iklan

Deforestasi dan Kerusakan DAS di sambelia, Lombok Timur

Pendahuluan

Indonesia merupakan Negara kepulauan terbesar di dunia, yang berada di garis katulistiwa sehingga beriklim iklim tropis. Negara ini terdiri dari beberapa pulau besar yang memiliki karakteristik yang berbeda-beda di setiap pulaunya, selain itu Indonesia juga memiliki keanekaragaman yang cukup tinggi baik flora maupun fauna. Namun demikian permasalahan pengelolaan wilayah yang tidak sesuai dengan pola ruang, dan kurangnya pengetahuan tetang dampak yang ditimbulkan akibat pengelolaan wilayah yang salah mengakibatkan banyak terjadi berbagai bencana di Negara ini. Apalagi ditambah dengan ketidak tegasan hukum terhadap pelangaran pelanggaran batas-batas wilayah.

Tataruang menjadi alasan utama untuk menjadi alat dalam pencegahan bencana, ratusan milyar asset Negara dan juga asset rakyat dalam sekejap habis oleh kejadian bencana alam, bahkan bukan hanya kerugian material kehilangan nyawa dan ganguan pisikologis juga menambah panjang daftar kerugian akibat bencana.Bencana alam di Indonesia banyak disebabkan karena perubahan struktur ruang dan alih fungsi lahan, sehingga terjadinya ketidak seimbangan ekosistem.

Sambelia

Kecamatan Sambelia berada di Kabupaten Lombok Timur di sebelah utara berbatasan dengan laut jawa, sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Pringgabaya, sebelah barat berbatasan dengan Kecamatan Sembalun.  Kecamatan sambelia terdiri dari sebelas desa dengan ketinggian rata-rata 0 – 930 meter di atas permukaan laut. Dari semua luas wilayah yang ada di kecamaatan sambelia, sebagian besar adalah lahan kering/bukan lahan sawah. Lahan kering di kecamatan sambelia mencapai 14.605,20 Ha. Yang sebagaian besar berupa hutan negara. Lahan sawah yang berada di kecamatan Sambelia 2.699 ha dan umumnya adalah sawah dengan irigrasi teknis. (Kecamatan Sambelia dalam Angka, 2016). Sebagian besar luas wilayah yang ada di kecamatan sambelia yang sebagin besar hutan negara, Wilayah ini yang tidak dikelola dengan baik. Sehingga menyebabkan bencana banjir dan kekeringan di  Kecamatan Sambelia. Ada perusahan logging yang beroprasi di wilayah sambelia yaitu PT. Sadana pada tahun 2013, padahal dalam tataruang daerah sambelia telah dijadikan sebagai area tangkapan air karena sering mengalami bencana.

Deforestasi di Lombok Timur.

Berdasarkan anlisa deforestasi menggunakan foto udara ladnsat dari tahun 1995 sampai 2015, bahwa di Kabupaten Lombok timur laju deforestasi yang menyebabkan kerusakan daerah aliran sungai cukup tinggi.

 Gambar 1. Foto Udara Landsat tahun 1995, 2000, 2003 dan 2015

Gambar satu menunjukkan perubahan tutupan vegetasi pada tahun 1995, 2000, 2003 dan 2015. analsis tutupan vegetasi menggunakan foto udara  landsat yang di unduh melalu USGS.  Pada tahun 2013 sampai tahun 2015 tutupan vegetasi di Kabupaten Lombok timur  berkurang cukup tinggi. Untuk mengetahui perubahan tutupan vegetasi di area tersebut maka digunakan algoritma NDVI sehingga dapat teridentifikasi persentase deforestasi yang terjadi di setiap tahunya.

Data Model Deforetasi berdasarkan analisa foto udara Landsat (USGS)

Analisa NDVI Foto udara Landsat (USGS, analisysis by Muhammad Fachrudin) 

Gambar di atas merupakan hasil analisisi deforestasi menggunakan algoritma NDVI (Normalized Deferential Vegetation Index) di kabupaten Lombok Timur, Provinsi Nusa Tenggara Timur Indonesia. Terlihat pada warna merah area  lahan terbuka atau non-vegetasi, sedangkan pada warna biru adalah tutupan vegetasi dan warna hijau adalah pertumbuhan vegetasi. Analisa tersebut menggunakan data Landasat TM, Landasat 5 dan Landsat 8 yang di download dari situs resmi NASA USGS yang kemudian diterangkan pada table dibawah.

Berdasarkan analisa deforestasi menggunakan data Landsat selama dua puluh tahun pada tahun 1995 sampai dengan tahun 2015  terlihat bahwa deforestasi di Kabupaten Lombok Timur cukup tinggi. Pada tahun 1995 sampai tahun 2000 kehilangan tutupan vegetasi di wilayah Lombok Timur sebesar 2.591,31 Ha atau sebesar 12% dari luas wilayah Lombok Timur. Pada tahun 2000 sampai  2013 kehilangan  tutupan vegetasi sebesar 10.131,78 Ha atau sekitar 5% dari luas area Kebupaten Lombok Timur debesar 22.386,09 Ha atau dengan kata lain terjadi penurunan.   Deforestasi yang cukup tinggi pada tahu 2003 sampai 2015,berdasarkan analisa NDVI luas area Lombok Timur  22.386,09 Ha terjadi kehilangan sebesar 5,968,462 Ha atau sebesar 27% dari total area dan pertumbuhan atau gain 759,77 Ha atau hanya sekitar 3% dari luas wilayah Kabupaten Lombok Timur (USGS Landsat data).

incagri.com Incagri.com

Data Potensi Hujan Wilayah Sambelia Lombok Timur

Terjadinya deforestasi atau berkurangnya tutupan vegetasi di suatu wilayah akan meningkatkan debit air lipasan di waktu hujan, dan peningkatan evaporasi di waktu musim kemarau. Peningkatan debit air lipasan yang berlebihan dan berkurangnya inviltrasi air kedalam tanah yang disebabkan karena kehilangan tutupan vegetasi di musim hujan akan menimbulkan potensi banjir bandang di suatu wilayah Hal ini akan berdampak pada wilayah dataran rendah yang terken air limpasan yang berlebihan atau bencana banjir. Sedangkan pada musim kemarau akan terjadi kenaikan evaporasi atau kehilangan air di wilayah tersebut yang disebabkan karean penguapan, dan terjadi perubahan iklim mikro di wilayah tersebut.

Data Potensi Hujan Wilayah Sambelia Lombok Timur (BMKG Lombok Timur)

Curah hujan yang extrim tersebut digambarkan pada data BMKG Stasiun Sambelia yang di sajikan dalam bentuk Grafik dibawah.

Data yang ditampilkan pada grafik adalah data time series yang dikeluarkan oleh BMKG pada stasiun Sambelia. Data tersebut adalah data selama lima tahun dari tahun 2011 sampai tahun 2015. Pada tahun 2011 data curah hujan di sambelia  berada diatas 200 – 400 mm/bulan  hal ini menujukan potensi sumber air Sekunder (Air Hujan) yang cukup besar, demikian pada juni samapi dengan Oktober curah hujan di Kecamatan Sambelia Hampir tidak ada sama sekali atau mendekati nol. Pada tahun 2012 terjadi peningkatan curah hujan yang cukup extrim pada bulan Maret tahun 2012 curah hujan rata mencapai 800 mm/bulan, fenomena ini akan menyebabkan banjir bandang, ditambah lagi dengan laju deforestasi yang cukup besar seperti yang telah dipaparkan diatas.  Pada tahun 2013 curah hujan yang terjadi di Kecamatan Sambelia di atas 400 mm/bulan pada thun ini juga terjadi banjir bandang.Tahun 2014 sampai 2015 curah hujan di Kecamatan Sambelia cukup stabil.

 Trend Bencanan Banjir di Sambelia

Dari data deforestasi yang telah di paparkan pada paragraph di atas, dan juga potensi hujan yang telah di paparkan, bahwa Lombok timur khusunya Kecamatan Sambelia memiliki potesi pendangkalan daerah aliran sugai, banjir dan longsor yang cukup tinggi. Daerah yang paling terkena dampaknya adalah wilayah pesisir, yang apabila terkena bencan tersebut mengalami kerugian yang cukup besar, dalam sekejap.  Berikut adalah trand berita banjir yang terjadi di sambelia Lombok Timur.

“Sabtu  (11/2/2017) empat desa di Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur Nusa Tenggara Barat setelah jembatan penghubung antar desa terputus akibat banjir. Data BPBD NTB menyebutkan, banjir mengakibatkan jembatan Sambelia Terputus, Dua rumah hanyut, tanggul sungai kokok pendek jebol, sekolah rusak dan 75 rumah rusak ringan dan akses jalan keempat desa terputus”

Kompas.COM http://regional.kompas.com/read/2017/02/12/06160721/banjir.terjang.lombok.timur.empat.desa.terisolasi)

“Hujan yang mengguyur secara terus-menerus mengakibatkan sungai Menanga Rea dan Sungai Kukuq Puteq di Nusa Tenggara Barat meluap. Tak ayal banjir bandang menerjang di 3 desa di NTB. 3 Desa yang terhantam banjir bandang itu antara lain Desa Menanga Rea, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Selasa (21/1/2013).”

Lipuntan 6.com  (http://news.liputan6.com/read/805875/banjir-bandang-hajar-3-desa-di-lombok-timur )

“Banjir bandang menerjang Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, akibat tingginya curah hujan di wilayah tersebut.Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Lombok Timur Iswan Rahmadi yang dihubungi dari Mataram, Rabu (14/3/2012), membenarkan peristiwa banjir yang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sambelia sejak Selasa lalu sekitar pukul 20.00 Wita.” MATARAM, KOMPAS.com (http://regional.kompas.com/read/2012/03/14/10131488/Banjir.Bandang.Terjang.Sambelia.Lombok)

 

Kesimpulan

Upaya mengatasi bencan Alam di Sambelia maka perlu menekan laju deforestasi sehingga bencana alam di sambelia bisa di kurangi dengan melakukan rehabilitasi Daerah aliran sungai dan melakukan penataan hutan dengan prinsip-prinsip lestari. KpSHK dan Konsepsi dalam upaya menekan laju deforestasi mencoba mebina masyarakat menggunakan skema perhutanan sosial dengan tujuan menurutkan laju deforestasi di Kecamatan Sambelia Lombok Timur.

Oleh : Muhammad Fachrudin

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *