iklan

Kaktus Centong Berguna Memperbaiki Kejernihan Air dan Menurunkan Jumlah Bakteri Berbahaya

incagri.com Incagri.com

Keadaan alam yang saat ini semakin memburuk dapat kita lihat dan rasakan, semakin buruknya alam ini dapat berakibat buruk pula terhadap kesehatan makhluk yang menggunakannya atau yang berada disekitarnya. Kerusakan alam ini diakibatkan karena adanya perubahan komposisi pada media yang dicemari misalnya saja tanah atau air atau udara yang disebabkan oleh beberapa faktor seperti oleh manusia, proses alam, dan lainnya yang mengakibatkan adanya penurunan kualitas media yang dicemari tersebut sehingga tidak dapat berfungsi dengan baik sebagaimana mestinya. Saat ini pencemaran yang terjadi di muka bumi ini semakin tak terkendalikan terutama setelah masa revolusi industri dimana banyak pabrik yang dibangun dan menyebabkan berbagai jenis polusi.

Polusi pada media tanah, air, dan udara sangat merajalela, terutama pada media air .Salah satu kebutuhan pokok sehari-hari makhluk hidup di dunia ini yang tidak dapat terpisahkan adalah Air. Tidak hanya penting bagi manusia air merupakan bagian yang penting bagi makhluk hidup baik hewan maupuan tumbuhan. Tanpa air kemungkinan tidak ada kehidupan di dunia ini karena semua makhluk hidup sangat memerlukan air untuk bertahan hidup. Manusia mungkin dapat hidup beberapa hari akan tetapi manusia tidak akan bertahan selama beberapa hari jika tidak minum karena sudah mutlak bahwa sebagian besar zat pembentuk tubuh manusia itu terdiri dari 73 persen adalah air. Jadi bukan hal yang baru jika kehidupan yang ada di dunia ini dapat terus berlangsung karena tersedianya air yang cukup. Dalam usaha mempertahankan kelangsungan hidupnya, manusia berupaya mengadakan air yang cukup bagi dirinya sendiri.

            Namun sumber daya alam tersebut ternyata tidak selalu tersedia dalam keadaan bersih. Seiring dengan meningkatnya teknologi dan juga perkembangan zaman, kita akan menemukan banyak sekali sumber daya alam yang kotor dan tercemar. Salah satunya adalah air, air yang tercemar atau terkontaminasi oleh bahan-bahan pencemar ini kita kenal dengan sebutan polusi air. Polusi air merupakan suatu perubahan keadaan di tempat – tempat yang menjadi penampungan air, baik itu sungai, waduk, rawa, dan lain sebagainya yang diakibatkan karena adanya aktivitas manusia yang berlebihan.  Tentunya perubahan yang melanda sumber air ini merupakan perubahan yang kearah negatif dan dapat merugikan banyak pihak.

incagri.com Incagri.com

Pada tahun 2018, sumber air limbah (waste water) di seluruh dunia 80 persen air  berasal dari rumah tangga, industri, perkotaan dan pertanian mengalir lagi ke alam tanpa diolah atau digunakan kembali, sehingga merusak lingkungan. Di Indonesia pun air merupakan hal yang sangat penting dan utama. Ini karena Indonesia mempunyai ratusan sungai dan danau, baik yang sudah dimanfaatkan keberadaannya, ataupun yang masih belum disentuh oleh khalayak ramai. Karena penelitian oleh Nurullah dan P.S.W. Kusuma, mahasiswa Prodi Biologi F.MIPA Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, sekarang masalah limba air dapat diatasi yaitu dengan cara pemberian serbuk kaktus centong sebagai bahan penjernih air. Air limbah tersebut dapat dipergunakan kembali untuk kegiatan manusia yang harus bebas dari kuman-kuman penyebab penyakit, bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat mencemari air bersih tersebut. Air merupakan zat yang mutlak bagi setiap mahluk hidup dan kebersihan air adalah syarat utama bagi terjaminnya kesehatan. Tidak boleh mengandung bakteri patogen seperti E. coli, yaitu bakteri yang biasa terdapat dalam tinja atau kotoran, hal ini menimbulkan bencana bagi manusia. Seperti timbulnya penyakit usus dan limpa, yaitu kolera, typhus, paratyphus, dan hepatitis.

Tanaman kaktus centong (Opuntia cochenillifera) mengandung komponen pening, yaitu substabsi yang dikenal dengan nama muncilago yang dapat menggumpalkan / mengkoagulasi partikel–pertikel lumpur dan kotoran yang ada di dalam air. Sehingga sangat efektif digunakan sebagai biokoagulan dalam penjernihan air. Selain peningkatan nilai kejernihan air, serbuk kaktus centong dapat menurunan jumlah coliform, dan penurunan jumlah E. coli pada air sungai dengan penambahan konsentrasi biokoagulan serbuk kaktus centong.

            Pada penelitian ini dilakukan untuk menetes tiga manfaat yaitu tingkat kejernihan, total coliform, dan jumlah E. coli pada air. Pada penelitian ini didapatkan hasil penelitian, bahwa tingkat kejernihan pada air yang tidak diberi serbuk kaktus centong rata–rata nilai kejernihannya 49,5 Pt – Co dan untuk air yang diberi serbuk kaktus centong sebanyak 2g /1 liter rata – rata nilai kejernihannya 21,5 Pt – Co, berati pemberian serbuk kaktus centong pada dosis 2g /1 liter menunjukkan tingkat kejernihan tertinggi. Sedangkan total coliform pada air yang tidak diberi serbuk kaktus centong nilainya 5,14 dan untuk air yang diberi serbuk kaktus centong sebanyak 2g /1 liter nilainya 2,05, berati pemberian serbuk kaktus centong pada dosis 2 g/1 liter menunjukkan tingkat penurunan total coliform tertinggi. Hasil untuk jumlah E. coli mengalami penurunan, pada air yang tidak diberi serbuk kaktus centong nilai rata– ratanya 2,085 dan untuk air yang diberi serbuk kaktus centong sebanyak 2g/1 liter nilai rata–ratanya 0,075 berati pemberian serbuk kaktus centong pada dosis 2 g/1 liter menunjukkan tingkat penurunan E. coli tertinggi.

Dapat disimpulkan bahwa serbuk kaktus centong (Opuntia cochenillifera) dapat meningkatkan kejernihan air, menurunkan jumlah bakteri total dan E.coli air sungai. Sehingga polusi air dapat diatasi dan air bersih bisa didapatkan kembali demi  manusia terbebas dari kuman-kuman penyebab penyakit, bebas dari bahan-bahan kimia yang dapat mencemari air bersih tersebut.

oleh: Alifira Umi Hanik

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *