iklan

Buah Naga Primadona Petani yang mulai Ditinggalkan

incagri.com Incagri.com

Buah naga, dinamakan tersebut karena buah tersebut memiliki bentuk yang unik menyerupai bola naga dalam mitologi cina. Buah yang berasal dari keluarga kaktus ini memiliki batang berwarna hijau, dan akar merambat pada tumbuhan lain dan menempel pada batang tanaman lain, puny bunga dengan bentuk bentuk menyerupi corong memanjang dan mekar mulai sore hari dan mekar sempurna pada malam hari, punya kelopak berwarna putih bersih dan terdapat benang sari berwarna kuning dan mengeluarkan aroma wangi. Bentuk buah naga lonjong layaknya bauh nanas akan tetapi memiliki semacam sisik, kulitnya berwarna merah dan sisik-sisiknya berwarna kehijauan seperti sisik naga, daging buah naga ini seperti bauh kiwi dan memiliki warna beragam, dari putih, merah, dan merah tua. Memiliki biji berwarna hitam dan kecil-kecil. Bauh naga memiliki rasa manis sedikit asam dan menyegarkan.

Buah ini tidak hanya bentuknya saja yang unik, tetapi juga memiliki manfaat yang baik bagi tubuh manusia. Antara lain adalah membantu untuk menrunkan berat badan karena kaya akan serat dan rendah kalori. Bauh naga juga mmliliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga akan membantu proses detoksifikasi (pengeluaran racun dalam tubuh) dalam tubuh. Selain itu buah aga juga bisa mencegah diabetes, mencegah tekanan darh tinggi dan serangan jantung, meningkatkan sistem imun tubuh, meninkatkan nafsu makan, membantu masalah pencernaan, menunda penuan dini, meringan batuk dan asma, dan masih banyak manfaat lainnya dari buah naga ini.

Buah naga ini berasal dari Amerika Tengah, namun berkembang dan diekspor dari negara-negara di Asia Tenggara, antara lain Vietnam dan Thailand. Buah dengan nama latin Hylocereus undatus  ini juga merupakan buah yang bisa diblang sebagai primadona di indonesia. Karena rasanya yang manis dan manfaatnya yang sangat banyak bagi tubuh. Bauh naga sangat mudah untuk dikonsumsi. Bisa untuk dimakan langsung atau bisa juga dengan cara di blender.

Melihat kesempatan ini petani di indonesia, khususnya di daerah Banyuwangi mulai untuk menanam bauh naga di pekarangan rumahnya. Untuk penanaman dan perawatan buah naga bisa dibilang cukup mudah, karena auh naga termasuk tanaman yang tahan terhadap penyakit. Pendapatan yang didapatkan oleh petani dari panen buah naga waktu itu cukup tinggi yaitu Rp. 10.000 per-kilo untuk kelas A. Pembagian kelas buah naga ini berdasarkan kecacatan pada kulit (cacar) dan besar buah naga. Untuk klas A adalah yang terbaik, kelas selanjutnya adalah kelas B dan C.

incagri.com Incagri.com

Melihat keuntungan yang besar dari menanam buah naga, para petani di Banyuwangi berlomba-lomba untuk menanam buah naga secara besar-besaran. Yang dulunya hanya ditanam disekitar pekarangan dibelakang rumah, sekarang sudah ditanam hingga dilahan sawah milik petani. Untuk mempercepat tanaman buah naga agar cepat untuk beerbuah, para petani melakukan teknik pemberian lampu (dop). Untuk penyerbukan buah naga dilakukan dengan bantuan manusia, yaitu ketika malam saat bunga mekar sempurna petani membantu serbuk sari agar jatuh di putik bunga sehingga bisa dengan cepat berbuah.

Tidak berhenti disitu, para petani juga memberikan obat pada tanaman bauh naga agar buah yang terbentuk menjadi lebih besar. Obat itu disebut Gibro oleh para petani. Pemberian Gibro ini membuat buah yang dihasilkan menjadi lebih besar, akan tetapi jika pemberian Gibro berlebihan maka akan berpengaruh pada rasa yang dihasilkan. Rasa yang dihasilkan akan cenderung hambar sehingga kurang diminati oleh para konsumen.

Karena petani yang menanam buah naga begitu banyak sehingga terjadi selisih antara kebutuhan pasar dan hasil panen dari petani, maka harga buah naga lama kelamaan semakin menurun. Hingga saat ini harga buah naga hanya berkisar Rp. 1.500 per-kilo untuk kelas A. bahkan untuk kelas B dan C hanya dihargai Rp. 500 per-kilonya. Bahkan para petani sempat melakukan protes dengan cara membuang buah naga hasil panennya ke sungai.

Oleh karena harga buah naga yang turun drastis itu para petaani buah naga mulai berganti haluan untuk menanam tanaman lain yang lebih menjanjikan hasilnya, seperti tanaman cabai, dan lain sebagainya. Tetapi juga ada beberapa petani yang tetap bertahan dengan menanam buah naga dengan harapan harga buah naga bisa kembali naik seperti semula. Hingga saat ini pemerintah daerah Banyuwangi sedang melakukan upaya agar harga buah naga di Banyuwangi khususnya bisa kembali stabil. Anatar lain dengan menggandeng para investor untuk menyerap hasil panen buah naga, dan juga upaya agar buah naga Banyuwangi bisa diekspor ke negara-negara lain.

Oleh: Einsten

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *