iklan

Lindungi Sawah agar tidak menjadi Beton

incagri.com Incagri.com

Konversi lahan sangat mempengaruhi terjadinya penurunan produksi karena semakin sempit suatu lahan maka akan semakin sedikit lahan yang dapat ditanami tanaman pertanian. Berdasarkan data Kementrian Pertanian konversi lahan pertanian  96.500 ha per tahun. jumlah penduduk yang semakin meningkat berarti semakin besar juga kebutuhan lahan untuk memenuhi kebutuhan manusia.

Lahan pertanian dikonversi menjadi lahan permukiman, jalan, industri dan lainnya. Konversi lahan pada dasarnya merupakan hal yang wajar terjadi, namun pada kenyataannya konversi lahan menjadi masalah karena terjadi di atas lahan pertanian yang masih produktif dan ketersediaannya yang terbatas. Alih fungsi lahan pertanian ke penggunaan non pertanian disebabkan oleh beberapa faktor meliputi faktor eksternal (adanya dinamika pertumbuhan perkotaan, demografi maupun ekonomi), faktor internal (kondisi sosial-ekonomi rumah tangga pertanian pengguna lahan), dan faktor kebijakan (aspek regulasi yang dikeluarkan pemerintah pusat maupun daerah yang berkaitan dengan perubahan fungsi lahan pertanian).

Dampak konversi lahan sawah antara lain menurunkan produksi padi nasional, kerugian akibat investasi dana untuk mencetak sawah, membangun waduk dan sistem irigasi. Selain itu, dampak konversi lahan sawah adalah menurunnya kesempatan kerja dalam bidang pertanian dan degradasi lingkungan. Pencegahan konversi lahan sawah dapat dilakukan hanya bersifat pengendalian yang bertitik tolak dari faktor-faktor penyebab terjadinya konversi lahan sawah, yaitu faktor ekonomi, sosial, dan perangkat hukum.

incagri.com Incagri.com

Perlindungan lahan pertanian agar tidak dikonversi sudah dilakukan dengan cara adanya undang-undang 41 tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan. Pasal 18 menjelaskan bahwa Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilakukan dengan penetapan:

  • Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan;
  • Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan di dalam dan di luar Kawasan Pertanian Pangan Berkelanjutan; dan
  • Lahan Cadangan Pertanian  Pangan Berkelanjutan di dalam dan di luar Kawasan Pertanian PanganBerkelanjutan.

Pengendalian Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan dilakukan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah  melalui pemberian:

  1. Insentif;
  2. Disinsentif;
  3. Mekanisme perizinan;
  4. Proteksi; dan
  5. Penyuluhan.

Insentif yang dapat diberikan kepada petani berupa keringanan Pajak Bumi dan Bangunan, Pengembangan  infrastruktur pertanian, pembiayaan penelitian dan pengembangan benih dan varietas unggul, kemudahan dalam mengakses informasi dan teknologi, penyediaan sarana dan prasarana produksi pertanian, jaminan  penerbitan sertifikat bidang tanah pertanian pangan melalui pendaftaran tanah secara sporadik dansistematik; dan/atau penghargaan bagi petani berprestasi tinggi.

Apabila tidak dilakukan perlindungan terhadap lahan sawah dengan bertambahnya jumlah manusia maka kebutuhan akan hunian (rumah) dan kebutuhan lainnya dimungkinkan semua sawah akan berubah menjadi beton. Dengan demikian kita juga mungkin akan terpaksa “menanam padi di atas beton” untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *