iklan

Rekayasa Genetika Tomat Pedas seperti Cabai

Tomat merupakan salah satu produk pertanian yang digunakan sebagai bahan pangan. Tanaman tomat dapat tumbuh di daerah tropis maupun sub-tropis. Tomat juga memerlukan suhu yang optimum dalam proses pertumbuhannya, suhunya diantara 20-27ºC. jika temperature berada lebih dari 30ºC atau kurang dari 10ºC maka akan mengakibatkan terhambatnya pertumbuhan buah tomat. Tanaman tomat dapat ditanam di segala jenis tanah, mulai dari tanah pasir sampai tanah lempung berpasir yang subur, gembur, banyak mengandung bahan organic dan unsur hara, serta drainase air yang baik.

 Tomat memiliki rasa yang menyegarkan dan tentunya memiliki banyak khasiat jika dikonsumsi. Banyaknya kandungan Vitamin C dan Kalium pada tomat tentu saja mampu memberi gizi yang dibutuhkan untuk manusia. Vitamin C berkhasiat untuk daya tahan tubuh dan Kalium berperan penting dalam menjaga cairan dalam tubuh dan juga sebagai pengendali tekanan darah. Tidak heran jika tomat menjadi salah satu produk pertanian yang populer dan banyak dicari masyarakat karena berbagai macam khasiatnya. Namun, apa yang terjadi jika tomat pedas tercipta dan memiliki rasa seperti cabai? Ternyata tomat dapat dimodifikasi secara genetika untuk menghasilkan varietas seperti cabai pedas.

Para peneliti dari Brazil dan Irlandia baru-baru ini berupaya membuat buah tomat memiliki rasa pedas tanpa dipadukan di pabrik. Peneliti tersebut menanamkan capsaicinoid ke dalam tomat, capsaicinoid adalah bahan kimia pedas yang ditemukan dalam cabai, yang tentunya membuat rasa cabai menjadi pedas. Metode yang dilakukan disini adalah metode rekayasa jalur genetika, rekayasa jalur genetik capsaicinoid ke tomat akan membuatnya lebih mudah dan lebih murah untuk menghasilkan senyawa ini, dimana teknik pengaplikasiannya juga menarik.

Karakteristik dari cabai dan tomat saling terkait, menurut para peniliti mereka mampu menggunakan teknik penyuntikan gen terbaru. Tomat menjadi berair dan manis sementara cabai mengembangkan mekanisme pertahanan pedas melalui bahan kimia yang disebut capsaicinoids, sehingga tomat bisa memiliki rasa pedas yang sama seperti cabai dan tentu saja eksperimen ini menarik untuk dibuktikan adanya. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Trends in Plant Science ini menjelaskan, cabai merupakan tanaman padat karya atau tanaman yang pembudidayaannya menggunakan tenaga manusia dan sulit dibudidayakan, maka sulit untuk menjaga kepedasan buah-buahan secara konsisten. Sebaliknya, tomat adalah tanaman dengan hasil yang cukup tinggi dan dipelajari dengan baik dan juga mudah dibudidayakan. “Anda dapat memproduksi capsaicinoids dengan cara yang lebih hemat biaya,” kata Zsogn, peneliti asal Irlandia. Tomat dan cabai dikembangkan dari nenek moyang yang sama, tapi menyimpang sekitar 19 juta tahun yang lalu dikarenakan banyak faktor.

incagri.com Incagri.com

Para peneliti telah mengetahui gen mana yang akan direkayasa dan di mana gen itu bisa diaplikasikan, serta mereka memiliki alat yang cukup kuat untuk merekayasa genom spesies apa pun. “Secara teori Anda bisa menggunakan gen-gen ini untuk menghasilkan capsaicinoid dalam tomat”, ujar Zsogn. Meskipun alat cukup, Zsogn melanjutkan dirinya tidak memiliki data yang kuat tentang pola ekspresi atau sifat yang muncul apabila capsaicinoid diinfeksikan kedalam buah tomat, sehingga peneliti harus mencoba pendekatan alternatif. Untuk mengaktifkan gen kandidat satu per satu dan melihat apa yang terjadi, senyawa mana yang diproduksi. Zsogn sedang mencoba melakukan pengujian. Untuk saat ini, para ilmuwan memang belum memulai pembuatan tomat pedas untuk dikonsumsi publik dikarenakan tidak adanya data yang kuat tentang pola ekspresi atau sifat yang muncul apabila capsaicinoid diinfeksikan kedalam buah tomat.

Mungkin kita sebagai generasi millenial dan juga anak bangsa pada saat ini mampu menemukan rekayasa genetika yang tepat sekaligus menciptakan tomat pedas seperti cabai ini di masa yang akan datang, karena temuan ini bisa menjadi peluang yang menjanjikan di masa depan. Sebagaimana kita tahu bahwa kearifan lokal masyarakat Indonesia yaitu ‘tak lengkap makan tanpa sambal’ yang artinya masyarakat Indonesia sangat membutuhkan cabai sebagai pelengkap bumbu masakan mereka. Penelitian ini bisa jadi alternatif pengganti cabai di masa yang akan datang, dimana pada saat ini banyak terjadi kasus melambungnya harga cabai di pasaran yang disebabkan oleh banyaknya faktor. Maka ini mungkin bisa menjadi solusi untuk masalah kita bersama di masa yang akan datang, tergantung bagaimana pemanfaatan sumber daya manusia kita untuk meneliti dan menerapkan rekayasa genetik tomat mempunyai rasa pedas seperti cabai.

Oleh: Muhammad Akbar

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *