iklan

Strategi Pengembangan Ekonomi Lokal

Pengembangan ekonomi lokal pada dasarnya adalah anti thesis terhadap pendekatan pembangunan nasional yang terkesan mengesampingkan keunggulan-keunggulan lokal dan kurang partisipatif. Lokalitas menjadi entry point, karena dianggap memiliki efek lebih besar dalam menyerap tenaga kerja sekaligus memberi nilai tambah lebih banyak dibandingkan dengan pembangunan korporasi internasional atau investasi dari luar.

Namun demikian, beberapa ahli masih menyangsikan dengan memberikan berbagai argumen (Bartik, 1991). Pertama, karena wilayah terlalu kecil, maka efek pertumbuhan bisa jadi kurang dirasakan apalagi hanya level kaupaten atau bahkan kecamatan. Kasus di Indonesia, malah bebeberapa banyak fokus ke desa dengan skala ekonomi yang tentunya jauh lebih kecil. Ahli pembangunan ekonomi menyangsikan model pembangunan ini karena dianggap lebih boros dalam operasional daripada kebijakan makro nasional.

        Kedua, meskipun kebijakan pembangunan ekonomi local berpeluang untuk melahirkan lapangan pekerjaan baru, kedatangan tenaga kerja dari luar tetap saja mengembalikan kesetimbangan sehingga masyarakat lokal tetap tidak bisa meninkmati. Dengan demikian pertumbuhan ekonomi lokal kurang berdampak pada kesejahteraan masyarakat lokal dilihat dari konteks peningkatan pendapatan dari ketersediaan lapangan kerja. Kasus kontrak tenaga kerja dari luar yang terjadi di usaha hortikultura dataran tinggi di Batu dan Kawasan Bromo menunjukkan jika bahwa pasokan tenaga kerja kontrak merupakan substitusi tenaga kerja lokal, sehingga merekatidak mendapatkan peningkatan upah (Purnomo, 2013).

incagri.com Incagri.com

        Ketiga, meskipun satu wilayah mungkin mengalami peningkatan lapangan kerja tetapi secara nasional kondisinya tidak banyak berubah. Hal ini karena peningkatan tenaga kerja satu tempat pada dasarnya menambah pengangguran ditempat lain. Di bawah kondisi migrasi tenaga kerja yang intens, pembangunan ekonomi lokaltidak mampu memberikan dampak positif signifikan, sehingga pembangunan ekonomi lokal tidak dianjurkan sebagai satu-satunya strategi pembangunan.

Tetapi, dalam prakteknya pembangunan ekonomi lokal ternyata tidak hanya terkait dengan pertumbuhan ekonomi. Kasus Indonesia, pengembangan ekonomi lokal menguat seiring penguatan otonomi daerah sehingga ada muatan politik didalamnya. Oleh karena itu, pendekatan pengembangan ekonomi local semata dari sisi penguatan ekonomi tentunya kurang relevan terutama untuk kasus-kasus negara sedang berkembang. Kebijakan pembangunan ekonomi lokal merupakan usaha-usaha

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *