyal.

Mengapa Harus Ada Setia Usaha Bersama Farm & Poultry (SeSaMa)

Your Family EGG and CHICKEN Farm

Sudah tidak bisa dipungkiri bahwa makan dengan lauk ayam adalah salah satu pilihan mewah bagi masyarakat Indonesia. Ayam dan telornya menjadi favorit, selain tempe dan tahu. Berangkat dari ide sederhana tersebut, Setia Usaha Bersama Farm & Poultry (SeSaMa farm) mulai mencoba untuk bergelut di bidang peternakan khususnya ayam, telur, dan makanan olahannya.

Pertama memulai usaha, SeSaMa juga berpikiran bahwa usaha ayam dan telor sudah banyak yang melakukannya. Untuk itu, SeSaMa mencoba lebih membawa idealisme dalam berwirausaha, yaitu usaha yang lebih bersih. Bersih produk, bersih manusia, dan bersih harga dengan memegang visi menjadikan usaha peternakan lokal yang mandiri, maju dan terintergrasi secara efektif serta sinergi.

Hal-hal yang dilakukan SeSaMa adalah (1) meningkatkan ketahanan pangan (protein) khususnya telur kampung dan ayam kampung pedaging, (2) meningkatkan perekonomian dipedesaan dan mengurangi pengangguran usia produktif, (3) meningkatkan kesejahteraan masyarakat (peternak) kecil dengan kepastian harga yang stabil, (4) memanfaatkan tanah–tanah yang tidak produktif, (5) menciptakan cara distribusi penjualan yang modern dari peternak ke konsumen, (6) menciptakan produk olahan makanan tradisional kuliner siap saji.

Dari ide yang sekarang telah berjalan ini, banyak yang bertanya tentang usaha dengan mengedepankan visi misi, sepertinya muluk-muluk. Bisa dikatakan demikian, namun faktanya justru itu yang menjadikan kami berbeda dan tetap eksis karena ada yang membuat kami giat bekerja, dan ada yang benar-benar kami perjuangkan.

Setia Usaha Bersama Farm & Poultry: (20 September 2015 s/d Saat Ini).

Melihat banyaknya remaja putus sekolah karena keterbatasan biaya orang tua yang tidak mampu dan kesempatan/peluang kerja yang tidak dapat menyerap tenaga kerja yang tidak memiliki ijasah SMA/STM saat ini, menjadikan para remaja putus sekolah Sekolah Dasar (SD) tersebut tidak dapat berkompetisi dan tidak memiliki harapan serta mimpi kedepan.

Rumah Telur dan Ayam

Jalan Pabuaran, Perum Puri Pesona Blok A11B (RT. 008/04), Kelurahan Jatiranggon, Kecamatan Jatisampurna (Kota Bekasi) –17432.

Telpon: (021) 843-085-90, Handphone: 0811-973-575 (Abraham)

Lokasi Peternakan (Farm)

Jl. Raya Jonggol Cariu Km2, Desa Sukamanah, Kecamatan Jonggol (Kabupaten Bogor)

Ekonomi Pedesaan Dan Pertanian

Ekonomi Jawa Timur terus berkembang di atas rata-rata nasional dalam Lima tahun terakhir. Didukung industri manufaktur serta sektor jasa, termasuk pariwisata dan transportasi, Jawa Timur membukukan kinerja yang cukup menggembirakan. Puncak pertumbuhan cepat ekonomi Jawa Timur terjadi pada tahun 2012 sebesar 6,64% dan terus menurun menjadi 6,08 pada tahun 2013 dan 5,86 pada tahun 2015 (BPS, 2015). Meski terus mengalami penurunan, secara makro ekonomi Jawa Timur tetap lebih tinggi pertumbuhannya dari rata-rata nasional.

Upaya  mengurangi kesenjangan ekonomi dilakukan dengan cara membangun basis pertumbuhan pada level  mikro untuk mengimbangi pertumbuhan pada level makro. Pembangunan diarahkan untuk membangun pusat-pusat pertumbuhan baru. Tidak hanya itu, program-program berskala nasional telah didesain dan diimplementasikan untuk mengembangkan ekonomi hingga level komunitas.

Terdahulu Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM), penguatan permodalan petani (PUAP), hingga Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan skema-skema lain telah dikembangkan. Namun demikian, efektifitas program-program tersebut untuk pemerataan kesejahteraan masih dianggap kurang memadai. Oleh karena itu, wacana untuk mengembangkan kelembagaan ekonomi lokal menjadi lebih masif semakin menguat. Lembaga-ekonomi lokal ini biasanya merupakan usaha-usaha kecil menegah yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar (Porter, 2000).

Sementara itu, lembaga ekonomi lokal biasanya memiliki tingkat keterkaitan rendah antara satu dengan yang lainnya. Padahal keterikatan dalam satu sistem merupakan syarat mutlak bagi penciptaan daya saing lembaga. Dengan integrasi maka akan terjadi tingkat efisiensi yang optimal karena antar pelaku ekonomi lokal terjadi sharing sumberdaya dan knowledge. Distribusi barang sebagai misal akan efisien jika mencapai volume tertentu. Karakteristik usaha pedesaan yang kecil, seringkali menjadi penyebab inefisiensi distribusi sehingga membebani ongkos produksi (Duncan and Miranda, 2012).

Para pelaku ekonomi asing akan mengekspor pelaku-pelaku ekonomi yang mereka anggap kuat dan mampu bersaing. Tidak saja pelaku ekonomi besar, negara-negara ASEAN dengan rata-rata merupakan negara berkembang, pelaku ekonomi kecil terutama UKM masih mendominasi. Tentu saja mereka akan memilih UKM-UKM yang dianggap mampu untuk menembus formasi ekonomi negara tujuan, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, maka mempersiapkan kemampuan pelaku ekonomi lokal/kecil ini menjadi penting sebagai salah satu persiapan menghadapi MEA.

Selanjutnya pemutusan hubungan kerja yang dilakukan UMKM tentunya akan berdampak pada permasalahan kemiskinan. Mengingat kedudukan UMKM sebagai stabilisator kekuatan ekonomi,  maka pemutusan hubungan kerja ini akan sangat mempengaruhi kondisi kesejahteraan masyarakat. Dalam jangka panjang banyak pemutusan hubungan kerja di lini UMKM akan membuat taraf pendapatan dari masyarakat semakin turun, dan akan memperlebar kesenjangan sosial dimasyarakat.

Ingat Ayam, Ingat Gading Farm

“Gading Farm” nama ini diambil oleh sang Owner ADE Ahmad Rifai dari nama tempat pertama kali memulai usaha peternakan ayam broiler. Usaha ini dimulai pada tahun 2003 dengan memelihara ayam broiler sebanyak 500 ekor. Selama 3 tahun  populasi semakin bertmabah dan pada tahun 2006 populasi ayam sudah  mencapai 60.000 ekor.

Kendala mulai muncul seiring dengan makin ekpansifnya perusahan besar masuk ke lini on farm. Mereka bisa mengontrol harga pasar dengan memainkan stok ayam hidup. Harga bisa dimainkan sesuai dengan banyak-sedikitnya stok  mereka. Secara permodalan perusahaan lebih besar dalam menggelontorkan untuk program kemitraan.

Melihat kondisi seperti ini mau tidak mau harus kompromi, kandang kandang yang  dimiliki Mas Ade mulai dikerjasamakan (inti plasma) dengan perusahan besar. Semua kebutuhan sapronak disediakan termasuk harga jual live bird mereka tentukan. Sebagai peternak nyaris tidak punya kuasa apapun terhadap pengembangan usaha.

Dibalik kegagahan dan keperkasaan perusahaan besar, ternyata mereka juga punya kelemahan dalam hal penjualan ayam hidup. Sehingga ini menjadi peluang untuk masuk di lini penjualan dan rumah potong ayam. Awal 2007 ‘’Gading Farm’’ mulai ikut bermain di wilayah penjualan dan rumah potong ayam.

Berbekal sisa uang tabungan dengan memanfaatkan gudang bekas pakan Mas Ade merubah menjadi (RPA) rumah potong ayam sederhana dan menjual hasilnya ke pasar tradisional.

Dari RPA yang sederhana, saat ini ‘’Gading Farm’’ sudah memiliki 3 RPA di wilayah Bogor. RPA Lewiliang Bogor Barat, RPA Tanah Baru Kota Bogor lokasinya disamping Golf Bogor Raya dan RPA Bojong Gede wilayah pemasaran Depok Cibinong dan sebagian Jakarta Selatan.

Untuk penjualan harian rata rata  7000-10.000 ekor atau sekitar 15-20 ton ayam hidup. Semua ayam tersebut dipasok dari daerah Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Bandar Lampung. Harapan dari Owner semoga kedepan bisa menghasilkan Daging Ayam kemasan bumbu yang siap goring. Karena pasarnya sangat menjanjikan baik di sector rumah makan, stok pasar modern maupun asrama pendidikan.

Peternakan Cita Benggala Lestari

Cita Benggala Lestari, begitulah nama dari sebuah usaha bidang peternakan yang berbentuk CV. Lembaga ini sangat konsen terhadapa dunia peternakan. Pada periode awal, trading offal (kepala,kaki, perutan sapi) dan belajar memotong sapi. Periode kedua, budidaya ternak baik penggemukan maupun persusuan. Periode ketiga rumah potong hewan berbasis sapi. Periode keempat jualan daging belum sampai tahap olahan daging.

Perjalanan waktu trading offal dihentikan, karena supplai terhambat. Belajar memotong sapijuga pernah dihentikan karena situasi sapid an modal tidak berpihak. Sampai titik terendah harus jualan bakso dan sosto 2kg per hari.

Situasi berubah setelah owner menata ulang semuanya, dengan mengajak mitra kerja membangun usaha penggemukan sapid an persusuan. Untuk penggemukan arahnya untuk mencukupi kebutuhan kurban sedangkan untuk persusuan menghasilkan susu dan bibit yang unggul. Selama 5 tahun menggeluti usaha ini, akhirnya tepaksa harus terhenti lagi karena alasan politik dan sosial pada saat itu.

Seiring berjalannya waktu, akhirnya semangat membangun kembali usaha menyala. Dengan menyusun ulang dan tidak berkongsi, hanya kerjasama sewa menyewa. Focus usaha didorong untuk membangun layanan sapi afkit dan emergency sehingga peternak sapi di lingkungan bisa menjual sapi dengan harga yang lebih tinggi dibanding ke blantik. Syukur akhirnya berhasil. Selain untuk menghidupi lembaga dengan mengadakan trading jual beli karkas sapi yang berbasis sampi import sampai sekarang dengan RPH yang dikelola rata-rata pemotongan 20 ekor/hari.

Tergelitik ingin punya usaha outlet daging, karena tidak focus kita hentikan dulu. Lebih mengutamakan RPH yang sudah jalan dulu. Untuk trading Qurban, sementara waktu juga dihentikan, dengan alasan memulihkan pergolakan harga, baru setelah itu dilanjutkan lagi. Untuk saat ini selain trading sapi, kami mempunyai misi membuat peternakan tanpa harus mempunyai lahan, pakan dan sdm tetapi system gadai. Akhirnya ada 25 ekor sapi yang saat ini sedang dikembangkan dengan system gadai ini.