iklan

NGOPI

incagri.com Incagri.com

Minuman yang berasal dari biji afrika ini, memang memiliki sejarah panjang dalam masyarakat kita. Tak hanya, menikmati, sajian, aroma dan rasanya, tetapi bersosialisasi melalui media “ngopi” menjadi titik balik dalam budaya kita. “Ngopi” memang menjadi istilah bagi sebagian masyarakat sebagai kegiatan bersosialisasi di suatu tempat yang pada umumnya tempat tersebut menyediakan minuman kopi . alih = alih memesan kopi, apapun yang dipesan menjadi sajian, yang terpenting adalah berkumpul untuk ngobrol bersama dalam suasana santai.

Khamdani (2014) dalam tulisannya ikut mengamini bahwa kegiatan “ngopi” sebagai kegiatan melepas penat dari rutinitas dan juga kegiatan ngopi juga sebagai bentuk komunikasi efektif untuk berdialog, diskusi, wawacara, observasi penelitian, warung kopi tempat apresiasi suatu pendapat umum masyarakat yang dilontarkan kehidupan sehari-hari dan bahkan juga menjadi media diskusi, dialog masyarakat Indonesia. Ngopi bukan sekedar nongkrong, bengong, ngobrol sana-sini melainkan juga sebagai tempat bertemunya warga berbagai lintas budaya,berbagai macam latar belakang yang dimiliki oleh masyarakat. Warung kopi memiliki sebuah riset penelitian cukup besar, manfaatnya banyak, dan bisa dibuat kajian halnya kategori dalam ilmu komunikasi. ilmu sosiologi, bahkan strategi kajian marketing bisnis.

incagri.com Incagri.com

Disisi lain, kegiatan ngopi juga berhubungan dengan gaya hidup yang didasarkan pada waktu dan uang, para penikmat kopi memiliki kecenderungan sebagai gaya hidup konsumen yang menghabiskan waktu mereka dengan mengeluarkan uang yang tidak sedikit. Jadi, bisa dikatakan bahwa kelompok yang menurut veblen dimasukkan dalam leisure class (klas perilaku konsumen yang menghabiskan waktu dan uang untuk kepuasan tertentu) ini menjadikan gaya hidup merupakan bagian dari diri mereka. Bertujuan untuk meningkatkan status sosial, entah itu mereka dengan sadar atau tidak sadar dan berlomba-lomba dalam memanfaatkan barang yang dinilai bernilai tinggi di masa sekarang ini. tak heran jika siapapun dan dengan budget berapapun mampu menikmati kopi.

Berdasarkan gaya hidup dan tradisi ngopi inilah para pengusaha warung kopi membangun segmentasi pasar dalam menumbuhkan usahanya. demand driven yang besar menjadikan potensi usaha warung kopi sangatlah menjanjikan. walaupun terbagi dalam segmentasi pendapatan, warung kopi masih memiliki pelanggan setia. Starbuck, Excelso, kedai kopi nusantara, kedai kopi sederhana, dan produsen kopi instan menjadi contoh bahwa “ngopi” mampu memenuhi semua segmentasi.

 

H-rly

incagri.com Incagri.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *