iklan

Potensi Buah Sawo sebagai Buah Tropik

Buah merupakan salah satu makanan yang dikonsumsi oleh masyarakat karena dapat memberikan dampak yang bersifat positif bagi kesehatan tubuh. Menurut Murray (2018) yang menyatakan bahwa buah merupakan produksi spontan yang terjadi secara alami dari suatu tanaman yang muncul kedalam bentuk yang terlihat dari kehidupan serta getahnya yang tersembunyi.

Di wilayah Indonesia yang masuk kedalam wilayah tropis yang dilewati garis khatulistiwa membuat keragaman hayati khususnya buah menjadi beragam diantaranya ialah buah tropik.Buah tropik merupakan buah-buahan yang tumbuh serta berkembang di wilayah tropis.

Buah sawo memiliki nama latin Manilkara zapota. Buah sawo menurut berasal dari hutan yang berada dalam kawasan Amerika Tengah dan di negara Meksiko. Terdapat beberapa macam spesies dari buah sawo yang menurut Ambarwati (2007) diantara lain ialah sawo sejati, sawo karat dan lain sebagainya.  Buah sawo memiliki ciri ciri antara lain ialah bentuk buahnya yang dapat berupa bentuk lonjong, bulat, maupun oval serta batang buah yang umumnya besar dan kuat  serta mempunyai daun yang mengkilap. Buah sawo memiliki potensi yang cukup baik untuk lebih dieksploitasi dalam hal pembudidayaannya guna menunjang ekonomi . Sebanding dengan  itu menurut Rozika et al (2013) bahwa buah sawo apabila dikembangkan sangat menjanjikan. Selain itu terdapat beberapa manfaat bagi kesehatan bahkan dapat dimanfaatkan sebagai obat.

incagri.com Incagri.com

Terdapat berbagai macam kandungan dari buah sawo maupun bagian tubuh dari tumbuhan sawo yang memiliki berbagai macam khasiat. Diantara hal tersebut berdasarkan penelitian dari Mufti et al (2017) bahwa pada daun sawo telah ditemukan beberapa zat yaitu tanin, saponin, flavonoid. Zat-zat tersebut mempunyai beberapa manfaat yaitu:  senyawa saponin yang dapat dimanfaatkan sebagai penghambat perkembangan dari suatu bakteri dikarenakn saponin dapat menghambat terjadinya suatu proses sintesa protein dari suatu bakteri,  tanin yang mempunyai kemampuan untuk dapat melisiskan bagian dari bakteri yaitu pada bagian dinding sel serta senyawa flavonoid yang dapat memberikan pengaruh terhadap terhambatnya suatu proses dari sintesis DNA serta proses metabolisme energi yang berperan peting bagi bakteri. Selain itu, diketahui bahwa masyarakat telah memanfaatkan bagian dari tumbuhan sawo yang berupa daun, kulit serta buah yang masih muda   yang digunakan secara tradisional sebagai  obat anti diare. Seperti diketahui bahwa diare merupakan penyakit yang mengganggu saluran pencernaan dan dapat menular. Menurut Ragil et al(2017) bahwa penyebab dari diare dapat berupa virus yang diantara lain adalah Rotavirus,Escherichia coli,Shigell sp, serta parasit Entamoeba hystoliticia. Diketahui bahwa pula dari Mufti et al(2017) bahwa senyawa tanin dapat berdampak pada bakteri Escherichia coli dikarenakan dapat mengambat laju bakteri bahkan dapat mematikan bakteri tersebut. Selain hal tersebut, buah sawo memiliki rasa yang manis dikarenakan menurut bahwa terdapat kandungan gula yang terdapat didalam buah sawo yang berupa gula glukosa dan fruktosa yang termasuk ke dalam tingkat yang tinggi yaitu dengan presentase masing masing 4,2% untuk glukosa dan 3,8% untuk fruktosa.

Didalam mempertahankan tanaman sawo sehingga terciptanya tanaman yang baru dapat dilakukan usaha budidaya sawo. Pembudidayaan sawo dapat dilakukan dengan cara menanam melalui hasil cangkok.Menurut  Ambarwati (2007) bahwa cangkok merupakan suatu usaha dengan tujuan untuk memperbanyak tanaman dengan cara melukai cabang tanaman dengan dilanjutkan dengan menutupnya dengan menggunakan media cangkok sehingga akan tumbuh akar dari bagian tersebut.

Diantara banyak sentra sawo yang berada di Indonesia terdapat salah satu sentra sawo yang berada di Desa Bangowan, Kecamatan Jiken Kabupaten Blora di provinsi Jawa Tengah. Buah sawo yang berada didaerah tersebut merupakan jenis buah sawo kecik dan berjumlah sekitar 800 pohon yang telah menghasilhan proses pembuahan. Keunggulan dari buah sawo di Desa Bangowan adalah buah sawo tersebut telah mendapatkan sertifikat organik yang diperoleh dari Lembaga Sertifikasi Organik Seloliman yang berlaku sampai tahun 2018. Buah sawo desa Bangowan telah meraih prestasi  didalam Soropadan Agro Expo sehingga membuat para petani mendapat suatu penghargaan dari Gubernur Jawa Tengah pada tahun 2015 sebagai Pelestari Sumber Daya Genetik tingkat Jawa Tengah.

oleh: Anggik Karuniawan

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *