iklan

Pemanfaatan Lahan sebagai Pertanian terintegrasi

incagri.com Incagri.com

Sociopreneurship

Menjadi orang yang bermanfaat untuk orang dan lingkungan sekitar bisa dengan berbagai macam cara salah satu menjadi Sociopreneurship. Sociopreneurship adalah seseorang yang mengetahui dan mau mengerti permasalahan sosial dan menggunakan kemampuan kewirausahaannya untuk mengatur, membuat, dan mengelola suatu usaha guna melakukan serta membawa perubahan sosial, terutama di bidang kesejahteraan, pendidikan, dan kesehatan. Berikut ini adalah salah satu contoh seorang Sociopreneurship beliau adalah Kang Puji Hatmoko dan merupakan founder KangPuj Farm, berikut cerita singkat Kang Puji Hatmoko

KangPuj Farm hadir untuk membujuk masyarakat Kabupaten Bandung khususnya daerah Rancaekek dan Ciparay untuk mengembangkan potensi daerah mereka. Kang Puji memulai dengan membuat lahan percontohan pertanian KangPuj Farm. Adanya lahan percontohan ini bertujuan untuk memperlihatkan kepada masyarakat bahwa lahan yang tidak produktif mampu menghasilkan hal-hal yang menguntungkan. Inovasi yang diterapkan dan disampaikan dengan membuat pertanian perkotaan terpadu antara perikanan, pertanian, dan peternakan. Langkah kang Puji tersebut ternyata meraih banyak keuntungan dan bahkan menjadi sumber penghasilan yang sangat menjanjikan, berbagai penghargaan, prestasi dan kisah manis telah didapatkan oleh kang Puji.

Berdasarkan hasil observasi dan pengamatan Kang Puji, permasalahan di Kabupaten Bandung seperti Rancaekek, Majalaya dan Ciparay adalah hampir sebagian besar masyarakatnya menjadi buruh pabrik. Padahal areal tesebut mempunyai potensi lahan yang yang cukup luas berupa kolam tidak terpakai sampai tanah kosong yang tidak mampu ditangani dengan baik. Melihat potensi ini Kang Puji berpikir untuk menuangkan ide kreatifnya untuk membangun daerah tersebut. Karena saat ini justru orang-orang di perkotaan  sibuk mencari lahan untuk menuangkan ide kreatifnya dalam membangun perekonomian tetapi di beberapa wilayah kabupaten sendiri terjadi hal sebaliknya dimana banyaknya lahan tetapi tidak diberdayakan secara maksimal.

Pertanian terintegrasi

KangPuj Farm mengajak masyarakat dalam mengembangkan potensi daerahnya dimulai dari membuat lahan percontohan agar masyarakat dapat melihat secara langsung dan nyata bahwa dari lahan yang tidak produktif ternyata dapat menjadi produktif. Inovasi yang diaplikasikan adalah membuat sebuah farm dengan konsep sistem pertanian terintegrasi antara perikanan, perkebunan dan peternakan. Konsep pertanian terintegrasi ini adalah konsep yang tidak bergantung pada satu komoditas, karena mengintegrasikan tiga sektor yang ada berupa perikanan, perkebunan dan peternakan.

incagri.com Incagri.com

Komoditas perikanan yang dipakai adalah ikan lele sebagai percontohannya. Komoditas ikan lele dipilih karena mudah dibudidayakan dan dapat memberikan hasil yang tinggi dengan lahan seadanya (Tebar, Padat dan Tinggi). Ikan lele akan menghasilkan limbah yang digunakan sebagai nutrisi untuk perkebunan. Komoditas lele dipilih karena pemerintah telah berhasil meningkatkan tingkat konsumsi ikan nasional sejak tahun 2015. Hal ini menunjukkan Kementerian Kelautan dan Perikanan serius untuk mendorong konsumsi ikan nasional agar meningkat. Namun, di wilayah perkotaan umumnya akan sulit untuk mendapatkan ikan dengan harga murah dan kandungan gizi yang tinggi, terutama untuk produksi ikan air laut dan payau. Hal itu disebabkan oleh jauhnya jarak antara tempat produksi dan pusat kota. Budidaya ikan air tawar di kawasan perkotaan pun tidak mudah karena keterbatasan lahan. Oleh karena itu, agar dapat memenuhi kebutuhan konsumsi ikan di wilayah perkotaan dengan kondisi lahan yang terbatas, harus digunakan metode dan jenis budidaya ikan yang produktif serta efisien maka dari itu komoditas ikan lele dipilih. Ikan lele dapat dibudidaya dengan metode tebar, padat dan tinggi dimana 1 m3 volume air dapat diisi 1000 ekor lele. Selain itu, berdasarkan data dari Departemen Kesehatan ikan lele memiliki kandungan gizi per 100 gram sebanyak 84 kalori, protein 14,8 gram, lemak 2,3 gram dan zat besi 0,3 mg. Kandungan gizi tersebut, ikan lele sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan gizi harian masyarakat sesuai Permenkes No. 75 Tahun 2013 tentang Angka Kecukupan Gizi yang Dianjurkan Bagi Masyarakat Indonesia. Namun, mayoritas perspektif masyarakat terhadap ikan lele cenderung kurang baik disebabkan oleh cara budidayanya yang dikenal jorok serta tidak higienis, isu penyebab kanker, konsumsi untuk masyarakat kelas menengah-bawah, dan sebagainya. Padahal sangat disayangkan sekali, ikan lele dengan kandungan gizi yang baik, nilainya menjadi berkurang karena perspektif proses produksi yang tidak terjamin. Oleh karena itu, KangPuj Farm hadir untuk memperbaiki perspektif tersebut.

Komoditas peternakan yang dipilih lalat hitam (Black Soldier Fly), karena lalat tersebut dapat menguraikan sampah organik dan dapat dijadikan pakan alternatif untuk ikan sehingga dapat menekan pengeluaran pakan. Sehingga dari lahan yang dibentuk nanti bukan hanya membudidayakan saja melainkan juga untuk meningkatkan nilai jual produk pertanian, perkebunan, dan peternakan dengan kualitas terjamin dan akan memiliki harga yang stabil. Namun untuk komoditas lalat hitam saat ini masih dalam pengembangan.

Produk yang dihasilkan KangPuj Farm saat ini adalah ikan lele dan kangkung dalam kondisi bersih dan siap olah. Produk tersebut terjamin kualitasnya karena proses produksinya yang baik. KangPuj Farm memiliki  pelayanan pre order dan delivery sampai ke rumah pelanggan. Hal ini menjadi sebuah nilai tambah dan kelebihan dari produk KangPuj Farm. Pengembangan selanjutnya adalah produksi lele olahan berupa abon dan keripik. Komoditi sayuran hidroponik pun akan ditambah dengan jenis yang lain seperti sawi, selada, bayam, dan sebagainya.

Sumber: KULWA Pendaringan

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *