iklan

Efektifitas Penggunaan Pupuk Organik dalam Sektor Pertanian

Indonesia merupakan salah satu negara agraris terbesar yang ada di dunia. Sebagian besar masayarakat indonesia bermatapencaharian sebagai petani yang tinggal di pedesaan. Dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam khususnya lahan pertanian yang cukup luas di indonesia secara maksimal, dapat menjadikan negara Indonesia sebagai negara penghasil pangan terbesar di dunia serta menyejahterakan kehidupan para petani. Perkembangan zaman yang terjadi di dunia semakin meluas dan mulai masuk ke dalam budaya masyarakat di Indonesia. Seiring dengan perkembangan teknologi, masyarakat indonesia khususnya petani lebih memilih menggunakan barang-barang pendukung pertanian yang mempunyai nilai efektifitas yang cepat dan praktis. Salah satu contohnya adalah penggunaan pupuk kimia pada lahan pertanian untuk menghasilkan produktifitas hasil pertanian yang besar. Akan tetapi, penggunaan pupuk kimia anorganik dengan skala besar dalam jangka waktu yang lama akan mengakibatkan masalah lain pada lingkungan sekitar, contohnya adalah pencemaran tanah dan air akibat residu yang ditinggalkan oleh penggunaan pupuk kimia anorganik. Untuk mengatasi masalah ini, dibutuhkan waktu yang lama untuk mengembalikan kondisi tanah pertanian, salah satunya adalah dengan mengurangi penggunaan pupuk kimia dan menyeimbangkannya dengan menggunakan pupuk organik pada lahan pertanian.

Menurut data dari Asosiasi Produsen Pupuk Indonesia (APPI) jumlah konsumsi pupuk kimia anorganik di Indonesia sepanjang tahun 2017 menjadi yang paling besar dalam janga waktu 10 tahun terakhir dengan capaian 5,97 juta ton. Konsumsi pupuk kimia anorganik ini didominasi oleh sektor pertanian dengan jumlah penggunaan pupuk mencapai 4,10 juta ton, kemudian oleh sektor perkebunan sebesar 1,01 juta ton, serta dari sektor industri sebesar 847.000 ton. Jumlah konsumsi pupuk yang tinggi oleh masyarakat indonesia ini disebabkan karena beberapa faktor, diantaranya adalah faktor musim penghujan yang panjang serta musim kemarau yang pendek dan mendorong para petani untuk terus berproduksi. Akan tetapi, dampak negatif akibat pemakaian pupuk kimia dalam jangka waktu yang lama dapat mengakibatkan jumlah bahan organik yang ada di dalam tanah menjadi turun, struktur tanah menjadi rusak, dan terjadinya pencemaran lingkungan. Apabila hal ini terus berlanjut akan menyebabkan penurunan kualitas tanah dan berpengaruh pada jumlah hasil pertanian yang semakin lama akan semakin menurun akibat degradasi unsur hara pada lahan pertanian. Untuk melindungi dan meningkatkan produktivitas lahan pertanian diperlukan kombinasi penggunaan pupuk sintetik dengan pupuk organik yang tepat (Isnaini, 2006).

Pupuk organik merupakan jenis pupuk yang berasal dari bagian tubuh tumbuhan yang telah mati, kotoran hewan atau bagian tubuh hewan serta limbah organik lainnya yang telah melalui proses rekayasa, dapat berbentuk padat atau cair yang diperkaya bahan mineral atau mikroba dan bermanfaat untuk meningkatkan kandungan unsur hara dan bahan organik tanah serta memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah. Kandungan unsur hara yang ada  di dalam pupuk organik dapat membantu memperbaiki sifat–sifat fisik tanah seperti permeabilitas tanah, porositas tanah, struktur tanah, daya menahan air dan jumlah kation-kation tanah. Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan (Roidah, 2013).

incagri.com Incagri.com

Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi unsur hara yang ada pada lahan pertanian. Disamping itu, dengan memberikan pupuk organik dalam jangka panjang mampu meningkatkan kandungan humus di dalam tanah. Dengan adanya humus tersebut air akan banyak terserap dan masuk ke dalam tanah, sehingga kemungkinan untuk terjadinya pengikisan tanah dan unsur hara yang ada di dalam tanah sangat kecil. Pupuk organik juga memiliki fungsi kimia yang penting seperti penyediaan hara makro (nitrogen, fosfor, kalium, kalsium, magnesium, dan sulfur) dan hara mikro seperti zink, tembaga, kobalt, barium, mangan, dan besi meskipun dalam jumlah yang kecil, meningkatkan kapasitas tukar kation tanah, dan membentuk senyawa kompleks dengan ion logam yang meracuni tanaman seperti aluminium, besi, dan mangan (Benny, 2010).

Pupuk organik yang ramah lingkungan mempunyai banyak dampak positif pada lingkungan disamping untuk membantu meningkatkan jumlah produksi pertanian. Untuk itu, penggunaan pupuk organik oleh petani harus terus ditingkatkan untuk mencapai kesejahteraan masyarakat dan lingkungan. Penggunaan produk pertanian yang ramah lingkungan juga berpengaruh terhadap kesehatan masyarakat, yaitu terhindar dari kemungkinan residu pupuk kimia anorganik yang mengendap di dalam bahan makanan. Banyaknya dampak positif dari penggunaan pupuk organik yang diaplikasikan bersama pupuk kimia anorganik dapat membantu mempercepat pemenuhan unsur hara tanaman. Hal ini akan berdampak terhadap meningkatnya jumlah produktivitas hasil pertanian. Apabila tanaman mendapatkan jumlah unsur hara yang kompleks maka jumlah serta kualitas hasil pertanian akan semakin besar. Hal ini akan meningkatkan jumlah pendapatan petani serta akan berdampak pula terhadap kenaikan devisa negara akibat hasil ekspor hasil pertanian ke negara-negara maju. Menurut data dari Badan Pusat Statistik Indonesia nilai ekspor Indonesia pada Januari-November 2018 mencapai US$ 165,81 miliar atau meningkat 7,69 persen dibanding pada periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$150,15 miliar atau meningkat 7,47 persen debanding tahun 2017. Peningkatan nilai ekspor Indonesia ini digunakan untuk membangun sarana dan prasarana yang ada di Indonesia agar nyaman untuk digunakan masyarakat serta untuk menjamin masa depan para penerus bangsa Indonesia.

Jenis-jenis pupuk organik yang dapat digunakan untuk menyeimbangkan pemakaian pupuk kimia anorganik pada lahan pertanian adalah pupuk kandang yang berasal dari kotoran atau bagian tubuh hewan, pupuk kompos yang berasal dari proses dekomposisi atau pembusukan bagian tubuh tanaman oleh bakteri dan mikroorganisme dan pupuk hijau yang berasal dari bagian tanaman yang langsung digunakan apabila jumlah pupuk organik lain sedikit dan tanah membutuhkan asupan unsur hara dari luar. Selain memberikan dampak positif bagi petani dan lingkungan, penggunaan pupuk organik pada lahan pertanian ini juga akan berpengaruh pada pendapatan produsen pupuk organik yang akan terus meningkat seiring dengan banyaknya permintaan pupuk organik untuk lahan pertanian (Roidah, 2013).

Oleh: Erik Wahyuni

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *