iklan

Tanaman Keladi Hias

Saat ini banyak terdapat tempat wisata yang memilki tema menyatu dengan alam, hal ini menggambarkan pesatnya usaha pertanian yang dikombinasikan dengan trend masa kini. Para pemuda zaman sekarang sangat tidak bisa dipisahkan dengan aktifitas berkumpul bersama pada suatu café, tempat wisata maupun resto. Akibat adanya perkembangan zaman dengan hadirnya social media, kebutuhan akan pergi ke café dan resto tertentu semakin meningkat sebagai sarana untuk bergaul dan bertukar pikiran satu sama lain, tentu saja dengan adanya fenomena tersebut mereka ingin mencari sebuah café dan resto yang unik dan bagus untuk bergaul. Maka dari itu banyak para pengusaha membuat café maupun resto yang unik yang memberikan kesan kepada pengunjung.

Café masa kini banyak yang bertemakan perkebunan, dan saat ini banyak café yang mendekor dengan menggunakan tanaman hias kecil yang memiliki warna serta bentuk yang indah. Salah satu usaha yang sedang digemari pemuda milenial yaitu plant’s decor atau menyediakan tanaman sebagai alat mendekorasi baik untuk disewakan maupun dijual. Plant’s decor juga menyediakan tanaman untuk dekorasi di acara formal maupun non-formal contohya pernikahan, pemotretan, dan lain- lain. Saat ini banyak pemuda yang membuat acara dengan bertemakan garden party yang tentunya sangat membutuhkan dekorasi- dekorasi memnggunakan tanaman hias. Tanaman yang disediakan sangat beragam bentuk dan warna yang cantik, ukuran dari tanamannya pun beragam mulai dari ukuran kecil yang biasa ditempatkan pada rak- rak pajangan maupun disudut ruangan untuk tanaman yang berukuran besar.

Salah satu tanaman yang digunakan dalam usaha plant’s decor yaitu tanaman keladi wayang atau Caladium bicolor. Keladi merupakan sekelompok tumbuhan dari genus Caladium (suku talas-talasan, Araceae). Dalam bahasa sehari-hari keladi kerap juga dipakai untuk menyebut beberapa tumbuhan lain yang masih sekerabat namun tidak termasuk Caladium, seperti talas (Colocasia). Menurut Tjitrosoepomo (2004), Caladium bicolor atau keladi hias merupakan genus dari famili Araceae, klasifikasi lengkap dari Caladium berdasarkan sistem klasifikasi tumbuhan adalah sebagai berikut: Kingdom : Plantae, Divisi : Spermatophyta, Sub Divisi: Angiospermae, Kelas : Monocotyledoneae, Ordo : Arales, Famili : Araceae, Genus: Caladium, Spesies : Caladium bicolor

Daun keladi hias sangat beragam bentuk, corak, dan warna, serta perawatannya yang mudah menjadi daya tarik tersendiri bagi orang untuk membudidayakan keladi hias. Bentuk khas dari tanaman keladi hias ini yaitu daunnya yang seperti simbol hati/jantung.warna daunnya bervariasi dari hijau muda, hijau kehitaman, hijau keunguan, kuning, putih, merah muda, merah tua, ungu, keperakan, cokelat,atau  kehitaman, hingga kombinasi dari warna warna tersebut. Daunnya biasanya licin dan mengandung lapisan lilin. Ukuran keladi tidak pernah lebih daripada 1m. Beberapa jenis dan hibridanya dipakai sebagai tanaman hias pekarangan.. Caladium secara alami tumbuh di hutan-hutan tropis yang rindang, subur, dan lembab. Lokasi tumbuhnya antara lain di pinggir sungai, di bawah pohon besar, dan tempat-tempat berongga yang lembab pada ketinggian 0- 1000 m dpl. Tanaman ini dapat tumbuh pada suhu 21-31 ˚C. pada suhu di bawah 15 ˚C Caladium akan mati secara perlahan-lahan dan pada suhu diatas 32 ˚C umbinya akan tumbuh menciut. Sementara itu intensitas cahaya matahari yang dibutuhkan Caladium 50-70%. Jika intensitas cahaya matahari yang diterima kurang dari 50%, warna daun Caladium akan memucat, maka dari itu tanaman ini ditempatkan indoor dan cocok untuk penghias dalam ruangan.

            Tanaman keladi hias yang biasa digunakan untuk mendekorasi biasanya memiliki tinggi berkisar antara 80- 100 cm. proses perawatan tanaman ini cukup mudah dan tidak memerlukan biaya mahal. Media tanam yang digunakan untuk budidaya keladi hias yaitu sekam, humus, dan tanah. Penyiraman tanaman keladi hias dapat dilakukan dua kali sehari, tanaman ini juga memerlukan pemberian pupuk NPK sebulan sekali. Harga jual keladi hias dimulai dari dua puluh ribu rupiah hingga serratus lima puluh ribu rupiah untuk ukuran sedang yang digunakan dalam usaha plant’s decor.

            Tanaman keladi hias biasanya dipasarkan melalui media cetak maupun online. Seorang plant’s decor biasanya memasarkan tanaman- tanaman yang dijual melalui media online. Seperti Instagram, facebook, dan twitter serta platform perdagangan elektronik seperti shopee, tokopedia dan lain lain. Dengan begitu proses jual beli keladi hias maupun proses penyewaannya sangat mudah dilakukan, serta penjual dapat mengetahui permintaan pembeli terhadap tanaman keladi hias, serta dapat mempermudah komunikasi dalam menjawab pertanyaan- pertanyaan calon pembeli seputar keladi hias, sehingga pembeli dapat puas dengan pelayanan penjual.

oleh : Maulidya PS

Memperbanyak Tanaman Succulent dengan Teknik Propagasi

Succulent merupakan tanaman yang dapat beradaptasi di lingkungan kering serta dapat bertahan pada musim kemarau dengan menyimpan banyak air pada batang atau daun tanaman tersebut. Tanaman succulent biasanya memiliki daun, batang, atau akar yang tebal dan banyak sehingga dalam perbanyakan tanaman succulent sangat mudah dan menghasilkan banyak anak tanaman baru dengan cepat. Tanaman succulent dapat bertahan pada musim kemarau namun tidak dapat terkena cahaya matahari langsung, sehingga harus berada pada tempat terang yang tidak terkena cahaya matahari langsung atau ternaungi, untuk itu banyak sekali orang yang menyimpan tanaman succulent di dalam rumah sebagai tanaman hias. Selain itu, tanaman succulent tidak sulit untuk dirawat karena hanya memerlukan sedikit air. Teknik perbanyakan tanaman ada yang menggunakan perbanyakan secara vegetatif, vegetatif, dan stek. Pada perbanyakan tanaman succulent, cara yang dilakukan yaitu dengan propagasi atau stek daun. Teknik propagasi atau stek daun merupakan teknik perbanyakan tanaman dengan mengambil bagian tanaman yang ingin diperbanyak yaitu daun dan ditanam pada media tanam hingga tumbuh akar pada daun tersebut dan menjadi tanaman baru yang sifatnya sama dengan induknya. Manfaat menanam tanaman succulent yaitu dapat membersihkan udara, menjadikan udara yang kering menjadi lebih lembab, hiasan, serta sebagai anti radiasi. Tanaman succulent yang dapat diperbanyak dengan menggunakan teknik propagasi atau stek daun salah satunya yaitu tanaman succulent Echeveria, Haworthia, Aloe, Crassula, dan lainnya.

            Tanaman succulent dapat diperbanyak dengan teknik propagasi atau stek daun. Sebelum melakukan stek pada tanaman succulent, dilakukan pengecekan tanaman terlebih dahulu. Tanaman succulent yang akan dipropagasi harus dalam keadaan sehat dan daunnya tidak rusak, sehingga perbanyakan succulent dengan teknik propagasi atau stek daun dapat berjalan dengan lancar. Setelah itu, hal yang harus dilakukan untuk memperbanyak tanaman succulent ialah mengambil daun succulent yang berada di batang paling bawah, jangan mengambil daun yang masih muda karena masih dapat melakukan pertumbuhan, lalu dicek kembali kondisi daun tersebut agar daun yang akan ditanam merupakan daun yang sehat. Jangan mengambil daun yang warnanya berubah, adanya bitnik-bintik pada daun, atau daun yang robek untuk ditanam, ambilah daun succulent dengan memetiknya secara pelan-pelan agar tidak rusak, selanjutnya taruh daun tersebut pada tempat hangat yang tidak terkena cahaya matahari langsung hingga luka pada daun succulent tersebut mengering karena apabila langsung diletakkan pada media tanam maka daun tersebut akan mati dan mengkerut, setelah luka mongering, agar pertumbuhan tanaman succulent berjalan dengan cepat, maka ujung daun dicelupkan pada hormon pertumbuhan akar, lalu letakkan daun pada media tanam dengan membuat lubang kecil pada tanah dan letakkan ujung daun tersebut ke lubang kecil tersebut, tempatkan daun yang sudah berada di media tanam tersebut pada tempat terang yang tidak terkena cahaya matahari langsung, lalu basahi daun succulent setiap hari dengan botol semprotm, hindari penyiraman yang berlebihan agar daun yang ditanam tidak membusuk karena terlalu banyak air.

Pada minggu ke-4 setelah penanaman maka akan ada tanaman baru yang tumbuh pada ujung daun, tutupi akar yang keluar dengan tanah, selanjutnya daun induk akan menjadi layu dan harus dilepaskan dari tanaman baru secara hati-hati, siapkan pot kecil yang memiliki lubang pot agar drainasenya baik, tanaman succulent lebih baik ditanam di pot kecil dibandingkan dengan ditanam dalam pot besar. Masukkan media tanam ke dalam pot kecil tersebut, lalu buatlah lubang dengan jari dan tanam tanaman succulent baru ke media tanam tersebut, setelah itu, taruh kerikil-kerikil diatas permukaan media tanam agar air dapat mudah mengalir, apabila media tanam berupa tanah terlihat kering, maka siramlah tanaman succulent tersebut hingga tanahnya basah dengan merata, lalu pindahkan pot yang berisi tanaman succulent tersebut ke tempat yang terang namun tidak terkena cahaya matahari langsung, tanaman succulent juga dapat diletakkan pada tempat yang ternaungi seperti di bawah pohon, apabila ingin menaruhnya di dalam rumah, tanaman succulent dapat diletakkan di dekat jendela agar tidak terkena cahaya matahari secara langsung. Penyiraman tanaman succulent dilakukan sekali dalam seminggu atau sekali dalam dua minggu. Lakukan propagasi atau stek daun kembali apabila tanaman succulent sudah berukuran cukup besar.

oleh: Fresa F

Tumpang Sari Jagung dan Kedelai

Pada zaman saat ini yang kita ketahui sulitnya menemukan lahan yang baik untuk sektor pertanian dimana yang memiliki bahan organik 5% dan kebanyakan lahan kita di indonesia hanya memiliki bahan organik sejumlah 2% sudah terbilang baik, terlalu banyak lahan pertanian dialih fungsikan menjadi gedung-gedung,rumah,apartemen,mall dan lain lain, dikarenakan populasi manusia yang terus bertambah, dan kebutuhan tempat tinggal yang juga meningkat,secara langsung dengan semakin bertambahnya populasi manusia kebutuhan pangan kita juga ikut bertambah sebab itulah penting nya mengembangkan dan menjaga lahan pertanian di indonesia agar masyarakat tidak kelaparan dan negara  kita tidak terus menerus import dari negara tetangga.

Keterbatasannya lahan pertanian menjadikan teknik tumpang sari merupaka salah satu strategi budididaya yang baik untuk memenuhi kebutuhan pangan kita, tumpangsari merupakan sistem pertanaman dengan menanam dua atau lebih jenis tanaman secara serentak pada lahan yang sama dalam waktu bersamaan,seperti yang kita ketahui jagung dan kedelai merupakan tanaman pangan terpenting setelah padi di indonesia, dan negara kita juga masih mengimport jagung dan juga kedelai untuk memenuhi kebutuhan negara nya sendiri, untuk dapat mandiri dan terlepas dari ketergantungan negara lain kita masih berusaha meningkatkan produktivitas padi dan kedelai di indonesia dapat dengan menerapkan sistem tumpang sari jagung dan kedelai.

Jagung merupakan salah satu tanaman pangan yang digunakan sebagai makanan pokok kedua setelah padi, jagung merupakan sumber protein yang penting bagi manusia. Jagung mengandung serat pangan yang dibutuhkan tubuh seperti asam lemak esensial, isoflavon, mineral (Ca, Mg, K, Na, P, Ca dan Fe), antosianin, betakaroten, komposisi asam amino esensial, dan lainnya. Tanaman penting selain jagung yaitu kedelai. Kedelai merupakan tanaman polong polongan terpenting pertama di Indonesia dan tanaman pangan ketiga terpenting setelah padi dan jagung di Indonesia. Kedelai merupakan salah satu tanaman pangan sumber protein nabati. Kedelai sebagai salah satu sumber protein nabati menjadi pilihan yang lebih terjangkau dibandingkan protein hewani. Begitu pentingnya jagung dan kedelai bagi kehidupan manusia, dengan penerapan sistem tumpang sari ini menujukkan bahwa tumpangsari jagung dan kedelai lebih menguntungkan dibandingkan dengan pertanaman tunggal dan memberikan efisiensi dalam pemanfaatan lahan.

Hal-hal yang harus diperhatikan dalam budidaya tumpangsari kedelai dan jagung antara lain: pengaturan jarak tanam, jumlah baris tanaman kedelai dalam jarak tanaman jagung, waktu tanam antara kedelai dan jagung serta jenis varietas kedelai. Jarak tanam terlalu sempit akan menyebabkan terjadinya kompetisi air, unsur hara dan cahaya matahari yang semakin tinggi, sehingga pertumbuhan dan hasil kedelai maupun jagung tidak optimal. Juga Pada sistem tumpang sari pola pertanaman yang dianjurkan adalah mengusahakan tanaman yang responsif terhadap intensitas cahaya rendah di antara tanaman yang  menghendaki intensitas  cahaya tinggi. Selain itu,  tanaman yang ditumpangsarikan hendaknya memiliki sistem perakaran dengan kedalaman yang berbeda untuk menghindari terjadinya  persaingan penyerapan air dan unsur hara, serta untuk pemeliharaan lahan sama seperti sistem tanam lainnya tetapi harus lebih memperhatikan gulma gulma yang terdapat pada tanaman kedelai.

Dengan sistem tumpang sari kita dapat memaksimalkan lahan pertanian kita dengan menanam dua jenis tanaman dalam satu lahan, sistem tumpang sari juga menambah produktifitas panen sebab kita memanen dua jenis tanaman dalam waktu yang sama atau pun berbeda, dengan sistem tumpang sari ini juga dapat menjadi solusi keterbatassan lahan pertanian di negara kita, sehingga mengurangi ketergantungan negara kita juga dapat memulai untuk lebih mandiri, tidak terus menerus mengimport dari negara lain. Salam hangat jaya indonesia ku.

oleh: Gandi

Sorgum sebagai Tanaman Pangan Alternatif Pengganti Padi

Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbanyak ketiga di dunia, dimana makanan pokok dari masyarakatnya adalah nasi. Tak heran jika penduduk di Indonesia kebanyakan bermata pencaharian sebagai petani dan Indonesiapun di kenal sebagai negara agraris yang mampu meproduksi beras dalam jumlah yang sangat besar. Akan tetapi setiap tahunnya Indonesia selalu mengimpor beras untuk kebutuhan stok pangan dan memasok beras-beras tersebut ke daerah yang kekurangan.

Menurut data Badan Pusat Statistik, Indonesia mengimpor beras dari Thailand periode Januari hingga Oktober 2018 sebanyak 780 ton dengan nilai US$ 377,75. Diperlukan bahan pangan alternatif untuk meminimalisir Indonesia dalam mengimpor beras dari negara lain. Salah satu bahan pangan yang dapat dijadikan alternatif selain jagung, singkong, dan kedelai adalah sorgum. Sorgum merupakan jenis gandum atau serealia yang dapat hidup di wilayah tropis maupun sub tropis di bagian Pasifik tenggara maupun Australia. Sorgum memiliki karakteristik yang tahan terhadap kekeringan dan toleran terhadap genangan air serta relatif tahan dengan gangguan hama maupun penyakit. Sorgum memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan di wilayah Indonesia karena memiliki daerah adaptasi yang luas.

Masyarakat Jawa mengenal tanaman sorgum ini dengan sebutan jagung cakul karena memang jika dilihat secara fisik tanaman ini hampir menyerupai jagung. Sorgum sendiri memiliki tinggi rata-rata 2,5 meter hingga 4 meter. Daun sorgum berbentuk lurus sejajar layaknya daun jagung maupun tebu, bijinya berbentuk bulat dan mengkerucut pada bagian ujungnya yang berdiameter sekitar 2mm. Jenis sorgum manis memiliki kandungan gula yang tinggi pada batang gabusnya sehingga dapat berpotensi sebagai sumber bahan baku gula layaknya tebu.

Beberapa penelitian mengenai sorgum, menyebutkan bahwa kandungan protein yang ada di dalam sorgum sangat tinggi daripada sumber pangan lain seperti singkong, jagung, maupun beras. Tepung biji sorgum juga tak kalah kandungan karbohidratnya jika dibandingkan dengan tepung serealia lainnya. Biji sorgum memiliki tiga kandungan karbohidrat yaitu pati, serat dan gula terlarut yang terdiri dari glukosa, sukrosa, maltosa, dan fruktosa. Sorgum juga memiliki keunggulan mineral seperti Ca, P, Fe dan B1 jika dibandinkan dengan beras. Kandungan pati dan protein pada sorgum hampir setara dengan kandungan pati dan protein pada jagung. Perbedaan yang membuat tepung sorgum kurang diminati adalah tidak adanya kandungan gluten layaknya pada tepung terigu, diman gluten ini memberikan efek elastisitas pada adonan mie maupun roti.

Meskipun sudah diketahui kandungan nutrisi sorgum yang tinggi namun saat ini sorgum belum dapat dimanfaatkan secara optimal dikarenakan sorgum sendiri belum mencapai taraf pengembangan yang memuaskan karena nilai jualnya yang belum potensial sebagaimana layaknya jagung, gandum, dan beras. Kendala lainnya datang dari fasilitas sepeti mesin untuk memecah biji sorgum yang sulit untuk dikupas sehingga diperlukan perbaikan teknologi pendukung. Potensi dari bagian sorgum lainnya seperti daun, akar, dan tangkai hanya dimanfaatkan untuk pakan ternak maupun kompos padahal nira dari sorgum memiliki keunggulan jika dibandingkan nira tebu. Nira merupakan cairan manis yang diperoleh dari batang suatu tanaman. Nira pada sorgum dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan gula dan bioetanol, jadi hampir semua bagian dari tanaman sorgum dapat dimanfaatkan.

Budidaya sorgum sendiri sebenarnya tidak terlalu sulit, bahkan di lahan marginal pun sorgum dapat tumbuh dengan normal dan produktivitasnya tinggi. Lahan marginal yang dimaksudkan adalah lahan yang kekurangan air, lahan masam, maupun lahan yang memiliki kandungan garam tinggi. Sorgum bisa menjadi sumber pangan alternatif dibandingkan beras dan jagung pada sistem pertanian lahan kering karena kebutuhan air bagi sorgum tak sebanyak padi dan jagung. Selain itu sorgum juga dapat dipanen dua hingga tiga kali dalam sekali tanam. Teknik budidaya sorgum sendiri dimulai dari pengolahan tanah dimana sebelum ditanami, tanah harus dibajak terlebih dahulu kemudian digaru dan diratakan. Tanah tersebut juga harus bersih dari gulma karena pada saat fase pertumbuhan awal sorgum kurang mapu bersaing dengan gulma. Setelah itu dilanjutkan dengan penanaman, dimana penanaman tersebut dengan membuat lubang dari tugal dengan diberi jarak tanam sekitar 75×25 cm atau 75×20 cm dan masing-masing lubang diberi 2 hingga 3 benih tanaman sorgum.

Diperlukam pula perawatan untuk tanaman sorgum seperti pemupukan dengan tepat, baik tepat dosis, tepat cara, maupun tepat waktu. Adapun penyiangan juga diperlukan mengingat pada fase awal pertumbuhan tanaman sorgum kurang mampu bersaing dengan gulma yang ada. Perawatan dari hama penyakitnya juga harus dilakukan, penyakit yang menyerang sorgum salah satunya adalah bercak pada daun dengan hama utamanya adalah ulat daun. Kemudian tahap terakhir adalah tahap panen dan pasca panen, pada tahap panen hanya perlu memangkas bagian tangkai sekitar 15 cm di bawah bagian biji, setelah itu biji sorgum dikeringkan. Setelah dikira cukup kering, biji sorgum dirontokkan dan disimpan di tempat yang memiliki tingkat kelembaban yang rendah dengan keadaan biji yang kering, besih dan utuh atau tidak pecah. Setelah itu biji sorgum dapat diolah salah satunya adalah dijadian tepung sorgum yang kandungannya tak kalah dengan makanan pokok lainnya.

oleh: Wiji RU

Kontribusi Pertanian dalam Pertumbuhan Ekonomi di Jawa Barat

Potensi pertanian di Jawa Barat tersebar secara merata di seluruh daerah yang meliputi komoditas padi, palawija, dan horticultural. Selain itu, jenis sayurandan buah-buahan di daerah Jawa Barat memiliki potensi yang sangat menjanjikan. Hasil pertanian utama di daerah Jawa Barat merupakan jagung, padi, dan ubi kayu.Daerah penghasil bunga-bungaan di Jawa Barat antara lain, Kabupaten Cianjur, Garut, Kuningan, Bandung, Ciamis, Purwakarta, Bogor, dan Sukabumi.

            Melihat hasil pertanian diatas dapat disimpulkan bahwa hasil pertanian di Jawa Barat merupakan sector yang bepotensi menjanjikan dalam hal membangun aspek ekonomi bagi wilayah Jawa Barat untuk dikembangkan secara optimal. Sektor pertanian memiliki kontribusi terhadap pembangunan terutama di daerah, salah satunya di Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan RPJMD Provinsi Jawa Barat tahun 2013-2018, sektor pertanian dijadikan salah satu jalan untuk mencapai keberhasilan pembangunan daerah di Provinsi Jawa Barat.

            Sinergi antara sektor pertanian, industri dan jasa yang kuat akan membentuk perekonomian yang efisien, dan hal ini akan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah (Sjafrizal, 2008). Dalam struktur perekonomian di Jawa Barat, sector pertanian merupakan sector dominan setelah industri. Jika hasil pertanian pangan, termasuk hasil sayur-sayuran dan buah-buahan ini dapat dibudidayakan melalui teknologi canggih, daerah Jawa Barat dapat berkembang pesat dalam sector pertanian. Apalagi daerah Jawa Barat memiliki banyak SDM yang berkualitas dengan adanya perguruan tinggi seperti Institut Teknologi Bandung, Universitas Padjajaran, dan Institut Pertanian Bogor. Dengan adanya hal-hal tersebut dapat memacu pembangunan sector pertanian dan sector pertanian dapat berkontribusi secara optimal pada perekonomian di daerah Jawa Barat.

            Melalui pertumbuhan ekonomi daerah yang cukup tinggi diharapkan kesejahteraan masyarakat dapat ditingkatkan secara bertahap. Kemampuan daerah untuk tumbuh tidak terlepas dari peranan sektor-sektor yang ada dalam suatu perekonomian. Kontribusi sektor pertanian pada tahun 2010 yaitu sebesar 13,08% dan terus menurun sampai 11,47 pada tahun 2012. Masuknya sektor pertanian ke dalam tiga besar penopang PDRB di Provinsi Jawa Barat menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan   sektor yang penting dalam pertumbuhan ekonomi daerah (Badan Pusat Statistik, 2012)

Maka dari itu, para Sumber Daya Manusia yang dimiliki diharapkan dapat berkontribusi secara optimal pada pertanian di Jawa Barat. Dengan cara-cara yang dapat membuat petani untung, juga memberikan dampak yang positif bagi lingkungan serta memberikan suatu ekosistem yang baik dan seimbang agar dapat terus berlanjut sampai berpuluh-puluh tahun kedepan. Agar tercipatanya mimpi Indonesia sebagai Lumbung Pangan Dunia pada tahun 2045.

Cara yang dapat dilakukan sejak dini oleh petani yang tidak terlalu sulit adalah pengurangan pemberian pestisida agar tidak menimbulkan resistensi hama dan resurgensi hama di kemudian hari. Karena pada umunya petani di Indonesia masih ketergantungan pada pestisida kimiawi dalam melakukan pengusiran hama. Padahal pestisida secara tidak langsung memberikan efek yang sangat besar bagi tanaman di kemudian hari. Dan para ahli atau sarjana pertanian nantinya diharapkan dapat berkontribusi aktif dalam membangun pertanian Indonesia dengan cara memberikan penyukuhan atau sosialisasi pada petani dalam mengolah tanamannya.

            Dengan demikian, pertanian memberikan kontribusi yang sangat efektif pada sector ekonomi di Jawa Barat. Karena Jawa Barat memiliki banyak lahan yang digunakan untuk membudidayakan tanaman pangan, hortikultura, maupun kacang-kacangan. Agar sector pertanian dapat terus bertahan dan berkontribusi di kedepannya, perlu peran aktif para ahli atau sarjana pertanian yang ikut membangun pertanian di Jawa Barat.

            Perlu ada tindakan dari pemerintah berupa kebijakan dalam pengelolaannya untuk mengembangkan sector pertanian ini agar dapat menjadi sektor/sub sektor yang potensial untuk dikembangkan di Provinsi Jawa Barat. Sektor  yang  potensial bagi daerahnya diharapkan dapat memberikan nilai tambah yang besar sehingga berdampak positif bagi pertumbuhan sektor tersebut. Keadaan posisi sektor di provinsi dapat tercermin dari keadaan sektor/sub sektor di kabupaten/kota. Semoga apa yang diharapkan dalam artikel ini dapat terwujud dengan bebrbagai cara dan pihak pihak yang bersangkutan dapat ikut berpartisipasi demi terselenggaranya atau terwujudnya sector pertanian yang maju dan memberikan dampak yang positif bagi sector pertanian Indonesia yang khususnya berada di daerah Jawa Barat

Oleh: Fathya KS