iklan

Pemanfaatan Lahan Gambut untuk Pertanian Indonesia

incagri.com Incagri.com

Apa itu gambut? Gambut adalah bahan-bahan organik yang terbentuk secara alami dari sisa-sisa tumbuhan berkayu, yang terdekomposisi atau terurai tidak sempurna dan menumpuk disuatu tempat. Material gambut memiliki ketebalan tertentu, gambut biasanya terdapat pada rawa diantara 2 sungai dan laut. Gambut bersifat seperti spons yang menyerap dan menyimpan banyak air dalam jumlah banyak, sehingga membuat lahan gambut menjadi sangat basah, dan memiliki kandungan karbon yang tinggi.

Indonesia merupakan negara yang memiliki lahan gambut terluas di dunia, dan 1/3 nya terdapat di Kalimantan. Lahan gambut di Indonesia memiliki peranan penting dalam menjaga iklim dunia karena mampu menyimpan kurang lebih 57 milyar ton karbon. Bentang alam Asia Tenggara terdiri dari pegunungan, dataran rendah, hutan tropis, rawa gambut dan perkebunan. Sebanyak 21,98%  lahan di Kalimantan Tengah adalah ekosistem gambut, tetapi perilaku masyarakat yang membuka perkebunan sawit di lahan gambut menyebabkan rusaknya ekosistem gambut. Untuk membuka perkebunan kelapa sawit, permukaan air di daerah gambut diturunkan lewat drainase dan pada akhirnya tanah gambut menjadi mengering, sensitif terhadap api dan menyebabkan kebakaran hutan. Untuk mendirikan perkebunan, kanal drainase digali untuk mengeluarkan air, jika air dikeluarkan, bahan organik yang didrainase akan dipecah dan dibuang dalam bentuk karbondioksida dan oksigen ke udara, sehingga dapat menyebabkan GRK (Gas Rumah Kaca) yang merubah iklim. Kehilangan air dan tanah karbon menyebabkan penyusutan tanah gambut 3-5 cm per tahun, sehingga bentang alam ekosistem gambut akan sensitif terhadap bencana banjir pada saat musim hujan. Pada saat musim kemarau, oksidasinya akan berlanjut dan permukaan tanah semakin lama, semakin rendah yang menghasilkan banjir berkali-kali dan panjang sesudah hujan. Jika hal tersebut terus terjadi 30-50 tahun kedepan, bentang alam akan begitu banyak turun sampai drainase tidak dapat dilakukan sama sekali dan seluruh daerah akan kebanjiran, tanah akan menjadi gersang dan tidak produktif, lahan akan banyak yang tergenang. Kalimantan akan kehilangan tanah ribuan meter persegi tanah produktifnya, desa-desa dan perkebunan akan  mengalami kebanjiran, masyarakat akan kehilangan pekerjaan dan penghidupan mereka.

Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah dan mengatasi terjadinya bencana ini? Drainase pada lahan gambut harus diberhentikan, bendungan harus dibangun untuk memulihkan permukaan air. Pemanfaatan dan pengolahan sektor pertanian, perkebunan yang benar  juga turut berperan dalam mencegah rusaknya ekosistem gambut. Masih banyak cara lain untuk memanfaatkan lahan gambut agar menghasilkan produk pertanian. Pembukaan dan peluasaan lahan kelapa sawit di daerah gambut dapat dikurangi untuk menjaga ekosistem. Penggunaan berbagai macam spesies tanah rawa gambut harus diperkenalkan pada masyarakat sebagai media tanam dan produk-produk pengolahan tanah lain yang komersial tanpa drainase.

Menteri Pertanian Inonesia mengatakan bahwa kita harus menaklukkan musuh yang tertidur (lahan rawa gambut)sehingga menjadi produk pertanian yang maksimal.Masyarakat Desa Panega Kalimantan Selatan, kini mulai memanfaatkan lahan gambut untuk kegiatan pertanian tanpa merusak ekosistem gambut. Setelah bertahun-tahun sebelumnya masyarakat kesulitan menemukan jalan keluar terkait pemanfaatan lahan gambut untuk pertanian, dimana lahan gambut mudah terbakar. Masyarakat mulai mencoba untuk menanam pohon karet, dimana pohon karet tidak memerlukan drainase yang terlalu besar. Permasalahan di kebun adalah ketika debit air disekitar perkebunan menurun, akibatnya lahan menjadi mudah terbakar. Lembaga ICCTF ( Indonesia Climate Change Trust Fund ) memberikan penyuluhan dan pendanaan kepada masyarakat untuk melakukan pengolahan gambut yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, yaitu dengan menanam nanas dan tanaman gaharu sebagi tanaman sela pada perkebunan karet. Tanaman gaharu dan nanas digemari masyarakat karena nanas dan gaharu merupakan tanaman yang produktif yang selalu menghasilkan. Penanaman karet dan nanas adalah suatu upaya untuk mengurangi kebakaran dan menurunkan emisi di lahan gambut. Dimana pengelolaan tata air merupakan salah satu komponen penting yang harus diperhatikan, sehingga air tetap konstan pada kedalaman 60cm, karena pada kondisi kedalam air tersebut, emisi yang dikeluarkan tidak terlalu besar, dan tumbuhan karet masih bisa tumbuh dengan bagus. Masyarakat bisa merawat tanaman karet dan mendapatkan penghasilan tambahan dari nanas dan gaharu. Hal ini merupakan suatu langkah maju untuk mengurangi emisi dan kebakaran hutan di lahan gambut dan meningkatkan produk pertanian di lahan rawa gambut.

Selain produk perkebunan, lahan gambut juga dapat dimanfaatkan untuk menanam padi sawah, sehingga dapat meningkatkan produksi beras. Sejumlah wilayah di Kalimantan menyimpan potensi untuk menjadi lumbung padi di masa depan, salah satunya adalah wilayah Kalimantan Tengah. Melihat potensi yang ada Kementrian Pertanian memberikan dana sebesar 200 M pada tahun 2016. Dana tersebut akan digunakan untuk membangun embung, rehabilitasi lahan sawah, serta menyediakan alat dan mesin pertanian. Di desa Pangkuh Delapan, kabupaten Pulang Pisau Kalimantan Tengah terbentang kurang lebih 1200 hektare sawah diatas lahan gambut, yang menjadi lokasi produksi padi terbesar di Pulang Pisau. Pengolahan tanah lahan gambut berbeda dengan lahan biasa, karena lahan gambut bersifat asam, sehingga sebelum menanam padi harus dilakukan pengapuran terlebih dahulu agar tanaman keracunan. Tanaman padi diarea gambut hanya dapat ditanami diarea lahan yang memiliki ketebalan dibawah 1m. Tata kelola air pada lahan gambut juga berbeda dengan lahan lainnya. Lahan gambut adalah lahan basah yang kelebihan air, sehingga perlu dilakukan pengendalian drainase yang baik. Kelebihan air pada lahan gambut dibuang dengan cara mebuat saluran disetiap tengah-tengah sawah yang dialirkan ke sungai. Bertani yang bijak di atas lahan gambut harus dilakukan agar tidak merusak ekosistem gambut dan dapat menghasilkan produk pertanian yang maksimal. Manusia sangat berperan dalam menjaga kelestarian gambut di Indonesia.

Oleh : Melia Ningrum

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *