iklan

Indonesia Krisis Regenerasi Petani Ketahanan Pangan Dipertaruhkan

incagri.com Incagri.com

Bertani dan cerita tentang swasembada pangan sangat erat kaitannya dengan  kemakmuran di tanah nusantara. Indonesia swasembada pangan tahun 2045 satu abad setelah merdeka menjadi cita-cita kementerian pertanian Indonesia. Target dari kementerian Indonesia adalah menjadikan negara Indonesia menjadi lumbung pangan dunia pada tahun 2045. Rencana ini disusun dengan program swasembada 8 komoditas utama pangan yaitu beras, bawang merah, cabai, jagung, kedelai, gula, daging sapi, dan bawang putih. Arti dari lumbung pangan dunia disini tidak hanya tentang Indonesia yang mampu memenuhi kebutuhan pangannya sendiri, namun diharapkan Indonesia  juga bisa mengekspor kebutuhan pangan ke negara lain. Dengan terwujudnya cita-cita menteri pertanian Indonesia maka dapat dipastikan ketahanan pangan di Indonesia akan sangat bagus.

Berbicara soal ketahanan pangan disebutkan bahwa ketahanan pangan merupakan soal hidup dan matinya bangsa. Ketahanan pangan adalah ketersediaan pangan dan kemampuan suatu negara tersebut dapat mengakses, membeli dan mendapatkannya dengan harga terjangkau. Manusia sejatinya selalu membutuhkan pangan demi kelansungan hidupnya. Pangan merupakan kebutuhan utama bagi manusia. Di antara kebutuhan yang lainnya, pangan merupakan kebutuhan yang harus dipenuhi agar kelangsungan hidup seseorang dapat terjamin. Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang dulu hingga sekarang masih terkenal dengan mata pencaharian penduduknya sebagia petani atau bercocok tanam. Luas lahan pertanian pun tidak diragukan lagi. Namun, dewasa ini Indonesia justru menghadapi masalah serius dalam situasi pangan di mana yang menjadi kebutuhan pokok semua orang.

Generasi petani di Indonesia saat ini semakin berkurang. Rata-rata petani di Indonesia berumur 60 tahun keatas, yang mana usia ini merupakan usia yang tidak produktif lagi. Petani di Indonesia yang berumur rata-rata 40 tahun keatas juga memiliki latar belakang pendidikan yang rendah, hal ini menjadikan pengetahuan petani tentang pertanian tidak berkembang. Petani yang memiliki latar pendidikan yang rendah biasanya hanya memiliki pengetahuan tentang pertanian secara turun temurun. Pasalnya pengetahuan tentang pertanian pada zaman dahulu dengan zaman sekarang tentunya berbeda, kerana masalah pertanian yang terjadi saat ini tidak sama dengan masalah pertanian pada masa lampau. Permasalahan ini menjadikan petani tidak mengerti cara bercocok tanam yang benar, mereka hanya mengandalkan pengetahuan yang di dapatkannya secara turun temurun tanpa mengetahui masalah apa yang terjadi pada lahan mereka. Akibatnya hasil produksi pertanian tidak optimal dan tidak dapat memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Tidak pahamnya petani tentang masalah yang dihadapinya sehingga menyebabkan hasil produksi nya tidak maksimal bahkan bisa mencapai kerugian menyebabkan penghasilan petani selalu rendah. Penghasilan yang rendah membuat kehidupan para petani tidak sejahtera.

Stigma masyarakat selama ini yang menganggap kehidupan petani tidak sejahtera membuat profesi petani menjadi tidak diminati bagi banyak orang khususnya generasi muda. Kerja petani yang panas-panasan, tidak berseragam menjadikan pandangan masyarakat menganggap remeh pada profesi petani, padahal pangan yang kita konsumsi sehari-hari merupakan jerih payah dari para petani. Generasi muda saat ini ingin bekerja yang mudah, berpenampilan rapi, dan disegani banyak orang. Banyak mahasiswa lulusan pertanian, bahkan mahasiswa lulusan dari institute pertanian tidak mau terjun langsung dalam pertanian, mereka kebanyakan memilih bekerja di kantor, bank, dan lain-lain.

Kenyataannya, Indonesia merupakan negara yang potensial dalam sektor pertanian. Lahan di Indonesia meruapakan lahan yang potensial sebagai lahan pertanian. Orang yang memiliki pengetahuan yang lebih soal pertanian seharusnya bisa terjun langsung ke pertanian dan sukses menjadi petani, karena mereka dapat menerapkan kaidah pertanian yang benar. Kaidah pertanian yang dilakukan dengan benar dan dengan lahan yang potensial bukan tidak mungkin menjadi petani merupakan profesi yang menjajikan. Maka dari itu, dengan banyaknya generasi petani yang produktif dan memiliki keahlian yang mumpuni dapat dipastikan kedepannya Indonesia dapat memenuhi kebutuhan pangan nya sendiri bahkan mengekspor sebagian hasil pertanian, serta cita –cita Indonesia pada tahun 2045 yaitu menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia akan terwujud.

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *